Kenapa sih … selingkuh ??

  • 1

Kenapa sih … selingkuh ??

Category : MARRIAGE

Tidak ada suatu hal yang terjadi tanpa sebab !!
Ada seorang seorang suami berselingkuh, dan sang istri menyalahkan suaminya yang tidak setia? Mungkin kita sebagai wanita akan dengan mudah menghakimi bahwa si suami yang tidak setia dan ga tau diri.

Tapi, ketika suaminya mengikuti session konseling, dan menceritakan apa yang mendorong dia untuk mencari kenyamanan di pelukan wanita lain? Ternyata sang suami berkata bahwa istrinya di rumah tidak pernah memasak makanan untuk dirinya dan istrinya sulit untuk diajak ngobrol. Kalo ngobrol, istrinya suka bersikap ‘sok pintar’. Dan istrinya juga sering ngomel-ngomel di rumah, sehingga suami jadi pusing kalo ketemu istrinya di rumah. Harapannya pulang ke rumah adalah merasakan kenyamanan di rumah, tapi yang dihadapi adalah istri yang memusingkan. Kelihatannya hal sepele? Tapi, bukankah hal ini sering terjadi dalam kehidupan rumah tangga?

Hal lain lagi, ada seorang istri berselingkuh. Waktu ditanya, apa yang menyebabkannya mencari pria lain? Jawabnya, “Suami saya terlalu otoriter dan berkuasa. Maunya menang sendiri dan ga pernah mengerti perasaan saya. Bahkan kalau diajak ngobrol, sikapnya dingin. Berbeda dengan teman baru saya, dia warm sekali.”

Suatu hari, saya pernah sharing dengan seorang istri Hamba Tuhan yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Saat itu, saya memang sedang sibuk mengurus anak saya yang masih balita. Nah, istri Hamba Tuhan tersebut menasehati saya, “Kamu jangan terlalu sibuk dengan mengurus anak-anak kamu, sehingga melalaikan suamimu. Jangan salahkan dia kalau dia berpaling?” “Wah…ga mungkin suami saya berpaling kepada wanita lain. Suami saya pasti ngerti bahwa mengurus anak itu memang repot banget, dan suami saya mandiri kog. Satu hal lagi, suami saya itu seorang hamba Tuhan yang sangat cinta Tuhan, mana mungkin dia aneh-aneh !” jawab saya dengan pedenya.
Ternyata beliau menghentakkan saya dengan jawabannya, “Eh…walaupun begitu, kamu harus sadar bahwa suamimu itu bukan malaikat. Dia tetap manusia.” Dan, saya pun akhirnya didoakan agar saya sadar bahwa suami saya bukan seorang malaikat. Saya sangat disadarkan bahwa keintiman suami istri perlu dipelihara agar terus bertumbuh. Saya sangat setuju bahwa keintiman suami istri adalah benteng dan pagar terhadap perselingkuhan.

Temans, seringkali ketika terjadi perselingkuhan, kita lebih menyalahkan orang yang melakukan perselingkuhan. Tapi, marilah pasangan korban perselingkuhan juga menginterospeksi diri. Dan lebih tepatnya, keduanya saling interospeksi diri.

Jika ditelusuri, penyebabnya adalah suami/istri sudah mulai merasa tidak puas dengan pasangannya yang kemudian berkembang jadi ketidak cocokan. Kalau sudah begitu, ada dua hal yang akan terjadi. Yang pertama, akan mudah muncul konflik yang umumnya tak terselesaikan dengan tuntas. Atau yang kedua, memilih menghindari konflik rumah tangga dan menyimpan atau menekan masalah yang ada ke dalam hati. Perlu diketahui, keduanya bukan merupakan jalan keluar yang baik.
Dengan kondisi demikian, maka pasangan akan merasa tidak nyaman, dan mulai mencari jalan keluar di tempat lain. Maka……., ketika muncul orang ketiga….. ini menjadi sebuah celah. Sosok orang ketiga ini bisa siapa saja, bisa sahabat, teman sekantor, atau yang lagi menjamur adalah teman-teman di dunia maya. Akhirnya… muncullah perselingkuhan…..


Banyak kegiatan iseng atau tadinya biasa-biasa saja yang akhirnya membuat suami/istri tega mengkhianati pasangan dengan melakukan perselingkuhan.
Apa saja sih ?

1. Chatting
Ngobrol di dunia maya memang mengasyikkan dan membuat orang lupa waktu. Masing-masing bisa mengungkapkan perasaan secara blak-blakan. Dari chatting biasanya lantas berlanjut dengan kopi darat atau janjian ketemu. Jika keduanya merasa tertarik, pertemuan kedua dan selanjutnya lalu direncanakan, sehingga hubungan makin intensif yang akhirnya berujung pada perselingkuhan.

2. SMS
Awalnya mungkin sekedar SMS nyasar atau iseng yang masuk ke Hp. Tapi karena terus ditanggapi dan dibalas, akhirnya jadi keterusan. Tak heran lama-kelamaan aktivitas yang satu ini jadi ajang untuk saling mengirim SMS mesra dan berbunga-bunga. Kalau sudah begini, perselingkuhan hanya tinggal beberapa langkah lagi. Untuk menghindarinya jangan sekali-kali membalas/menanggapi SMS nyasar atau iseng seperti itu. Abaikan saja yang akhirnya akan membuat si pengirim bosan atau kehabisan pulsa.

3. Nebeng kendaraan atau makan siang bersama
Ada pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino yang artinya tumbuh benih-benih asmara lantaran seringnya si pria dan wanita bertemu. Untuk mengantisipasinya, buat batasan, bahwa orang yang banyak bersama itu hanyalah sebatas teman kerja yang menuntut hubungan profesional.

4. Curhat
Siapa sih yang ga betah ngobrol dengan orang yang selalu nyambung? Bisa ditebak bila lama-kelamaan keduanya akan saling mencurahkan isi hati yang akhirnya mengarah kepada kisah percintaan. Oleh karena itu, jangan gampang curhat kepada lawan jenis agar tak terlibat dalam perselingkuhan. Terlebih, bila rumah tangga sedang dilanda masalah.

5. Dinas luar kota
Memang tidak bisa disalahkan bila ketimbang berdiam diri sepanjang perjalanan yang menyita waktu sekian jam, kita berbincang dengan orang asing yang duduk bersebelahan. Kalau orang tersebut ternyata asyik diajak ngobrol, bukan tak mungkin hubungan akan terus berlanjut meski sudah sampai di tempat tujuan. Mengatasinya, tak ada jalan lain kecuali kembali memegang teguh nilai-nilai moral yang diyakini selama ini. Dunia di luar rumah memang penuh godaan.

6. Reuni
Kita memang patut berterima kasih kepada dunia teknologi yang membuat kita terhubung kembali dengan sahabat lama kita. Entah teman SD, SMP bahkan mungkin mantan pacar kita di masa lalu. Dan berlanjut dengan maraknya reuni plus kumpul-kumpul dengan teman lama. Sayangnya, munculnya reuni juga diikuti dengan munculnya “CLBK”, yaitu “cinta lama bersemi kembali”. Bahkan, mulai teringat kembali perasaan berbunga–bunga ketika bersama sang mantan yang tadinya telah terlupakan. Akhirnya, terbukalah celah untuk merajut kembali hubungan lama yang terputus dan akhirnya berujung kepada perselingkuhan.


Menghindari perselingkuhan

Sebenarnya, pertemanan dengan lawan jenis tetap bisa terjalin tanpa harus mengarah pada perselingkuhan.
Nah, berikut ini sejumlah tips yang bisa dijadikan pegangan agar tak terjerembab dalam kubangan perselingkuhan :

1. Jaga keharmonisan rumah tangga agar suami istri senantiasa memiliki hubungan emosional yang kuat. Bersikaplah saling terbuka dan selalu jalin keintiman serta komunikasi agar kehangatan hubungan tetap terpelihara.

2. Batasi hubungan dengan lawan jenis kalau memang sudah punya pasangan hidup. Bukankah tetap ada batasan tertentu yang mesti diperhatikan ketika seseorang sudah menjadi suami/istri? Meski terbilang sangat akrab, tetap bedakan hubungan pertemanan dengan pasangan hidup yang memang terikat secara emosional dan dalam tingkat yang paling mendalam.

3. Jika ada seseorang yang memperhatikan gelagat naksir, jangan malah merasa bangga. Segera komunikasikan dengannya dan tegas-tegas katakan status kita yang sudah menjadi istri/suami.

4. Pelihara hubungan pribadi dengan Tuhan, dan keteguhan hati dalam memegang nilai-nilai Firman Tuhan. Karena inilah benteng utama yang mampu mencegah kita terlibat dalam perselingkuhan. Satu hal, jangan menjauh dari komunitas orang-orang percaya, di mana kita bisa saling menguatkan dan mendoakan untuk terus berjalan dalam Firman Tuhan.

5. Jika merasa membutuhkan orang ketiga untuk membantu masalah dalam rumah tangga, jangan segan-segan untuk melakukan konseling dengan pemimpin rohani atau konselor rohani. Daripada menyimpan masalah sendirian dan mencari jalan keluar dengan cara yang bisa menyesatkan.

Tuhan Yesus memberkati !!
(by lie)

Apabila membutuhkan pelayanan konseling keluarga, dapat menghubungi kami via email.
-EFC-

(Beberapa tulisan bersumber dari Nakita)


  • 0

Keintiman dalam Pernikahan

Category : FAMILY , MARRIAGE

Berapa lamakah umur pernikahan kita ?
Setahun, dua tahun, sepuluh tahun atau duapuluh lima tahun ?
Apakah kita merasakan keintiman di dalam pernikahan kita selama ini ?

Kejadian 2:25 menuliskan :
“Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.”

Artinya Allah menghendaki keintiman antara suami dan isteri.
Seharusnya, semakin panjang usia pernikahan, maka semakin bertambah pulalah keintiman antara suami dan isteri.
Sayangnya, justru lebih banyak pernikahan yang mengalami kehambaran.

Banyak orang menikah dengan modal cinta yang segar.
Namun setelah menikah, kita lupa memelihara pernikahan, sehingga tidak ada keintiman di dalam pernikahan.

Keintiman adalah sebuah aspek yang sangat penting di dalam pernikahan.
Karena kualitas pernikahan kita ditentukan oleh tingkat keintiman di antara suami istri.
Pernikahan yang kaya dengan intimasi akan membawa efek yang sehat baik psikis maupun fisik.
Di samping itu, keintiman juga menjadi benteng pertahanan melawan stress.

Keintiman berbeda dengan hidup bersama, berbeda dengan ber-mitra, berbeda dengan berdampingan.
Intim bukan berarti bebas dari pertengkaran.
Dan sebaliknya, tidak adanya pertengkaran juga bukan berarti kita mempunyai kualitas pernikahan yang baik.
Sebagai contoh, kita dapat hidup puluhan tahun dengan pata tetangga tanpa bertengkar dan berkelahi, tetapi kita tetap tidak memiliki relasi intim dengan mereka.

Kualitas pernikahan diukur dengan seberapa dalamnya keintiman.
Keintiman mencakup beberapa aspek yang perlu dibangun di dalam setiap pernikahan, sebagai berikut :

Keintiman Fisik
Yaitu kesanggupan kita untuk hidup berdua dengan pasangan dalam satu rumah.
Ada suami isteri yang tidak bisa serumah karena kebiasaan hidup yang terlalu berbeda; seperti kerapihan, kebersihan, cara mandi, kebiasaan tidur, selera makan, dsb.
Hal yang tampak sepele ini ternyata bisa menjadi kerikil yang berdampak buruk bagi kehidupan rumah tangga.
Keintiman harus dimulai dari penyesuaian hal-hal yang bersifat jasmani, sebab mustahil kita dapat mencapai keintiman dalam segi lain jika kita tidak berhasil menyatukan diri dalam hal-hal ini.

Keintiman Emosional
Dapatkah kita menyelami perasaan pasangan kita, dan sebaliknya?
Apakah kita mengetahui mengapa ia marah, tidak senang dan tersinggung?
Apakah kita mengijinkan dia mengetahui perasaan kita yang sesungguhnya?
Jika kita pintu hati kita tidak terbuka terhadap pasangan kita, keintiman akan sulit terjalin.

Keintiman Mental
Artinya kita dapat memasuki, menyelami pikiran masing-masing demi mencapai kesepakatan.
Biasanya kita lebih sering mengambil jalan tengah agar tidak terjadi pertengkaran.
Contoh : ini tugasmu dan ini tugasku.
Pengambilan keputusan dilakukan sendiri-sendiri tanpa sepengetahuan atau persetujuan pasangannya.

Keintiman mental bukan berarti tidak ada perbedaan pendapat.
Namun yang terpenting adalah, apakah kita bisa mengambil keputusan bersama-sama ?

Keintiman Finansial
Dapatkah kita menyatukan penghasilan kita serta seia sekata dan terbuka dalam penyimpanan dan pengeluaran uang ?
Tidak dapat dipungkiri, banyak pasangan yang mengalami konflik karena masalah finansial dalam keluarga.
Misalnya sang isteri adalah orang yang hemat, sedangkan suami lebih suka memberi. Hal yang kelihatannya sepele ini dapat menimbulkan konflik berkepanjangan.

Keintiman Sosial
Menikah dengan pasangan bukan berarti hanya hidup berdua dengan pasangan kita.
Dapatkah kita saling menghargai dan bergaul dengan keluarga, kerabat dan relasi pasangan kita?
Contoh : banyak konflik dalam pernikahan yang disebabkan oleh urusan mertua-menantu.

Agar pernikahan semakin intim dan bersatu, kita sebaiknya kita memiliki teman-teman yang sama.
Jangan kehidupan sosial kita semakin hari semakin jauh. Misalnya teman suami tidak kenal dengan teman istri.
Terciptanya jurang sosial akan menjauhkan pernikahan kita dari keintiman.

Keintiman Rekreasi
Dapatkah kita menikmati rekreasi bersama ?
Banyak pasangan yang kesukaannya berbeda. Misalnya ada suami yang senang bermain golf, sementara isterinya senang berjalan-jalan ke mall untuk mengisi waktu senggangnya.
Jika sesekali, hal ini tidak masalah.
Namun jika itu berlangsung terus-menerus, akan timbul masalah.
Aturlah jadwal rekreasi yang bisa dinikmati bersama-sama.

Keintiman Seksual
Apakah kita memiliki gairah cinta terhadap pasangan kita ?
Apakah kita dapat saling terbuka terhadap pasangan kita mengenai hubungan seksual ?

Satu hal yang sangat berpengaruh dalam membangun keintiman seksual adalah “kekudusan” dalam pernikahan.
Kekudusan dalam penikahan berarti tidak adanya pihak ketiga dalam pernikahan, seperti perselingkuhan.
Selain itu, banyak pasangan yang memiliki fantasi seksual, atau harus menonton film porno terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seksual.
Hindarilah hal-hal demikian, yang dapat menghancurkan pernikahan kita !!!

Keintiman Rohani
Apakah suami isteri memiliki kematangan rohani yang sama ?
Dapatkah pasangan memberikan respon yang sama terhadap kehendak Tuhan ?
Misalnya, saat Tuhan menghendaki sesuatu, sang suami ingin melakukan kehendak Tuhan, tetapi pasangannya tidak setuju.

Akanlah sulit kita dapat bersatu hati meresponi kehendak Tuhan, bila kita tidak memiliki kematangan rohani yang sama.

“Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati.”
( I Petrus 3:8 )

Mari hiduplah dalam KEINTIMAN !!!

( Beberapa tulisan bersumber dari buku How to Enjoy Your Marriage, Paul Gunadi )


  • 0

A-A-D-C

Category : FAMILY , MARRIAGE


ADA APA DENGAN CINTA ? Sepasang kekasih yang saling mencintai, memutuskan untuk segera mengakhiri masa lajang mereka. Mereka sudah tidak sabar untuk segera masuk ke dalam jenjang pernikahan.
Ketika ditanya apa yang melatarbelakangi mereka sehingga berani masuk ke jenjang pernikahan, si pria menjawab dengan tegas, “Akhirnya saya temukan juga belahan jiwa yang selama ini saya cari, bagi saya dia cinta pertama dan terakhir saya, semua kriteria wanita yang saya idam-idamkan ada dalam dirinya”, jawab si pria tadi dengan tatapan mesra ke arah pasangannya. Sedangkan si wanita dengan tidak kalah semangatnya menjawab, ”The Power of Love ! Ya !!! kekuatan cintalah yang mempersatukan kami !”
Dengan modal CINTA mereka berani mengarungi bahtera rumah tangga.

Seiring berjalannya waktu, pernikahan mereka mengalami ujian demi ujian, kehadiran anak-anak bukan lagi mempererat hubungan mereka, tetapi justru menjadi sumber pertengkaran. Kesibukan suami yang padat, dan segala macam problem keluarga membuat jurang pemisah di antara mereka.
Cinta yang selama ini mereka agung- agungkan menjadi mulai dingin, walaupun tidak bercerai dan masih hidup seatap, namun hubungan mereka sudah hambar. Tidak ada lagi kehangatan, kemesraan, keintiman seperti di awal-awal pacaran dan di awal-awal pernikahan dulu. Rumah tangga ini tetap bertahan semata-mata karena kasihan pada anak jika kelak kedua orang tuanya bercerai, dan apa kata dunia jika sepasang suami istri yang diberkati di gereja bercerai?.

Kemanakah gerangan “The Power of Love” yang waktu itu mereka kumandangkan?
Apakah mereka tidak mengerti makna KASIH yang sesungguhnya ???
Banyak orang dengan mudah mengatakan ‘cinta’, mengatakan ‘kasih’, mengatakan ‘sayang’, padahal mereka tidak menyelami apa makna sesungguhnya dari KASIH itu.

Mari kita lihat apakah makna kasih yang sesungguhnya …..

K A S I H yaitu :

K : KEPUTUSAN
Kasih adalah keputusan dan bukan perasaan.
Banyak orang berpikir bahwa kasih adalah suatu perasaan. Jika kasih itu adalah suatu perasaan, maka tidak akan bertahan lama..
Mengapa ? Karena perasaan setiap manusia selalu berubah setiap saat, setiap waktu. Perasaan mudah berubah-ubah tergantung kondisi yang ada.
Mungkin saat kita menikahi pasangan kita, kita memiliki rasa kagum dan rasa simpati, tetapi setelah menikah, semakin terlihat sifat aslinya. Baru terbuka kekurangan dan kelemahan pasangan kita, sehingga kekaguman yang kita miliki pada saat kita mengenal dia akan semakin berkurang. Dan semakin lama, kasih terhadapnya pun akan semakin pudar.

Tetapi akan berbeda jika kasih adalah sebuah KEPUTUSAN, apapun yang terjadi, apapun kondisinya kita tetap teguh berpegang pada apa yang telah kita putuskan.
Dan, apabila kita memutuskan untuk mengasihi pasangan kita, maka kasih itu akan terus berkembang dalam kehidupan pernikahan kita, bahkan semakin hari akan semakin bertambah.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.“
Yohanes 3:16, menunjukkan bahwa Kasih Yesus adalah sebuah keputusan, sekalipun manusia itu telah menganiaya dan menyalibkan-Nya, Tuhan Yesus tetap pegang keputusan-Nya untuk mengasihi manusia.

A : APA ADANYA
“Apa Adanya” berbeda jauh dengan “Ada Apanya”. Kasih yang ‘Apa Adanya’ mengandung arti ketulusan, tidak ada motivasi, atau ‘hidden agenda’.
Sebaliknya orang yang mendasari kasihnya dengan “Ada Apanya”, berarti mengasihi karena ada motivasi lain. Antara lain bisa karena uang, harta, penampilan, dll.
Kita sering dengar istilah Cewe/Cowo Matre, Ada uang abang sayang, tidak ada uang abang melayang.
Apabila “Ada Apanya”, yang mendasari kasih seseorang, maka kehidupan pernikahan akan selalu dipenuhi dengan tuntutan serta konflik karena keinginan manusia tidak pernah ada habisnya dan tidak pernah ada kata puas. Hal ini dapat merusak pernikahan.

Namun, kasih yang “Apa Adanya”, kasih yang mengandung ketulusan akan membawa pernikahan kita mengalami hal yang semakin indah.
“Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.” (Kidung Agung 8:7)

S : SETIA
“Setia” dan “Bukan sementara”. Cinta yang “mengebu-gebu” di awal hubungan, sama sekali tidak menjamin kelanggengan rumah tangga sampai akhir, terkadang hubungan itu berakhir dalam hitungan bulan setelah menikah.
Cinta yang menggebu itu berubah menjadi menjadi kebencian, saling menyakiti satu sama lain dan seringkali berakhir dengan perceraian.
Setiap pernikahan, pasti akan mengalami ‘ujian kesetiaan’, dan kasih yang sesungguhnya, akan tetap setia walaupun dalam kondisi apa pun juga.

Sebagai contoh :
Apakah kita tetap setia kepada pasangan kita ketika kesulitan datang menghadang ? Mungkin dalam hal ekonomi, sakit penyakit, dll.

Kita mungkin pernah mendengar kesaksian dari Dwi … seorang pilot yang tertimpa musibah kecelakaan. Kecelakaan tersebut mengakibatkan seluruh tubuhnya rusak parah karena terpanggang api. Tetapi sang istri tetap setia mendampingi, memberi semangat, bersama-sama melewati masa-masa sukar, sehingga Dwi … saat ini menjadi hamba Tuhan yang dipakai luar biasa, yang memberikan inspirasi bagi banyak orang. Hanya kasih memampukan kita bertahan untuk melewati masa sulit bersama-sama.

Setia juga berarti hanya ada ikatan kasih antara pasangan suami & istri, dan tidak ada tempat untuk orang ketiga.
Dan, di dalam pernikahan Kristen, kita harus mencoret kata “cerai” dalam rumah tangga kita. Kita harus setia kepada pasangan kita, yaitu mengasihi sampai pada akhirnya, sampai ajal menjemput.

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19:6 )

I : ILAHI
Kasih bersifat Ilahi bukan duniawi. Kasih yang sejati bukan berasal dari dunia, kasih yang sejati itu berasal dari Allah. “Allah itu kasih…”

Dalam sebuah survey kasus perceraian ditemukan :
Dari 1.152 pasangan yang bercerai, hanya ada 1 pasangan yang masih berdoa bersama setiap hari sebelum bercerai. Artinya 99,9 % pasangan yang bercerai tidak pernah berdoa bersama. Sudah sepatutnya kita membangun relationship dengan “Sang Kasih Sejati’” itu.

Kasih manusia itu ada batasnya, tapi kasih Tuhan itu tak terbatas.
Jika kita memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan, maka kasih Ilahi akan memenuhi hati kita, dan kasih Ilahi itu yang akan memampukan kita mengasihi pasangan kita tanpa syarat, memampukan kita untuk memberikan kehangatan dan meresponi pasangan kita dengan baik.
Oleh karena, jangan abaikan mezbah keluarga !

“Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.” (Mazmur 127 : 1
)

H : HUBUNGAN
Hubungan antara suami dan istri tidaklah terjadi secara otomatis. Kasih itu tercipta karena adanya hubungan yang baik, dan hal itu perlu dibangun.
Berlomba-lombalah menyatakan kasih setiap hari, sehingga hubungan pernikahan kita terasa indah.

Ada banyak cara membangun sebuah hubungan :

– Tanamkan dalam pikiran dan pandangan kita, bahwa pasangan kita sangat berharga, dan yang utama di atas orang tua, di atas anak, di atas sanak saudara, di atas bisnis dan pekerjaan, di atas bos, sahabat, hobi kita, di atas segalanya setelah Tuhan.
– Katakan sesering mungkin “I Love You”.
– Ungkapkan cinta melalui pelukan dan kejutan-kejutan atau hal terbaik apa pun yang dapat memenuhi kebutuhan pasangan kita.
– Tunjukan kasih sayang kita di depan umum, seperti menggandeng dan memeluk pasangan.
– Luangkan waktu untuk berkencan bersama pasangan kita seperti pada pacaran. Mungkin kita sudah jarang melakukan hal ini, dikarenakan kesibukan sehari-hari.
– Selalu menyediakan diri jika pasangan membutuhkan kita.

Mari milikilah kasih yang sejati dalam kehidupan pernikahan kita….

“Kasih yang sejati akan menjadi pondasi yang kuat bagi sebuah pernikahan untuk mencapai sebuah pernikahan yang sejati.”


  • 0

Pernikahan Dua “Orang baik”

Tags :

Category : MARRIAGE , REFLECTION


Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur.
Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi, dengan begitu baru tidak akan lapar seharian di sekolah. Setiap sore, ibu selalu membungkukkan badan menyikat panci, setiap panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikitpun.
Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci demi seinci, lantai di rumah tampak sangat, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang. Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat rajin. Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik.
Tidak hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, tetapi berkali-kali. Ayah menganggap bahwa ibu tidak pernah memahaminya.
Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab.
Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak-anak, ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berprestasi dalam pelajaran. Ia suka main catur, suka larut dalam dunia buku-buku kuno.
Ayah saya adalah seorang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami. Hanya saja, di mata ibuku, ia juga bukan seorang pasangan yang baik, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam di sudut halaman. Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga, adalah cara ibu dalam mempertahankan perkawinan, ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih, namun, jarang menemaninya, sibuk mengurus rumah, ia berusaha mencintai ayah dengan caranya, dan cara ini adalah mengerjakan urusan rumah tangga.Aku sering melihat juga mendengar ketidakberdayaan dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka, dan menurut pendapatku mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik.

Sayangnya, kehidupan perkawinan mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri : Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia?

Ini adalah sebuah contoh potret kehidupan pernikahan sepasang suami istri. Dan hal ini jugalah yang sering terjadi di dalam kehidupan pernikahan banyak orang, sungguh ironis bukan ? Sang anak bertumbuh dalam kebingungan, dan terus bertanya dalam hatinya apa yang menyebabkan pernikahan kedua orangtuanya gagal, mengapa mereka tidak bahagia?

Ada beberapa ”Rahasia” yang mutlak diketahui oleh sepasang suami – istri untuk meraih PERNIKAHAN YANG BAHAGIA :

Ijinkanlah Tuhan hadir dalam pernikahan kita
Mazmur 127:1 : ”Nyanyian ziarah Salomo. Jikalah bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya ….”

Hal yang pertama adalah menaruh pengharapan kita di dalam Tuhan.
Banyak alasan mengapa kita melangkah masuk dalam pernikahan, mungkin alasannya mengharapkan kehidupan yang utuh, memiliki keturunan, atau untuk menghapus kesepian, untuk menyelesaikan persoalan, dan macam-macam harapan lainnya. Tetapi setelah masuk dalam pernikahan yang terjadi malah sebaliknya, kita saling menuntut supaya pasangan kita bisa memenuhi harapan-harapan kita. Pada saat pengharapan itu tidak terpenuhi, kita menjadi kecewa. Kita lupa karena hanya Tuhanlah yang dapat memenuhi segala harapan kita.

Hal berikutnya adalah mengenakan ”kasih”.
Kasih yang sesungguhnya adalah berkorban dan memberi yang terbaik bagi kebutuhan pasangannya. Jujur saja hal ini sangat bertolak belakang dengan keinginan daging kita, yang selalu menuntut, dan cenderung untuk dilayani dan menerima. Kisah perkawinan suami istri di atas tidak bisa bahagia, karena mereka terlalu bersikeras menggunakan cara mereka sendiri dalam mencintai pasangannya, bukannya berkata : ”apa yang kau butuhkan?” kepada pasangannya. Akhirnya masing-masing merasa lelah dan kecewa dengan kondisi pernikahan mereka.
Jadi hampir dapat dipastikan dengan kekuatan sendiri kita tidak mungkin bisa memberi yang terbaik bagi kebutuhan pasangan kita, kecuali ”kasih Allah” memenuhi hati kita. Tidak ada cara lain untuk menerima kasih Allah melalui membangun mezbah keluarga, agar hadirat Allah dan kasih Allah memenuhi hati kita, sehingga kita dapat mengasihi seluruh anggota keluarga kita dengan kasih Allah.

Impikan Pernikahan Bahagia.

Ketika kita hendak membangun sebuah rumah, pastilah kita akan memanggil seorang arsitek untuk menggambar bentuk rumah sesuai dengan kebutuhan dan selera kita tentunya. Gambar arsitektur tersebut merupakan ”sebuah impian” seperti apa rumah itu kelak nantinya dan menjadi acuan para pekerja membangun dari fondasi sampai rumah itu jadi. Ketika rumah itu jadi, kita menjadi puas dan bahagia karena melihat apa yang kita ’impikan” menjadi sebuah kenyataan.
Demikian pula dengan ”Rumah Tangga”. Apakah kita telah memiliki sebuah ”impian” seperti apa nantinya ”Rumah Tangga” yang kita bangun ?

Jika tidak, maka pernikahan kita akan berjalan ”biasa-biasa” saja, bahkan dingin, kaku dan suram. Mulailah berbicara dengan pasangan Anda, diskusikanlah seperti apa pernikahan yang bahagia menurut Anda, hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki, dll.

Miliki sebuah impian tentang pernikahan yang harmonis, pernikahan yang menjadi teladan untuk pasangan lain bahkan anak-anak kita dan pernikahan yang bahagia.
Filipi 4:8 :”Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Bangunlah pernikahan Anda

Banyak hubungan pernikahan yang dibiarkan begitu saja tanpa arah dan tujuan, mengalir saja dari waktu ke waktu, tanpa pernah mengusahakannya untuk menjadi lebih baik. Pernikahan yang bahagia tidak akan terjadi secara otomatis.
Janganlah kita memiliki prinsip seperti ”air mengalir” dalam menjalani biduk pernikahan, karena pada prinsipnya air selalu mengalir mencari permukaan yang lebih rendah.

Tetapi, bangunlah pernikahan kita !
Caranya :
JANGAN PUAS dengan keadaan yang biasa-biasa saja, kita harus berubah ke arah yang lebih baik
USAHAKAN dengan segenap hati supaya pernikahan kita menjadi lebih baik. Dengan membangun komunikasi lebih lagi, membangun keterbukaan suami istri, memberikan waktu bagi keluarga, mengusahakan untuk hidup sesuai dengan Firman Tuhan dan masih banyak hal lainnya lagi.
TERUS BELAJAR dan belajar tentang pernikahan dan keluarga. Amsal mengatakan hikmat ada di mana-mana, jadi kita dapat memperoleh hikmat mengenai pernikahan dan keluarga melalui berbagai sumber antara lain : Firman Tuhan, seminar-seminar keluarga, kesaksian, buku-buku atau terlibat dalam komunitas, dsb.
Marilah kita membuka hati kita untuk menerima kebenaran-kebenaran baru tersebut.

PERNIKAHAN SEPERTI APA YANG ANDA DAMBAKAN DAN IMPIKAN ? Mari kita ambil komitmen bersama pasangan kita untuk meraih pernikahan yang lebih baik dan lebih berbahagia.

 


  • 0

Anggur Manis Pernikahan

Category : FAMILY , MARRIAGE


Yohanes 2 : 1-11Perkawinan adalah lembaga yang begitu menarik buat Tuhan, sehingga Dia membuat Mujizat Pertama Kalinya dalam sebuah Pesta Perkawinan (ayat 11).

Dalam sebuah Pesta Perkawinan SELALU ada Anggur.
‘Anggur’ adalah lambang SUKACITA dalam Penikahan dan keluarga.
Kerinduan Tuhan “Anggur Pernikahan” selalu ada setiap waktu dalam keluarga kita…

Ada 3 Pengertian tentang “Anggur Pernikahan” :
1. Sukacita dan Kebahagiaan Pernikahan
.
Pernikahan yang penuh dengan sukacita dan kebahagiaan, bukan dukacita dan air mata.
2. Kehangatan Hubungan dalam Pernikahan.
Hubungan antar suami – istri yang harmonis dan terus bertumbuh, komunikasi yang sehat, saling mengerti dan mengampuni.
3. Kesehatan Rumah Tangga.
Pernikahan yang sehat adalah dimana tidak adanya campur tangan pihak ke-tiga. Bahkan mampu menangkis setiap serangan dari kuasa si Jahat yang selalu ingin menghancurkan pernikahan.

Bagaimana membuat sebuah Keluarga TIDAK kekurangan Anggur Pernikahan ?

1. Sebuah Keluarga yang MENGUNDANG Yesus
“Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.” (Ayat 2)
Undang Yesus dalam kehidupan Pribadi kita maka dengan demikian kita juga menghadirkan Yesus dalam keluarga/pernikahan kita Yesus adalah Tuhan atas keluarga kita. Selama kita jadikan Dia Tuhan, maka Anggur Pernikahan itu senantiasa mengalir dalam keluarga kita.

2. Sebuah Keluarga yang MELIBATKAN Yesus bekerja didalamnya
“Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” (Ayat 3)
Libatkan Tuhan Yesus dalam seluruh aspek kehidupan kita termasuk dalam keluarga kita.
Melibatkan Yesus memiliki arti sebagai berikut :
a. HUBUNGAN dengan Tuhan secara rutin rmelalui Mezbah keluarga
b. KETERLIBATAN Tuhan dalam Masalah yang dihadapi oleh keluarga.

3. Sebuah Keluarga yang MENGERTI dan MENTAATI Hukum Tuhan dalam Pernikahan
Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” (ayat5 )
Tuhan sudah memberikan HukumNya kepada kita, untuk kita lakukan dangan taat. Jika kita melakukannya, yang datang adalah berkat. Jika Hukum Pernikahan dari Tuhan kita lakukan maka Berkat Anggur Penikahan itu akan senantiasa diberikan dalam keluarga kita.
Oleh sebab itu kita harus belajar apa saja Hukum Tuhan bagi Pernikahan yang harus kita mengerti dan lakukan.

Beberapa Hukum Tuhan dalam sebuah Pernikahan :
4. 1. Efesus 5 :22 – 33 : Hubungan Suami – Istri
Suami Harus MENGASIHI ISTRI.
Istri Harus TUNDUK PADA SUAMI
4. 2. Mat 19 :6 : Kesatuan Pernikahan
Pernikahan TIDAK boleh DICERAIKAN.
4. 3. Ef 5: 31 : Kemandirian Pernikahan
Pernikahan HARUS MANDIRI
4. 4. Ulangan 6:6 : Mendidik anak-anak
Pendidikan Anak adalah Tugas & Tanggungjawab ORANG TUA

Marilah kita lakukan 3 Prinsip ini agar Keluarga kita, Pernikahan kita mendapat “Anggur yang Baru”….

 


  • 0

Keluarga Itu Sangat Berarti

Category : FAMILY , MARRIAGE


Bagi Allah kehadiran sebuah keluarga itu sangat penting, ini terbukti dari campur tangan Allah secara langsung kepada terbentuknya keluarga yang pertama di bumi ini yaitu : keluarga AdamKejadian 1 : 27 – 28

5 Alasan Keluarga itu Sangat Berarti dimata Allah :

1. Tuhan menciptakan manusia pertama dalam sebuah Lembaga Keluarga (ayat 27)
Pada saat Tuhan menciptakan manusia, Dia telah merancangkannya dalam sebuah lembaga keluarga
Tuhan menyukai lembaga keluarga, maka Dia menyatakan diriNya dalam “konteks keluarga” (Bapa, Anak, dan Roh Kudus)
Kej 2:24 – Lembaga keluarga pertama yang diciptakan oleh Allah sendiri di taman Eden.

2. Tuhan menaruh TujuanNya dalam Keluarga (ayat 26)
Banyak keluarga yang dibangun tanpa dasar Tujuan Allah, mereka membangun keluarga dengan tujuan sendiri.
Tuhan memberikan Tujuan Allah pada sebuah keluarga. Tujuan ini yang membuat keluarga bertumbuh dan memiliki arah “menjadi lebih baik”dan menggenapi setiap rencana Allah dalam kehidupan kita dan keluarga.

3. Tuhan memberikan Berkat pertamaNya kepada Keluarga (ayat 28)
Ternyata berkat pertama yang diberikan kepada manusia, diberikan dalam lembaga keluarga.
Ada berkat khusus yang Tuhan siapkan bagi keluarga.
DalamYohanes 2 diceritakan bahwa Tuhan Yesus membuat mujizat pertamanya di sebuah pesta pernikahan (awal sebuah lembaga pernikahan)

4. Tuhan membangkitkan Generasi Penerus melalui sebuah Keluarga (ayat 28)
Kerinduan Tuhan adalah bangkitnya generasi penerus yang lebih baik, yang akan menguasai dunia bagi kerajaan Allah.
Keluarga adalah wadah untuk melahirkan, membangun, mempersiapkan para Pemimpin masa depan yang takut akan Allah.

5. Tuhan memberikan Kuasa/Otoritas atas dunia kepada Keluarga (ayat 28)
Otoritas atas dunia ini diberikan kepada Keluarga.
Jika keluarga kuat, maka gereja akan kuat, dan mampu menaklukkan dunia bagi Kristus.

Iblispun mengerti bahwa Keluarga itu Sangat berarti sehingga dia juga berusaha menghancurkan keluarga dengan berbagai cara.
Contoh : Disfungsi Peran Suami – Istri, Kekacauan Komunikasi, Konflik, Tujuan yang tidak jelas dalam menikah, permasalahan anak-anak, bahkan sampai Perceraian pernikahan…

Pertanyaan sekarang kepada kita……..

===Apakah Keluarga itu Sangat Berarti bagi Anda ??? ===

 


  • 0

7 Tips B-A-H-A-G-I-A

Category : FAMILY , MARRIAGE


7 Tips “B-A-H-A-G-I-A” untuk mempertahankan kebahagiaan keluarga Anda :

1. B – Berdoalah bersama keluarga, setiap hari minimal 15 menit.
Hadirat Allah adalah sumber kebahagiaan sejati. Doa dan Mezbah Keluarga akan membuat hadirat Allah tinggal dalam keluarga kita.
2. A – Adakan waktu kebersamaan keluarga.
Dunia mengenal ungkapan : “Time is Money”.… sehingga seringkali waktu kita sudah habis hanya untuk mencari uang, dan keluarga kita hanya mendapat sisanya saja…
Cobalah kita menyediakan waktu dimulai dari hal yang sederhana, seperti makan malam bersama, rekreasi, bermain bersama …. dan … alamilah perubahan di dalam keluarga Anda.

3. H – Hangatkan suasana dengan komunikasi.
Terhentinya komunikasi merupakan masalah nomor satu dalam pernikahan.
Komunikasi yang salah akan membawa perselisihan dan pertengkaran dalam keluarga… bahkan perpisahan atau perceraian.
Dengan komunikasi yang baik, maka kita akan dapat menyelesaikan masalah masalah keuangan, hubungan intim , dan anak-anak. … bahkan suasana yang hangat akan tercipta di dalam keluarga.

4. A – Awali setiap hari dengan suasana kasih.
Berapa banyak keluarga yang telah kehilangan suasana kasih ?
Mari, bangunlah suasana kasih dengan :
– Ucapan kasih : “Sayang..”, “I love you…”
– Tindakan kasih
Berikan ciuman kasih setiap hari…, gandenglah pasangan Anda saat berjalan bersama.
– Pemberian kasih
Berikan pemberian yang surprise baik kepada pasangan, maupun kepada anak-anak…

5. G – Gunakan moment special menjadi Perayaan Keluarga.
Sebuah moment special seperti : ulang tahun, akan jadi sangat berarti apabila dirayakan bersama keluarga. Tidak harus dengan perayaan yang mewah dan mahal , ….. dengan hal yang sederhana pun akan membuat kesan yang mendalam bagi keluarga Anda.

6. I – Impikan sebuah Pernikahan bahagia
Milikilah sebuah impian bersama pasangan anda tentang sebuah pernikahan bahagia.
Sebuah impian akan memberikan terus semangat untuk berubah menjadi lebih baik dalam pernikahan kita.

7. A – Ajaklah seluruh keluarga mengasihi Tuhan.
Biasakanlah beribadah bersama, karena itu akan menambah kebahagiaan & sukacita dalam keluarga…

Ajak seluruh anggota keluarga ke gereja bersama-sama, melayani
bersama-sama…

Belajarlah dari Yosua yang membawa seluruh keluarganya beribadah kepada Tuhan dan mengalami kebahagian.….

Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!
Inilah perkataan Yosua di depan seluruh orang Israel.

 


  • 0

Pernikahan di Taman

Category : FAMILY , MARRIAGE


Pernikahan “di dalam taman” vs “di luar taman”Tahukah Anda, bahwa upacara pernikahan pertama di dunia terjadi di Taman Eden ( Kej 1 – 2 ). Satu-satunya tempat untuk mengalami pernikahan-Nya Allah adalah “di dalam taman”, di mana Allah mempunyai “rencana yang indah dalam keluarga”.

Namun, sejak Adam & Hawa jatuh dalam dosa, dosa menyebabkan hilangnya gambar & rupa Allah dalam diri manusia dan diusirnya manusia dari taman Eden. Hal ini memberi dampak negatif bagi keluarga pertama ini yaitu keluarga menjadi berada “di luar taman”.

Keluarga “di luar taman” ini berbicara keluarga yang tidak lagi berjalan dalam rencana Allah yang indah. Keluarga yang tidak berjalan rencana Allah , akan menyebabkan banyak masalah yang timbul dan terjadi dalam keluarga tersebut.

Berikut ini masalah–masalah keluarga yang terjadi bila keluarga tidak berjalan dalam rencana Allah :

1. Masalah dalam hubungan suami – isteri.
a. Disfungsi di dalam keluarga : isteri mengambil otoritas suami & suami lalai dalam tanggung jawabnya ( Ribka, tanpa sepengetahuan Ishak membuat Yakub menjadi seperti Esau ).
b. Isteri & suami tidak mempunyai visi yang sama ( Ishak & Ribka ).
c. Ketidak jujuran & komunikasi yang buruk ( Abraham berbohong untuk kepentingan dirinya ).
d. Ketidak setiaan dalam keluarga ( Isteri Potifar ).

2. Masalah dalam hubungan orang tua – anak.
a. Anak memberontak terhadap orang tua ( Rahel memberontak kepada Laban )
b. Orang tua kurang mengasihi & menghargai anak ( Lot menawarkan anaknya kepada Sodom ).
c. Orang tua kurang mendisiplin anak ( Imam Eli ).

3. Masalah dalam hubungan antara saudara.
a. Membenci dan cemburu dalam keluarga ( Kain membunuh Habel ).

Bagaimana mengembalikan Keluarga pada rencana Allah yang Indah ?

1. Keluarga harus dibangun di atas dasar yang kokoh ( Mzm 127 : 1 – 3 ).
“Jikalau bukan Tuhan yg membangun rumah, sia-sialah usaha orang yg membangunnya ” (ay1). Apa pun yang kita lakukan dalam membangun keluarga, harus melibatkan Tuhan.
Bagaimana membangun keluarga di atas dasar yang kokoh ?
a. Mezbah Pribadi.
b. Mezbah Keluarga.

2. Keluarga harus memiliki Pengetahuan ( Hosea 4 : 6a ).
“ Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah ( NIV, lack of knowledge – tidak berpengetahuan )

Cinta memang memang sangat penting bagi kebahagiaan keluarga, tetapi cinta saja tidak dapat membuat pernikahan berhasil.
Walaupun sudah lahir baru, banyak orang percaya mengalami kesulitan dalam pernikahan mereka karena tanpa sadar menganut nilai-nilai dan pandangan dunia daripada nilai-nilai & pandangan Allah.
Contoh : banyak orang menikah karena saling mengasihi, tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana berkomunikasi secara efektif sehingga banyak konflik terjadi dalam keluarga.

Bahkan Gereja Tuhan, yang seharusnya mempunyai otoritas mengenai topik keluarga, tetapi banyak keluarga yang berada “di luar taman” karena banyak orang percaya termasuk pemimpin, tidak memiliki standar-standar Ilahi mengenai keluarga.

Bagaimana kita dapat memperoleh pengetahuan tersebut ?
a. Membaca buku, mengikuti seminar tentang keluarga, konseling keluarga.
b. Komunitas adalah salah satu tempat di mana kita belajar untuk mendapat pengetahuan.

3. Keluarga harus membuat Perencanaan ( Lukas 14 : 28 – 30 )
Membangun Keluarga Ilahi bukanlah kebetulan, tetapi adalah suatu usaha yang dilakukan dengan terencana dan konsisten.
Salah satu rahasia sukses adalah perencanaan, dan perencanaan yang sukses bergantung pada pengetahuan.

Sama seperti membangun rumah, keluarga yang sukses adalah produk dari perencanaan yang cermat dan rancangan yang serius, bahan yang benar, nasihat yang baik, dan kontraktor yang memenuhi syarat.

Bagaimana membuat perencanaan di dalam keluarga ?
Suami adalah visioner, yaitu menentukan arah, tujuan dan sasaran untuk pertumbuhan dan perkembangan keluarga.
Isteri menolong untuk merincikan, mempersiapkan bagaimana mencapai visi tersebut.

Mari mulailah setiap keluarga menentukan visi dan nilai-nilai sebagai dasar & fondasi keluarga kita saat ini !