Mengapa Anak tidak mau Belajar

  • 0

Mengapa Anak tidak mau Belajar

IKLAN PARENTING APRIL 2016-3

Banyak pertanyaan “Kenapa anak saya tidak senang belajar, bermain saja seharian.” Ada lagi seorang ibu selalu teriak-teriak dahulu untuk menyuruh anaknya belajar. Katanya “Anak saya itu kalau sudah disuruh belajar, selalu ngumpet. Kalau sudah ketemu, dia lari bersembunyi di tempat lain. Sampai rasanya kesal sekali,”

Mungkin orangtua sudah mengusahakan yang terbaik untuk anak tetapi tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Mulai dari les tambahan hingga memberikan suplemen makanan tambahan. Tetapi seringkali sama saja, anak tetap sulit belajar.

Saat mendengar kata “belajar”, banyak anak yang enggan untuk melakukannya.

Bagi mereka…. mungkin belajar merupakan sebuah beban yang mereka harus kerjakan, bahkan belajar bisa jadi merupakan hal yang paling tidak disukai oleh anak.

Sikap-sikap yang sering diperlihatkan anak saat tidak mau belajar, antara lain : malas, ogah-ogahan, tidak mengerjakan PR, harus dimongin atau dipaksa baru mau belajar, maunya hanya bermain, berdebat saat disuruh belajar, atau seringkali terlihat belajar tetapi sebenarnya melamun.

Sebagai orangtua, kita pasti khawatir jika menghadapi anak kita tidak mau belajar.  Kekhawatiran seperti ini dapat dimengerti, mengingat kenyataan setiap orangtua yang selalu menginginkan dapat memberikan anak mereka masa depan yang lebih baik serta pendidikan yang maksimal.

Well, sesungguhnya yang menyebabkan anak tidak mau belajar adalah karena mereka kehilangan motivasi untuk belajar. Motivasi merupakan hal yang begitu penting. Sebab bersama dengan motivasi, seseorang akan terpacu untuk meraih dan menggapai prestasi dalam hidupnya. Berbeda dengan orang dewasa yang dapat dengan mudah mengatasi kurangnya motivasi, anak-anak memiliki kesulitan yang cukup besar dalam mendapatkan inspirasi jika tidak ada dorongan atau motivasi dari orang tertentu yang dapt mereka percayai.

Nah, disinilah peran orangtua sangat penting untuk dapat memotivasi anak agar memiliki semangat untuk belajar.

Untuk bisa mengatasi kesulitan belajar pada anak, maka orangtua perlu memahami lebih dulu apa yang menyebabkan anak tidak memiliki motivasi untuk belajar.

Ada berbagai hal yang perlu dikenali oleh orangtua, mengapa anak tidak mau belajar, antara lain:

  • Lelah karena apa?

Salah satunya lelah karena beban sekolah yang terlalu banyak ! Bayangkan di sekolah setiap hari belajar 6-7 mata pelajaran. Belum lagi anak jaman sekarang sarat dengan les-les tambahan. Saat tiba di rumah, kita memaksa anak untuk belajar. Tentunya sangat melelahkan.

  • Tidak suka akan pelajarannya.

Apa saja yang menyebabkan anak tidak suka pelajarannya?

Bisa jadi anak tidak suka pelajaran karena tidak suka gurunya, misal gurunya kasar dan sering memarahinya, sehingga anak tidak bersemangat. Mungkin pula pelajarannya terlalu sukar, atau pelajaran itu tidak sesuai dengan minatnya.

Ada anak yang tidak terlalu suka mata pelajaran akademik seperti Matematika, IPA, ada yang mungkin kelak akan menjadi pelukis, olahragawan, seniman, fotografer, dll.

Anak-anak seperti ini mungkin kurang berminat untuk berjam-jam menghafal pelajaran untuk ulangan. Jika orangtua tidak memahami ini, maka kita bisa cenderung terus memaksa anak, dan berkata negative pada anak, misalnya bilang anak bodoh dan malas.

  • Gangguan fisik.

Misalnya mengalami gangguan penglihatan (mata minus) atau gangguan pendengaran. Kemudian anak sulit memahami pelajaran di sekolah sehingga ia menjadi malas mengulang pelajaran di rumah.

  • Masalah di dalam

Misalnya orangtua sering membandingkan anak, sering marah dan mengucapkan kata-kata kasar, atau papa mama sering konflik di rumah.

Ini membuat anak menjadi tidak fokus dan tidak memiliki semangat, karena dia melihat kekacauan di rumah. Anak juga akan terganggu secara emosi.

  • Pola asuh atau didikan orangtua.

Ada orangtua yang permisif, misalnya orangtua berkata : “Papa dulu dibiarkan saja, tidak belajar pun,  bisa jadi seperti ini. Ga belajar juga ga apa-apa, papa bisa jadi pengusaha sukses.”

Kebalikannya adalah orangtua yang terlalu otoriter, yang menaruh standard sangat tinggi dan tidak mau mengerti keadaan anak, sehingga dapat membuat anak frustasi.

Oleh karena itu, sebagai orangtua, kita perlu mengenali diri kita sendiri terlebih dulu.

 Adapula orangtua yang sudah memberikan gadget yang menarik sehingga anak menjadi bosan  dan malas jika membaca buku-buku pelajaran sekolah.  Pernahkah orangtua memikirkan hal ini?

Seringkali orangtua berpikir sayang anak lalu memberikan gadget kepada anak pada usia dini, padahal tanpa sadar kita sedang menjerumuskan mereka dengan gadget.

  • Cara belajar /learning style yang berbeda.

Kenali tipe dominan dalam cara belajar anak, apakah tipe belajar anak Anda adalah Auditory, yaitu anak lebih mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan, tipe belajar Visual yaitu lebih cepat menerima pelajaran dengan melihat atau tipe Kinestetik alias fisik. Meminta anak secara untuk terus menerus belajar dengan cara yang kurang sesuai dengan tipe yang tepat untuk belajar anak hanya akan membuat anak tidak maksimal dalam menyerap isi pelajaran, sehingga anakpun tidak dapat berkembang dengan maksimal.

  • Harapan orangtua

Ada harapan orangtua yang tidak realistis.

Misalnya setiap anak memiliki daya konsentrasi yang berbeda-beda. Coba amati anak kita, apakah ia tipe anak yang dapat berkonsentrasi selama 2 jam penuh atau hanya 30 menit. Sungguh tidak realistis apabila anak kita merupakan tipe daya konsentrasi pendek, lalu kita paksakan untuk fokus belajar selama 2 jam.

Itulah sebabnya orangtua perlu mengenali harapan-harapannya. Perlu mengenali pikiran, hati dan motivasi kita sebagai orangtua. Sehingga tidak menuntut anak sesuai maunya kita.

Orangtua perlu memperhatikan lingkungan belajar seperti apa yang cocok dengan anak kita.

Misal : ada yang senang belajar jika sambil mendengar musik. Ada yang senang belajar di lingkungan yang tenang.

  • Kepribadian anak.

Kepribadian berhubungan dengan bagaimana anak dapat dimotivasi atau dibimbing.

Misalnya anak yang memiliki kepribadian stabil, dia akan senang dibimbing secara detail, dan orangtua menunjukkan “how to”. Anak yang dominan, senang jika diberi tantangan.

Jika orangtua tidak mengenali, maka orangtua cenderung memaksa anak dan mendorong-dorong sesuai dengan cara kita, ini dapat membuat anak frustasi.

Nah, bagaimana orangtua dapat membantu untuk meningkatkan motivasi belajar anak?

  • Belajar itu perlu menyenangkan.

Setiap anak tentu mempunyai metode yang berbeda-beda dalam belajar. Namun, untuk anak, terutama yang masih kecil, kita harus menggunakan metode belajar sambil bermain agar anak tidak merasa bosan. Misalnya, kita dapat mengajarkan bahasa Inggris pada anak melalui film kartun atau lagu barat untuk anak-anak. Ataupun mengajarkan Matematika dengan permainan game. Dengan begitu, anak akan merasa senang dan sekaligus mendapatkan banyak pengetahuan baru.

Kemudian ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Buat ruang belajar yang menarik, rapi dan tidak membuat anak malas di dalam ruang belajar.

  • Memiliki tujuan.

Apakah anak kita memiliki tujuan belajar yang jelas. Apakah anak tahu apa tujuannya pergi ke sekolah?  Dan apa keuntungan serta manfaat untuk mereka duduk dan mendengarkan guru menjelaskan materi pelajaran di kelas?

Kalau mereka sekolah hanya untuk memenuhi tuntutan orangtua, maka akan menyiksa sekali.

Kita bisa menjelaskan pada anak tentang manfaat dari pelajaran di sekolah yang sedang dipelajari, terutama yang sesuai dengan minat anak tersebut. Contoh : “Dengan belajar perkalian, maka saat liburan naik kelas nanti nanti kamu bisa dengan mudah menghitung berapa harga-harga barang yang akan kamu beli nanti tempat liburan dan kamu bisa membandingkannya dengan harga di di tempat lain atau di mall terdekat.” Atau “Jika kamu pintar berbicara dalam bahasa inggris maka nanti kamu akan mudah berkomunikasi dengan wisatawan asing ditempat liburan.”

 Kemudian orangtua dapat membantu anak menemukan cita-citanya. Saat anak sudah tahu apa cita-citanya maka Anda bisa mengarahkan anak untuk belajar. Bahwa belajar adalah satu cara untuk mencapai impian anak.

  • Menghargai anak.

Orangtua perlu memberi penghargaan kepada anak saat mereka mendapatkan prestasi yang baik di sekolah,  memberikan dukungan semangat ketika mereka merasa down dan kelelahan saar belajar atau memiliki masalah di sekolah. Ini sangat berati untuk anak agar motivasi belajarnya terjaga dengan baik.

  • Komunikasi.

Ini adalah hal yang paling penting. Kita perlu mengevaluasi seberapa banyak kita ngobrol dengan anak kita. Mungkin yang paling sering kita tanyakan selalu nilai dan angka.

Inilah sebabnya ada anak yang tidak mau ngobrol, karena yang ditanyakan tidak lalin adalah nilai dan angka.

Cobalah orangtua menanyakan  : “Bagaimana kamu di sekolah hari ini, bagaimana teman-teman kamu?”

Apakah kita memberikan waktu, mendengar, menerima apa yang menjadi perasaannya, apa yang mengecewakannya ? Apakah kita lebih sering menasehati atau menyalahkan anak?

Anak perlu merasa bahwa dia diterima dan diperhatikan.

  • Berikan dukungan dan pujian.

Dukungan dapat diberikan dalam berbagai bentuk. Misalnya, saat anak mendapat nilai yang jelek di sekolah, kita sebagai orangtua harus memaafkan dan jangan langsung memarahinya apalagi dengan menyebutnya anak bodoh.

Saat anak mendapatkan prestasi disekolahnya jangan sungkan untuk memujinya. Sekecil apapun keberhasilan yang diraihnya itu. Jika perlu kita juga bisa mengajaknya makan bersama makanan kesukaannya untuk merayakan keberhasilannya. Dari situ anak bisa termotivasi untuk terus belajar lagi dan lagi.

Jika dibutuhkan, kita dapat mendampingi anak ketika belajar. Anak akan menjadi merasa lebih diperhatikan oleh orang tuanya. Hal ini akan mempengaruhi psikologi anak dan mendorong dirinya untuk semangat belajar.

  • Sasaran yang realistis.

Jika kita mengetahui kemampuan anak kita dan kekurangannya,  terimalah anak kita sebagaimana dia adanya. Jangan paksakan menjadi orang lain.

Jangan pernah membandingkan anak. Jangan bandingkan dengan siapa pun dan dengan alasan apa pun, karena itu akan membuat hati anak hancur dan sangat merusak!

Ingatlah bahwa setiap anak adalah unik !

  • Teladan.

Orang tua merupakan panutan dari anaknya, oleh karena itu kita harus memberikan contoh terbaik agar ditiru oleh anak. Saat orang tua menyuruh dan mengawasi anak belajar, usahakan agar orangtua juga terlihat seperti mempelajari sesuatu, misalnya dengan membaca buku. Sesekali ajak anak Anda untuk berdiskusi mengenai suatu topik yang seru. Dengan begitu anak melihat bahwa orang tuapun ikut belajar.

Hindari saat anak belajar, orangtua malah menonton televisi, tiduran atau bermain gadget.

Anak bisa berpikir bahwa enak sekali orangtua menonton, sedangkan saya capek belajar.

 

KEBERHASILAN DALAM MENDIDIK ANAK DIUKUR DENGAN

APA YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA, BUKAN APA YANG DILAKUKAN ANAK.


  • 0

Training : Solution-Focused Counseling”

Brosur Solution Focused Counseling-2016-v2

Gunakan waktu berharga Anda untuk memperlengkapi diri dengan mengikuti:

Training “Solution-Focused Counseling”
Materi :
– Pembekalan Tentang Prinsip & Ketrampilan Dasar Konseling
– Pembekalan Cara Melakukan Solution Focused Counseling.
– Latihan Praktik + Tip-Tips Praktis

Waktu : Jumat-Sabtu, 26-27 Februari 2016

Trainer: Illyana Widodo, M.Pd.K., CBC., CLC.
– Certified Behaviour Consultant (CBC)
– Certified Leadership Coach (CLC)
– Pendiri Victory Counseling Center & Parent Club
– Konselor Yayasan Pelikan & Eagleheart Counseling Center
– Narasumber Radio, Pembicara Seminar & Trainer

Lokasi:
Gedung Heartline Center Jl. Permatasari No. 1000 Lippo Karawaci, Tangerang
Investasi: Rp. 900.000,- (sudah termasuk makan & sertifikat)
Transfer ke: BCA 5415143173 a/n Ellen Patricia

Informasi Pendaftaran: 0811 1830 752 & 0811 8555 51


  • 0

The Power of TWOgether

Tags :

Category : EVENT , MARRIAGE , WOMEN

IMG-20160118-WA0016

Salah satu prioritas agenda Tuhan di dalam pembebasan seutuhnya adalah pembebaan di dalam keluarga. Di mana Tuhan akan memulihkan setiap keluarga.

Jika keluarga kuat, maka gereja akan kuat, maka komunitas akan kuat.
Jika komunitas kuat, maka bangsa akan kuat.
Nah, agar keluarga kuat, harus dimulai dari relasi suami istri yang kuat.
Oleh sebab itu, bertepatan dengan Valentine’s Day, maka Women of Excellence mengadakan acara special untuk memperbaharui relasi suami istri,  yaitu Romantic Dinner for Couples dengan topik : The Power of TWOgether.
Tempat : Hotel Olive, Karawaci
Hari : Rabu, 10 Februari 2016
Jam : 18.00 – 21.30
Pembicara : Pdt. Ir. Djarot Wijanarko
Acara :
Fotobooth setiap pasangan, dinner, games suami istri, ibadah, recommitment dan saling mendoakan antara suami istri.

  • 0

Homeschooling for Special Needs

Tags :

Category : EVENT

Homeschooling for Special Needs (2)

 

Kurikulum di sekolah tidak cocok dengan anak?
Ingin mengembangkan potensi anak yang unik & special?
Apa itu Homeschooling?
Bagaimana orangtua memulai Homeschooling?

Temukan jawabannya dalam Seminar & Talkshow :

HOMESCHOOLING for Special Needs

Hari : Sabtu, 23 Januari 2016
Pkl : 15.00 – 17.00
@WTC Serpong

Kesaksian :
Seorang ibu yang memiliki anak Special Needs & telah menjalankan Homeschooling sampai anaknya berusia 20 tahun.

Free
Registrasi : HUG#NAMA#JUMLAH HADIR ke 08999 600016


  • 0

Music Therapy

music-therapy-v2

Musik sangat berpengaruh dalam kehidupan kita.

Musik memiliki kekuatan untuk mengobati penyakit dan meningkatkan kemampuan pikiran seseorang.

Ketika musik diterapkan menjadi sebuah terapi, musik dapat meningkatkan, memulihkan, dan memelihara kesehatan fisik, mental, emosional, sosial dan  spiritual.

Bagaimana menerapkan terapi musik bagi anak berkebutuhan khusus?

Temukan jawabannya dalam Seminar & Talkshow :

MUSIC THERAPY for Special Needs

Hari : Sabtu, 28 November 2015

Pkl : 15.00 – 17.00

@WTC Serpong

Narasumber : Melda Simorangkir, M.Pd

* Pembicara & Pakar mengenai Anak Berkebutuhan Khusus

* Konsultan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

* Direktur Golden Kids Special Needs Center

Free

Registrasi : HUG#NAMA#JUMLAH HADIR

Kirim ke  0813 10463280

 


  • 0

HOME THERAPY for Special Needs

Home Therapy - v2

HUG Ministry (Hope for the Uniquely Gifted Ministry)

Adalah komunitas dan support group bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

HUG Ministry mengundang orangtua, guru, pengerja, guru sekolah minggu, konselor anak dan aktivis pelayanan anak berkebutuhan khusus untuk hadir dalam:

 

Seminar & Workshop

Tema : HOME THERAPY for Special Needs

Bagaimana kita memaksimalkan terapi pada Anak Berkebutuhan Khusus?

Apa yang dapat orangtua lakukan untuk melakukan terapi di rumah?

 

Sessi 1 : Analisa Gangguan Anak Berkebutuhan Khusus (Gangguan Taktil & Vestibular).

Sessi 2 : Tindakan Sederhana dengan Home Therapy.

 

Hari :  Sabtu, 24 Oktober 2015

Jam : 09.00 – 15.00

Tempat : WTC Church

Jln. Ruko Golden Boulevard 2 blok W1/29 – BSD

 

Narasumber : para pakar & konsultan Anak Berkebutuhan Khusus

#1. Ratih Zimmer Gandasetiawan, Dipl.Phys.T

  • Pengembang Program Sensomotorik dalam Pendidikan Inklusif Usia Dini
  • Ketua PAJ 1994 – sekarang (German Alumni Association)
  • Penulis buku : “Mengoptimalkan IQ & EQ Anak melalui Sensomotorik” & “Mendesain Karakter Anak melalui Sensomotorik”

#2. Melda Simorangkir M.Pd

  • Konsultan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
  • Direktur Golden Kids Center
  • Pembina penatalayan bidang anak di beberapa sinode

BIAYA PENDAFTARAN (termasuk makalah & makan siang) :

  • Perorangan : Rp 50.000,-
  • Pasangan : Rp 75.000,-
  • Assessment Anak & konsultasi : Rp 150.000,- /anak (terbatas untuk 15 anak)

Pembayaran biaya pendaftaran melalui transfer ke : BCA – 5490 999983, an. SELVIA.

Bukti transfer di-email ke  hugministry77@gmail.com & konfirmasi via sms ke nomor : 0813 14887777

Setelah melakukan pembayaran, maka dapat mengisi formulis pendaftaran di: Pendaftaran Home Therapy

 

Earlybird sampai dengan tanggal 10 Oktober 2015  akan mendapatkan VCD Special Needs Awareness.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Selvia :  0813 14887777


  • 0

Mendisiplin Anak & Remaja

Category : EVENT , PARENTING

Mendisiplin Anak & Remaja - v2

Ada berbagai alasan yang membuat orang tua bimbang dalam memutuskan bentuk disiplin yang akan diterapkan pada anak.

– Bagaimana mendisiplin anak secara Alkitabiah?

– Bagaimana memberikan disiplin sesuai usia anak?

– Seberapa efektif reward & punishment saat diterapkan?

Temukan jawabannya dalam Mini Seminar Petra Parents Club


  • 0

Kupas Tuntas Pernikahan Sesama Jenis

Tags :

Category : EVENT , SEMINAR

Kupas Tuntas Pernikahan Sesama Jenis - v2

 

Pasca Presiden Barack Obama melegalkan pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat, muncullah banyak pertanyaan mengenai :

– Apa itu LGBT ?

– Apa kata Alkitab mengenai LGBT ?

– Mengapa ada pernikahan sesama jenis ?

– Bagaimana keluarga dapat mengantisipasi atau mencegahnya ?

– Bagaimana kita dapat menolong mereka ?

Temukan jawabannya dalam :

SEMINAR & TALK SHOW

“KUPAS TUNTAS PERNIKAHAN SESAMA JENIS”

Mengundang : orangtua, dewasa muda, hamba Tuhan, konselor, pemerhati anak

Hari /tanggal : Sabtu, 12 September 2015

Jam : 17.00 – 20.00

Tempat : GBI WTC Serpong

Pembicara :

Sony Samurai Sompie, MA

Seseorang yang sudah pulih dari “ketertarikan sesama jenis”.

Saat ini sudah menikah, membentuk SinG Ministry.


  • 0

  • 0

Communication & Anger Management

Category : EVENT , PARENTING

Communication & Anger - Aug '15-v1

 

Komunikasi adalah cara membangun ikatan kuat dengan orang yang kita kasihi.

Mengelola kemarahan adalah salah satu pergumulan yang sering dihadapi orangtua.

Bagaimanameningkatkan peran sebagai orangtua ?

Temukan jawabannya dalam Seminar Petra Parents Club