Raising Teens Class

  • 0

Raising Teens Class

 

Kelas Parenting untuk orangtua yang memiliki anak remaja (usia 12 – 17 tahun).

Kelas : RAISING TEENS

Topik :

# Memahami perkembangan, kebutuhan & masalah remaja

# Menolong remaja mengenali potensi diri

# Berkomunikasi dan bersahabat dengan remaja

# Mendisiplin anak remaja


  • 0

Counseling Training

Category : COUNSELING , EVENT

 

Belajar ketrampilan konseling yang efektif untuk menolong orang lain keluar dari masalahnya dan mempertajam praktek konseling dengan ketrampilan Solution Focused Counseling.
Materi :
– Pembekalan Tentang Prinsip & Ketrampilan Dasar Konseling
– Pembekalan Cara Melakukan Solution Focused Counseling.
– Latihan Praktik + Tip-Tips Praktis

 

 

 


  • 0

COUPLES DINNER – Valentine’s Day

Category : DATING , MARRIAGE , MEN , WOMEN

.
Jika keluarga kuat, maka gereja akan kuat, maka komunitas akan kuat.
Jika komunitas kuat, maka bangsa akan kuat.
 .
Nah, agar keluarga kuat, harus dimulai dari relasi suami istri yang kuat.
 .
Oleh sebab itu, bertepatan dengan Valentine’s Day, maka Man of Integrity dan Women of Excellence mengadakan acara gabungan  special untuk memperbaharui relasi suami istri,  yaitu Gala Dinner for Couples dengan topik : ReasSUREr & SUPPORTer
“Read More”

  • 0

Mother Styles

img-20161217-wa0009-2

 

Saat diberi kepercayaan menjadi seorang ibu, kerinduan kita tentunya adalah dapat menjalankan peran sebagai ibu dengan benar.

Menjadi seorang ibu yang baik adalah dambaan semua wanita. Tapi seringkali kita berpikir  bahwa untuk menjadi orangtua yang baik adalah kita harus expert atau ahli.  Itulah sebabnya banyak dijual parenting book, ada seminar-seminar parenting dan banyak orangtua belajar bagaimana menjadi orangtua yang baik dan benar.  Ilmu-ilmu yang dipelajari dan masukan dari orang lain seringkali membuat kita bingung. Sehingga melupakan satu hal yang sangat penting bahwa sebagai ibu atau sebagai orang tua, jika kita mengenal dan memahami diri kita, maka kita juga akan bisa memahami anak-anak kita. Oleh karena itu hari ini kita belajar mengenai Mother Styles.

Apa saja yang diperoleh jika kita belajar Mother Styles ?

  • Mengenal kekuatan kita, sehingga kita lebih percaya diri dengan kecenderungan kita yang natural dan pendekatan yang unik sebagai ibu.
  • Kita akan lebih realistik dan bisa menerima apa yang menjadi pergumulan atau perjuangan kita sebagai seorang ibu. Karena setiap style memiliki keterbatasan juga.
  • Mengurangi rasa bersalah yang disebabkan merasa tidak bisa menjadi ibu yang baik.
  • Belajar bagaimana me-recharge diri sendiri sesuai dengan style kita.
  • Mengerti dan meminimalkan konflik dengan pasangan dan anak-anak yang berbeda style.
  • Bisa memenuhi kebutuhan anggota keluarga.
  • Bisa menerima dan menghargai perbedaan di dalam keluarga.

  • 0

WAR ROOM

Tags :

Category : EVENT

img-20161128-wa0020-2

 

Jangan lewatkan acara nonton bareng (NOBAR) film WAR ROOM bersama pasangan.

Sebuah film yang mengisahkan perjuangan seseorang yang berdoa bagi keluarga dan orang yang dicintainya, sampai Tuhan melakukan pemulihan demi pemulihan yang ajaib dalam kehidupan keluarga mereka.

 


  • 0

  • 0

Test Minat Bakat

Test Minat Bakat - 2016

 

Terkadang seseorang memilih pilihan hidup yang tidak sesuai dengan potensi, minat, dan bakat yang dimiliki. Sehingga tidak sedikit orang yang menjalani kehidupannya dengan tidak maksimal.

Sebagai contoh, siswa SMA yang akan memilih jurusan. Setidaknya ada tiga jurusan yang bisa dipilih, yaitu IPA, IPS, atau Bahasa.

Contoh lainnya, untuk anak yang akan memasuki jenjang pendidikan Perguruan Tinggi, jurusan atau bidang studi yang akan dipilihnya berhubungan dengan karirnya di masa depan. Tidak sedikit mahasiswa yang merasa “salah jurusan” dan akhirnya tidak menyelesaikan kuliahnya. Ada yang ingin  pindah ke jurusan lain, tetapi juga bingung untuk menentukan jurusan apa yang cocok baginya.

Oleh sebab itu, sangatlah penting apabila seorang anak dipersiapkan dengan baik agar mereka dapat berada di tempat yang tepat.

Setiap anak memiliki minat dan bakat tertentu dengan komposisi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Bakat adalah potensi yang dimiliki individu yang masih perlu dikembangkan serta dilatih untuk menjadi lebih cakap sehingga memiliki keterampilan khusus.

Secara fungsinya ada 2 jenis bakat yaitu :

#1. Kemampuan di bidang khusus,seperti bakat di bidang seni, mekanik dan sebagainya.

#2. Bakat khusus yang dibutuhkan sebagai perantara untuk merealisir kemampuan khusus, seperti bakat melihat ruang (dimensi) akan sangat dibutuhkan untuk merealisasi kemampuan di bidang tehnik arsitek.

Pengertian Minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan perasaan ingin tahu, perhatian, serta memberikan kesenangan. Minat dapat dijadika indikator dari kekuatan seseorang di area tertentu dimana dia akan termotivasi untuk mempelajarinya dan menunjukkan kinerja yang tinggi.

Bakat akan sulit untuk berkembang dengan baik apabila tidak diawali dengan adanya minat pada bidang yang akan ditekuni.

Test minat dan bakat dapat membantu memberikan gambaran mengenai kemampuan seseorang  anak di berbagai minatnya pada bidang-bidang tertentu, untuk kemudian dijadikan acuan dalam merencanakan serta membuat keputusan mengenai pilihan pendidikan atau pekerjaan.

Melalui tes bakat maka akan diperoleh gambaran mengenai berbagai bidang kemampuan dan minat seorang anak.

Hasil dari tes minat bakat yang diikuti dapat di-follow up dengan  mendiskusikan mengenai pilihan-pilihan jurusan dan karir yang telah dipikirkan oleh anak.


  • 0

Family Therapy Workshop

Category : EVENT , FAMILY , SEMINAR

family-therapy-v2
.
FAMILY THERAPY WORKSHOP
 
Hari : Sabtu, 25 Juni 2016
Pkl   : 09.00 – 16.00
 
Tempat : Hotel Olive, Karawaci
 
Narasumber : DR. VIJI SAM
  • Director Peniel Counseling Center, Kottayam
  • www.penielcounsellingcentre.in
  • Pastor, Assemblies of God
  • Professor, Ebenezer Theological College, Vengoor
 
Materi :
  • Keluarga menurut pandangan Alkitab
  • Tipe-tipe keluarga
  • Mengapa pernikahan tidak berfungsi
  • Teknik & Proses Family Therapy (komponen, karakteristik, konsep, tujuan, kriteria seorang Terapis, perlengkapan, teknik, dll)
  • Praktek Family Therapy
 
Kontribusi peserta (snacks, lunch, makalah, sertifikat) :
Rp 100.000,-  (Early Bird, s/d tgl 15 Juni 2016)
Rp 150.000,-  (Harga Normal)

  • 0

Mengapa Anak tidak mau Belajar

IKLAN PARENTING APRIL 2016-3

Banyak pertanyaan “Kenapa anak saya tidak senang belajar, bermain saja seharian.” Ada lagi seorang ibu selalu teriak-teriak dahulu untuk menyuruh anaknya belajar. Katanya “Anak saya itu kalau sudah disuruh belajar, selalu ngumpet. Kalau sudah ketemu, dia lari bersembunyi di tempat lain. Sampai rasanya kesal sekali,”

Mungkin orangtua sudah mengusahakan yang terbaik untuk anak tetapi tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Mulai dari les tambahan hingga memberikan suplemen makanan tambahan. Tetapi seringkali sama saja, anak tetap sulit belajar.

Saat mendengar kata “belajar”, banyak anak yang enggan untuk melakukannya.

Bagi mereka…. mungkin belajar merupakan sebuah beban yang mereka harus kerjakan, bahkan belajar bisa jadi merupakan hal yang paling tidak disukai oleh anak.

Sikap-sikap yang sering diperlihatkan anak saat tidak mau belajar, antara lain : malas, ogah-ogahan, tidak mengerjakan PR, harus dimongin atau dipaksa baru mau belajar, maunya hanya bermain, berdebat saat disuruh belajar, atau seringkali terlihat belajar tetapi sebenarnya melamun.

Sebagai orangtua, kita pasti khawatir jika menghadapi anak kita tidak mau belajar.  Kekhawatiran seperti ini dapat dimengerti, mengingat kenyataan setiap orangtua yang selalu menginginkan dapat memberikan anak mereka masa depan yang lebih baik serta pendidikan yang maksimal.

Well, sesungguhnya yang menyebabkan anak tidak mau belajar adalah karena mereka kehilangan motivasi untuk belajar. Motivasi merupakan hal yang begitu penting. Sebab bersama dengan motivasi, seseorang akan terpacu untuk meraih dan menggapai prestasi dalam hidupnya. Berbeda dengan orang dewasa yang dapat dengan mudah mengatasi kurangnya motivasi, anak-anak memiliki kesulitan yang cukup besar dalam mendapatkan inspirasi jika tidak ada dorongan atau motivasi dari orang tertentu yang dapt mereka percayai.

Nah, disinilah peran orangtua sangat penting untuk dapat memotivasi anak agar memiliki semangat untuk belajar.

Untuk bisa mengatasi kesulitan belajar pada anak, maka orangtua perlu memahami lebih dulu apa yang menyebabkan anak tidak memiliki motivasi untuk belajar.

Ada berbagai hal yang perlu dikenali oleh orangtua, mengapa anak tidak mau belajar, antara lain:

  • Lelah karena apa?

Salah satunya lelah karena beban sekolah yang terlalu banyak ! Bayangkan di sekolah setiap hari belajar 6-7 mata pelajaran. Belum lagi anak jaman sekarang sarat dengan les-les tambahan. Saat tiba di rumah, kita memaksa anak untuk belajar. Tentunya sangat melelahkan.

  • Tidak suka akan pelajarannya.

Apa saja yang menyebabkan anak tidak suka pelajarannya?

Bisa jadi anak tidak suka pelajaran karena tidak suka gurunya, misal gurunya kasar dan sering memarahinya, sehingga anak tidak bersemangat. Mungkin pula pelajarannya terlalu sukar, atau pelajaran itu tidak sesuai dengan minatnya.

Ada anak yang tidak terlalu suka mata pelajaran akademik seperti Matematika, IPA, ada yang mungkin kelak akan menjadi pelukis, olahragawan, seniman, fotografer, dll.

Anak-anak seperti ini mungkin kurang berminat untuk berjam-jam menghafal pelajaran untuk ulangan. Jika orangtua tidak memahami ini, maka kita bisa cenderung terus memaksa anak, dan berkata negative pada anak, misalnya bilang anak bodoh dan malas.

  • Gangguan fisik.

Misalnya mengalami gangguan penglihatan (mata minus) atau gangguan pendengaran. Kemudian anak sulit memahami pelajaran di sekolah sehingga ia menjadi malas mengulang pelajaran di rumah.

  • Masalah di dalam

Misalnya orangtua sering membandingkan anak, sering marah dan mengucapkan kata-kata kasar, atau papa mama sering konflik di rumah.

Ini membuat anak menjadi tidak fokus dan tidak memiliki semangat, karena dia melihat kekacauan di rumah. Anak juga akan terganggu secara emosi.

  • Pola asuh atau didikan orangtua.

Ada orangtua yang permisif, misalnya orangtua berkata : “Papa dulu dibiarkan saja, tidak belajar pun,  bisa jadi seperti ini. Ga belajar juga ga apa-apa, papa bisa jadi pengusaha sukses.”

Kebalikannya adalah orangtua yang terlalu otoriter, yang menaruh standard sangat tinggi dan tidak mau mengerti keadaan anak, sehingga dapat membuat anak frustasi.

Oleh karena itu, sebagai orangtua, kita perlu mengenali diri kita sendiri terlebih dulu.

 Adapula orangtua yang sudah memberikan gadget yang menarik sehingga anak menjadi bosan  dan malas jika membaca buku-buku pelajaran sekolah.  Pernahkah orangtua memikirkan hal ini?

Seringkali orangtua berpikir sayang anak lalu memberikan gadget kepada anak pada usia dini, padahal tanpa sadar kita sedang menjerumuskan mereka dengan gadget.

  • Cara belajar /learning style yang berbeda.

Kenali tipe dominan dalam cara belajar anak, apakah tipe belajar anak Anda adalah Auditory, yaitu anak lebih mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan, tipe belajar Visual yaitu lebih cepat menerima pelajaran dengan melihat atau tipe Kinestetik alias fisik. Meminta anak secara untuk terus menerus belajar dengan cara yang kurang sesuai dengan tipe yang tepat untuk belajar anak hanya akan membuat anak tidak maksimal dalam menyerap isi pelajaran, sehingga anakpun tidak dapat berkembang dengan maksimal.

  • Harapan orangtua

Ada harapan orangtua yang tidak realistis.

Misalnya setiap anak memiliki daya konsentrasi yang berbeda-beda. Coba amati anak kita, apakah ia tipe anak yang dapat berkonsentrasi selama 2 jam penuh atau hanya 30 menit. Sungguh tidak realistis apabila anak kita merupakan tipe daya konsentrasi pendek, lalu kita paksakan untuk fokus belajar selama 2 jam.

Itulah sebabnya orangtua perlu mengenali harapan-harapannya. Perlu mengenali pikiran, hati dan motivasi kita sebagai orangtua. Sehingga tidak menuntut anak sesuai maunya kita.

Orangtua perlu memperhatikan lingkungan belajar seperti apa yang cocok dengan anak kita.

Misal : ada yang senang belajar jika sambil mendengar musik. Ada yang senang belajar di lingkungan yang tenang.

  • Kepribadian anak.

Kepribadian berhubungan dengan bagaimana anak dapat dimotivasi atau dibimbing.

Misalnya anak yang memiliki kepribadian stabil, dia akan senang dibimbing secara detail, dan orangtua menunjukkan “how to”. Anak yang dominan, senang jika diberi tantangan.

Jika orangtua tidak mengenali, maka orangtua cenderung memaksa anak dan mendorong-dorong sesuai dengan cara kita, ini dapat membuat anak frustasi.

Nah, bagaimana orangtua dapat membantu untuk meningkatkan motivasi belajar anak?

  • Belajar itu perlu menyenangkan.

Setiap anak tentu mempunyai metode yang berbeda-beda dalam belajar. Namun, untuk anak, terutama yang masih kecil, kita harus menggunakan metode belajar sambil bermain agar anak tidak merasa bosan. Misalnya, kita dapat mengajarkan bahasa Inggris pada anak melalui film kartun atau lagu barat untuk anak-anak. Ataupun mengajarkan Matematika dengan permainan game. Dengan begitu, anak akan merasa senang dan sekaligus mendapatkan banyak pengetahuan baru.

Kemudian ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Buat ruang belajar yang menarik, rapi dan tidak membuat anak malas di dalam ruang belajar.

  • Memiliki tujuan.

Apakah anak kita memiliki tujuan belajar yang jelas. Apakah anak tahu apa tujuannya pergi ke sekolah?  Dan apa keuntungan serta manfaat untuk mereka duduk dan mendengarkan guru menjelaskan materi pelajaran di kelas?

Kalau mereka sekolah hanya untuk memenuhi tuntutan orangtua, maka akan menyiksa sekali.

Kita bisa menjelaskan pada anak tentang manfaat dari pelajaran di sekolah yang sedang dipelajari, terutama yang sesuai dengan minat anak tersebut. Contoh : “Dengan belajar perkalian, maka saat liburan naik kelas nanti nanti kamu bisa dengan mudah menghitung berapa harga-harga barang yang akan kamu beli nanti tempat liburan dan kamu bisa membandingkannya dengan harga di di tempat lain atau di mall terdekat.” Atau “Jika kamu pintar berbicara dalam bahasa inggris maka nanti kamu akan mudah berkomunikasi dengan wisatawan asing ditempat liburan.”

 Kemudian orangtua dapat membantu anak menemukan cita-citanya. Saat anak sudah tahu apa cita-citanya maka Anda bisa mengarahkan anak untuk belajar. Bahwa belajar adalah satu cara untuk mencapai impian anak.

  • Menghargai anak.

Orangtua perlu memberi penghargaan kepada anak saat mereka mendapatkan prestasi yang baik di sekolah,  memberikan dukungan semangat ketika mereka merasa down dan kelelahan saar belajar atau memiliki masalah di sekolah. Ini sangat berati untuk anak agar motivasi belajarnya terjaga dengan baik.

  • Komunikasi.

Ini adalah hal yang paling penting. Kita perlu mengevaluasi seberapa banyak kita ngobrol dengan anak kita. Mungkin yang paling sering kita tanyakan selalu nilai dan angka.

Inilah sebabnya ada anak yang tidak mau ngobrol, karena yang ditanyakan tidak lalin adalah nilai dan angka.

Cobalah orangtua menanyakan  : “Bagaimana kamu di sekolah hari ini, bagaimana teman-teman kamu?”

Apakah kita memberikan waktu, mendengar, menerima apa yang menjadi perasaannya, apa yang mengecewakannya ? Apakah kita lebih sering menasehati atau menyalahkan anak?

Anak perlu merasa bahwa dia diterima dan diperhatikan.

  • Berikan dukungan dan pujian.

Dukungan dapat diberikan dalam berbagai bentuk. Misalnya, saat anak mendapat nilai yang jelek di sekolah, kita sebagai orangtua harus memaafkan dan jangan langsung memarahinya apalagi dengan menyebutnya anak bodoh.

Saat anak mendapatkan prestasi disekolahnya jangan sungkan untuk memujinya. Sekecil apapun keberhasilan yang diraihnya itu. Jika perlu kita juga bisa mengajaknya makan bersama makanan kesukaannya untuk merayakan keberhasilannya. Dari situ anak bisa termotivasi untuk terus belajar lagi dan lagi.

Jika dibutuhkan, kita dapat mendampingi anak ketika belajar. Anak akan menjadi merasa lebih diperhatikan oleh orang tuanya. Hal ini akan mempengaruhi psikologi anak dan mendorong dirinya untuk semangat belajar.

  • Sasaran yang realistis.

Jika kita mengetahui kemampuan anak kita dan kekurangannya,  terimalah anak kita sebagaimana dia adanya. Jangan paksakan menjadi orang lain.

Jangan pernah membandingkan anak. Jangan bandingkan dengan siapa pun dan dengan alasan apa pun, karena itu akan membuat hati anak hancur dan sangat merusak!

Ingatlah bahwa setiap anak adalah unik !

  • Teladan.

Orang tua merupakan panutan dari anaknya, oleh karena itu kita harus memberikan contoh terbaik agar ditiru oleh anak. Saat orang tua menyuruh dan mengawasi anak belajar, usahakan agar orangtua juga terlihat seperti mempelajari sesuatu, misalnya dengan membaca buku. Sesekali ajak anak Anda untuk berdiskusi mengenai suatu topik yang seru. Dengan begitu anak melihat bahwa orang tuapun ikut belajar.

Hindari saat anak belajar, orangtua malah menonton televisi, tiduran atau bermain gadget.

Anak bisa berpikir bahwa enak sekali orangtua menonton, sedangkan saya capek belajar.

 

KEBERHASILAN DALAM MENDIDIK ANAK DIUKUR DENGAN

APA YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA, BUKAN APA YANG DILAKUKAN ANAK.


  • 0

Training : Solution-Focused Counseling”

Brosur Solution Focused Counseling-2016-v2

Gunakan waktu berharga Anda untuk memperlengkapi diri dengan mengikuti:

Training “Solution-Focused Counseling”
Materi :
– Pembekalan Tentang Prinsip & Ketrampilan Dasar Konseling
– Pembekalan Cara Melakukan Solution Focused Counseling.
– Latihan Praktik + Tip-Tips Praktis

Waktu : Jumat-Sabtu, 26-27 Februari 2016

Trainer: Illyana Widodo, M.Pd.K., CBC., CLC.
– Certified Behaviour Consultant (CBC)
– Certified Leadership Coach (CLC)
– Pendiri Victory Counseling Center & Parent Club
– Konselor Yayasan Pelikan & Eagleheart Counseling Center
– Narasumber Radio, Pembicara Seminar & Trainer

Lokasi:
Gedung Heartline Center Jl. Permatasari No. 1000 Lippo Karawaci, Tangerang
Investasi: Rp. 900.000,- (sudah termasuk makan & sertifikat)
Transfer ke: BCA 5415143173 a/n Ellen Patricia

Informasi Pendaftaran: 0811 1830 752 & 0811 8555 51