Say NO to Premarital Sex

  • 0

Say NO to Premarital Sex

Category : COUNSELING , DATING , LOVE , LSD , SEX

premarital sex

Saya baru berpacaran selama 3 bulan. Saya sering mendengar pengajaran bahwa selama berpacaran, harus menjaga kekudusan, tidak boleh melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Tapi anak muda jaman sekarang kan kalo begitu dibilang kuno. Hubungan seks sebelum menikah itu biasa dan katanya itu adalah bukti cinta. Kadang-kadang pacar bisa mengancam putus jika menolak permintaannya. Sebenarnya…. apakah ada pengaruh jika melakukan hubungan seks sebelum menikah? Bagaimana caranya jika saya ingin menjaga kekudusan saat pacaran? (Vani, 20 tahun)

Vani,

Terima kasih untuk pertanyaan Anda. Terima kasih juga untuk kejujuran Anda atas perasaan Anda terhadap diri sendiri.

Saya sangat menghargai kerinduan Anda untuk menjaga kekudusan pada masa pacaran, di mana saat ini dunia justru semakin mengabaikan prinsip tersebut.

Firman Tuhan jelas tertulis dalam  1 Petrus 1:4, “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.”

Keseriusan sebuah hubungan pacaran atau PraNikah, tandanya adalah mempunyai kemampuan menguasai diri dan berhasil membawa pasangannya masuk dalam pernikahan kudus. Inilah yang  namanya cinta sejati.

Berhati-hatilah karena banyak yang terjerat dengan cinta palsu dengan mengatakan, “Jika kamu sungguh-sungguh mencintaiku, maka seharusnya kamu memberikan apa yang saya minta.”

Kalau pacar minta berhubungan seks, ini justru bukan cinta sejati. Ini cinta palsu !!

Cinta sejati bisa menunggu, cinta sejati menghormati pasangannya. Satu-satunya cara untuk menguji apakah kita dikuasai cinta sejati atau hawa nafsu belaka, adalah dengan berani menolak permintaan untuk berhubungan seksual di masa pacaran.  Say “NO” to premarital sex !

Nah, sebenarnya hasrat seksual adalah normal, yang dapat menimbulkan keinginan untuk selalu berdekatan dengan pacar. Namun kita perlu ingat bahwa Tuhan sudah mengatur yang terbaik. Hasrat seksual tidak boleh dipuaskan di dalam masa pacaran, hanya boleh dirayakan di dalam ikatan pernikahan yang kudus.

Jangan dikuasai oleh hawa nafsu. Nafsu tidak dapat menunggu dan ingin mendapatkan keinginannya sekarang juga, dengan cara apa pun. Nafsu selalu menuntut dipuaskan segera, memaksakan kehendaknya, merampas hak orang. Dan Tuhan melarang hal ini. Oleh sebab itu, taatilah Firman Tuhan, belajarlah menguasai diri dengan menjaga kekudusan dalam masa pacaran.

Apa dampaknya jika melakukan hubungan seksual sebelum menikah?

Hubungan seksual menyatukan dua insan. Keduanya  menjadi satu daging. Di dalam pernikahan, ada integrasi, antara seks, cinta sejati, relasi seumur hidup, komitmen bersama selamanya. Tubuh, jiwa, pikiran bahkan roh menyatu. Sementara di masa pacaran, semua itu tidak ada! Belum ada komitmen seumur hidup. Belum ada relasi yang diikat oleh Tuhan dan direstuai orangtua. Belum ada cinta teruji. Belum ada janji yang diucapkan. Karena itu, hubungan seks tidak boleh dilakukan di masa pacaran. Ketika dilakukan di luar pernikahan, akibatnya jiwa terbelah (bukan penyatuan), kebingungan, kerusakan diri, karena batasan yang telah ditetapkan Tuhan dilanggar.

Apa yang akan terjadi?

#1. Melukai hati Tuhan, karena melanggar Firman Tuhan.

#2. Melukai diri sendiri.

Hubungan seks sebelum menikah juga akan merusak relasi dengan diri sendiri. Seks dalam naturnya memang diciptakan untuk mempersatukan dua individu dalam pernikahan. Jika di luar pernikahan, maka akan ada perasaan :

  • Perasaan bersalah dan rasa tidak damai sejahtera.  Jika kita memiliki nurani dan moral yang baik, akan ada perasaan bersalah setelah melakukannya. Banyak yang mencoba menenangkan diri dan mematikan hati nurani, maka…. hati nurani bisa menjadi tumpul, dan hal itu akan menjadi biasa.
  • Perasaan khawatir. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah kehamilan. Jika hamil bagaimana kelanjutannya? Survey menemukan bahwa delapan dari sepuluh pria yang menghamili, ternyata tidak mau menikah dengan pacaranya tersebut. Nah, ini membutktikan bahwa seks di luar nikah bukan karena cinta, tapi nafsu yang tidak terkendali.
  • Perasaan takut. Khususnya bagi wanita akan ada pertanyaan : bagaimana jika hubungan ini berakhir? Saya sudah ternoda. Takut diputusin. Takut jika nanti batal menikah. Takut ditinggalkan. Akibatnya semakin posesif dan semakin mengikat. Hubungan yang seharusnya terjalin atas dasar percaya, menjadi rusak.
  • Perasaan gelisah. Akan dihantui perasaan cemas, curiga.. Akan muncul pemikiran, “Apabila dia tidak bisa menguasai diri saat bersama dengan saya, sangat mungkin dia juga akan melakukan dengan orang lain.” Kepercayaan pada pasangan akan hilang.
  • Menghancurkan harga diri. Sebagai manusia kita memiliki self-esteem. Saat melakukan hubungan pelanggaran terhadap Firman Tuhan, khususnya melakukan hubungan seks sebelum pernikahan, maka akan dikuasai perasaan rendah diri, malu, dan mental menjadi lemah.

Nah, perasaan-perasaan negatif tersebut akan menguras energi dan melumpuhkan. Lalu produktivitas menurun, sulit konsentrasi, tidak mood, lama-kelamaan tidak ada lagi sukacita.

#3. Terinfeksi penyakit menular seksual. Jika melakukan hubungan seks dengan pasangan yang juga pernah melakukan hal yang sama dengan orang lain dan ia terinfeksi, maka ada resiko terkena penyakit menular seksual. Jika terinfeksi penyakit seperti HIV/AIDS sangat menakutkan dan akan membuat masa depan suram.

#4.  Dampak terhadap pasangan.

Suatu hubungan yang baik, seharusnya membantu pertumbuhan setiap pribadi. Tetapi keintiman yang terlampau jauh dan melanggar batas akan membuat dampak kebalikannya. Karena dosa sifatnya menjerat, merusak dan menghancurkan. Begitu juga dengan kekuatan seks, begitu mulai… akan terus berlanjut dan terjerat dengan hawa nafsu yang akan akan menanamkan kebiasaan menjadikan pasangan sebagai pemuas.

#5.  Dampak terhadap orang lain (komunitas).

Hidup kita yang seharusnya menjadi garam dan terang bagi komunitas, justru sebaliknya menjadi batu sandungan dan kehilangan kesempatan untuk memuliakan Tuhan. Dosa menghalagi kita untuk menjadi berkat bagi orang lain.

#6.  Dampak terhadap pernikahan.

Bagi pasangan yang sudah melakukan hubungan seks saat pacaran, walaupun pada akhirnya mereka menikah, survey menunjukkan dampak yang terjadi adalah lemahnya kepercayaan dalam pernikahan, saling curiga, sulit menghargai pasangan (hilang respek). Dan mereka lebih mungkin melakukan perselingkuhan dalam pernikahan serta bercerai kelak di kemudian hari.

Well, sungguh sedih jika dalam hidup yang begitu singkat, kita menorehkan sejarah yang buruk pada masa pacaran sehingga kita tidak dapat menerima berkat yang “the best” dari Tuhan.  Jika kita mencemari kekudusan saat memasuki pernikahan, bukan berkat yang kita terima, justru sebaliknya.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya kita bisa mengendalikan diri, menunda keinginan dan hasrat seksual sampai waktunya tiba, jangan pernah mencoba melabrak batasan yang telah Tuhan tetapkan !

Berikut ini adalah tips-tips untuk menjaga kekudusan dalam masa pacaran :

#1. Milikilah tekad dan komitmen untuk kelak memasuki pernikahan yang kudus.

#2. Batasi kedekatan fisik seperti bergandengan tangan, membelai, berpelukan dan hindari berciuman pada saat pacaran.

#3. Jika ada perasaan tertarik atau keinginan berdekatan fisik, akui di hadapan Tuhan dengan jujur, minta pertolongan Tuhan agar memberikan kekuatan untuk dapat menjalani hubungan yang kudus dan terus membangun hubungan pribadi  yang intim dengan Tuhan.

#4. Memperkaya masa pacaran dengan aktivitas yang membangun dan tidak eksklusif berdua saja.

Perbanyaklah aktivitas yang melibatkan teman-teman seiman. Waktu tidak hanya dihabiskan berdua terus, karena ada pekerjaan yang menjadi tanggung jawab, ada hobi yang dapat dinikmati, ada keluarga yang perlu diperhatikan, yaitu orangtua dan saudara.

#5. Tidak membawa diri dalam situasi yang dapat memicu hawa nafsu. Misalnya keluar kota berdua, atau berdua saja di rumah, berada di tempat sepi dan gelap, pacara di kamar tidiur, nonton film dengan adegan “berbahaya”.

#6. Jika sampai tidak dapat menahan hawa nafsu, carilah pertolongan dari orang lain seperti hamba Tuhan, konselor atau teman yang dapat dipercaya untuk dapat memperhatikan kondisi kita.

Apabila membutuhkan pertolongan konselor, dapat menghubungi Victory Counseling Ministry, kunjungilah website : www.victorycounseling.org

Tuhan Yesus memberkati !

(Sumber : Dating Insight & Banyak Cocok Sedikit Cekcok)

Leave a Reply