5 Family’s Failures on Bible

  • 0

5 Family’s Failures on Bible

Tags :

Category : FAMILY , MARRIAGE

FAMILY FAILURES

Membangun keluarga bahagia memang bukan proses mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan, bahkan diwaspadai. Alkitab menceritakan begitu banyak kisah tentang keluarga baik dari sisi keberhasilan maupun kegagalannya, sehingga kita bisa belajar dari pengalaman itu. Khusus untuk kisah yang gagal, tentu saja bukan untuk ditiru tetapi agar setiap keluarga sadar dan mewaspadai sehingga hal serupa tidak akan menimpa keluarga kita.

Berikut 5 KEGAGALAN KELUARGA di Alkitab yang perlu diwaspadai:

#1. Kegagalan keluarga Ishak. Kejadian 25:28, “Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.” Keluarga ini gagal dalam keseimbangan membagi kasih sayang pada anak-anak mereka. Kita tahu bahwa dalam keluarga ini ada dua area pembagian kasih sayang: Ishak lebih sayang pada Esau sedangkan Ribka, istrinya, lebih mengasihi Yakub. Seharusnya Ishak dan Ribka mengasihi kedua anaknya dengan kasih yang sama. Ayah ibu, jangan pernah bedakan kasih sayangmu pada anak!

#2. Kegagalan keluarga Yakub. Kejadian 37:4, “Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.” Keluarga ini gagal mengajarkan kerukunan hidup di antara anak-anaknya. Karena rasa cemburu, anak-anak Yakub mencelakai dan menjual adiknya Yusuf sebagai budak. Seharusnya orangtua bisa mengajarkan saling mengasihi dan hidup rukun di antara anak-anaknya agar keluarga bisa hidup bahagia dalam kerukunan.

#3. Kegagalan keluarga Imam Eli. 1 Sam. 2:12, 29, “Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN… Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel? Kemudian 1 Sam. 3:13, “Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka!”

Keluarga ini gagal dalam mendidik anak-anaknya untuk takut akan Tuhan dan hidup dalam kebenaran. Sekalipun Eli adalah seorang imam (pemimpin rohani) yang dipakai Tuhan, tetapi anak-anaknya justru menghujat Tuhan. Sebagai anak imam, Hofni dan Pinehas semestinya punya rasa takut akan Tuhan  dan menghormati-Nya. Namun sebaliknya, mereka justru sering menjarah korban persembahan dan melakukan perbuatan perzinahan di bait Allah. Mengerikan bukan?

#4. Kegagalan Keluarga Manoah. Hakim 14:3, “Tetapi ayahnya dan ibunya berkata kepadanya: “Tidak adakah di antara anak-anak perempuan sanak saudaramu atau di antara seluruh bangsa kita seorang perempuan, sehingga engkau pergi mengambil isteri dari orang Filistin, orang-orang yang tidak bersunat itu?” Tetapi jawab Simson kepada ayahnya: “Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai.” Keluarga ini gagal mendidik anak, khususnya dalam hal memilih pasangan hidup dan membangun pernikahan dengan benar. Simson mengambil wanita Filistin yang tidak mengenal Allah sebagai istrinya, tanpa mengindahkan nasihat orangtua.

#5. Kegagalan Keluarga Daud. 2 Samuel 12:24, “Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini.” Keluarga ini gagal dalam menjaga kekudusan dan keutuhan pernikahan. Daud tidak mempertahankan kekudusan pernikahannya, Daud berselingkuh dengan Betsyeba, istri Uria.

Melihat pengalaman-pengalaman di atas, mari setiap keluarga agar memperhatikan kondisi keluarganya lebih lagi dan menjaganya agar tidak mengalami kegagalan serupa!


Leave a Reply