What’s Wrong with Our Marriage?

  • 0

What’s Wrong with Our Marriage?

WRONG IN OUR MARRIAGE

Kami sudah menikah selama 5 tahun, kami sama-sama melayani di gereja. Saya bingung dengan kondisi pernikahan kami. Kadang-kadang saya merasa bahwa kami baik-baik saja, tetapi seringkali saya tertekan dalam pernikahan kami. Kadangkala kami bisa ngobrol dengan enak, tapi kami juga sering bertengkar. Kadangkala rumah seperti surga, tapi juga seperti neraka. Saya merasa ada yang perlu ditingkatkan dalam pernikahan kami, tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Sebenarnya bagaimana ya kondisi pernikahan kami ini ? (Yunita, 37 tahun)

JAWAB :

Ibu Yunita,

Terima kasih untuk pertanyaan Anda. Terima kasih juga untuk kejujuran Anda atas perasaan Anda terhadap diri sendiri.

Saya bisa memahami perasaan Anda, memang tidak nyaman rasanya apabila mengalami tekanan dalam relasi suami istri. Dan saya sangat menghargai kerinduan Anda untuk meningkatkan relasi pernikahan Anda.

Mengenai kondisi pernikahan, menurut William Lederer & Don Jackson dalam bukunya, The Mirages of Marriage, secara umum ada empat kategori kepuasan dalam pernikahan, yaitu :

  1. Sangat Puas
  2. Puas tetapi kadang Tidak Puas
  3. Tidak Puas tetapi kadang Puas
  4. Sangat Tidak Puas

Pernikahan yang Sangat Puas adalah pernikahan yang stabil. Di dalam pernikahan ini, suami dan istri bisa bekerja sama dengan baik. Pasangan dapat saling mengerti dengan mendalam dan mereka bisa berkomunikasi secara efektif. Mereka mampu menerima perbedaan yang ada dan saling mempercayai. Bukan berarti pasangan ini selalu setuju, tetapi mereka bisa menghargai perbedaan dan mencari solusi yang terbaik jika ada konflik.

Kedua adalah pernikahan yang Puas tetapi kadang Tidak Puas.

Nah, meski umumnya mereka sudah puas, tetapi kepuasan pernikahan pasangan ini tidak stabil. Meskipun memiliki relasi yang cukup nyaman antara satu dengan yang lainnya, tetapi rasa kecewa mereka satu terhadap yang lain  muncul  pada saat mengalami krisis. Terutama jika mengalami stress dan masa-masa sulit, lalu terjadilah ledakan dan sikap saling menyerang yang selama ini disembunyikan. Kemudian mulai saling melukai karena mereka tidak mampu mengelola konflik. Jika krisis terjadi, mereka mengalihkan perhatian pada masalah anak, sibuk dengan hobi masing-masing atau sibuk pelayanan, padahal ini hanya pelarian saja.

Jadi kepuasan dalam pernikahan hanya bersifat sementara jika keadaan baik-baik saja.

Ketiga, adalah Pernikahan yang “Tidak Puas tetapi kadang Puas.”

Pasangan kategori ini adalah pasangan yang menyadari bahwa mereka mempunyai pernikahan yang tidak menyenangkan. Tetapi mereka umumnya tidak mampu melakukan apapun untuk mengubah hal ini. Sesekali saja mereka merasa puas dengan pasangan.

Mereka tidak bisa berkomunikasi sehingga sering memendam kekecewaan, kemarahan dan sakit hati terhadap pasangannya atau kebalikannya sering mengekspresikan kemarahan dan kekecewaan secara kasar yang menyinggung perasaan. Meskipun tidak bercerai, tetapi sebenarnya sudah berpisah secara emosional. Pelarian yang mereka lakukan untuk mengatasi masalah antara lain dengan : alkohol, selingkuh, menjadi dingin, ataupun pisah kamar.

Keempat adalah “Sangat Tidak Puas.”

Kondisi pernikahan ini merupakan yang terburuk dari semua pola yang ada. Di dalam sepanjang kehidupan pernikahan, mereka hidup dalam ketidakpuasan pernikahan. Ironisnya seringkali mereka menyembunyikan rapat-rapat keadaaan pernikahan yang sesungguhnya, sehingga mereka tidak pernah mau mencari bantuan pertolongan kepada Konselor atau Terapis Pernikahan.

Nah, yang sangat perlu diingat adalah bahwa pernikahan merupakan satu proses yang terus menerus yang harus bertumbuh dan berubah secara terus-menerus. Tipe di atas bisa berubah dari satu kategori ke kategori lainnya.

Apabila Anda ingin mengetahui kondisi pernikahan Anda, Anda bisa mencoba menjawab Test sederhana di bawah ini. Tetapi dengan catatan bahwa Test ini hanya pedoman umum yang sifatnya hanya evaluasi bersama pasangan mengenai kepuasan dalam pernikahan. Jangan dipakai untuk menghakimi diri atau pasangan.

 

Mohon menjawab dengan jujur mengenai kondisi pernikahan Anda di dalam enam bulan terakhir.

Lingkarilah nomor yang cocok dengan kondisi Anda.

  1. Kami hampir selalu dapat bekerjasama dengan baik dalam pernikahan kami.
  2. Saya dapat mengerti dengan jelas pasangan saya sedalam-dalamnya.
  3. Komunikasi kami selalu lancar tanpa ada pesan yang membingungkan, sehingga kami selalu dapat saling mempercayai.
  4. Kami selalu dapat menerima satu sama lain meski dalam beberapa hal kami berbeda.
  5. Kami dapat secara kreatif dan bebas membangun identitas kami masing-masing.
  6. Meski kami tidak selalu saling setuju, tetapi kami belajar saling menghargai perbedaan pendapat dan mencari solusi yang terbaik.
  7. Meskipun saya punya relasi yang cukup baik dengan pasangan saya, namun kadangkala saya merasa kecewa dengan sifat atau karakter pasangan saya.
  8. Terkadang, terutama saat stress dan masa sulit, saya bisa marah sampai meledak dan menyerang pasangan saya secara terbuka dengan perkataan yang pedas.
  9. Kami kadang-kadang masih bisa saling melukai dan bahkan perang dingin (tidak bicara selama beberapa saat).
  10. Kadangkala rumah tangga kami seperti ‘neraka’, namun kadangkala seperti ‘surga’.
  11. Meski kadang kami konflik berat, kami tidak berusaha mencari bantuan dari profesional seperti konselor.
  12. Kalau kami konflik, kami lebih banyak memusatkan perhatian diskusi kami seputar masalah anak-anak, keuangan atau pekerjaan.
  13. Hidup pernikahan saya lebih banyak mengalami ketidakpuasan. Kalaupun saya merasa bahagia hanya sesaat saja.
  14. Sesungguhnya pada awalnya saya kurang/ tidak mencintai pasangan saya.
  15. Sesungguhnya pasangan saya kurang memperhatikan saya.
  16. Saya merasa pernikahan kami tidak menyenangkan, namun saya merasa tak bisa melakukan apapun memperbaikinya. Saya pun segan untuk melakukan apapun untuk mengubahnya.
  17. saya merasa sulit sekali mengekspresikan kemarahan secara terbuka pada pasangan saya, sebab saya takut masalah jadi tambah besar.
  18. Kami cenderung lebih suka berkelahi diam-diam, atau lebih mengekspresikan kemarahan dan kekecewaan secara kasar, atau lelucon yg menyinggung perasaan.
  19. Di dalam menghadapi konflik, saya kadang lebih memilih melarikan diri dengan kesenangan lain di luar rumah bersama teman saya, minum alkohol atau kesenangan lainnya.
  20. Kalau saya lagi marah, saya menghindar berhubungan seks dengan pasangan saya
  21. Kadang kalau kami lagi ribut, pasangan saya minta cerai dan bahkan mengijinkan saya untuk menikah lagi dengan orang lain agar saya bisa lebih memperoleh damai.
  22. Walaupun kami nampak intim di mata teman teman kami, sesungguhnya kami telah lama berpisah secara emosional bahkan juga secara fisik.
  23. Saya merasa sampai tua bisa bisa terus tidak puas dengan pasangan saya dan saya tidak mengerti mengapa saya tidak puas dengan pasangan saya.
  24. Saya sebenarnya merasa tidak sanggup lagi dengan pasangan saya, tapi saya malu bercerai. Saya sampai sekarang tidak pernah mencari bantuan konselor.
  25. Meski saya aktif ibadah dan pelayanan sosial, sesungguhnya saya kurang/ tidak merasakan keindahan rumah tangga kami.
  26. Meski pasangan saya aktif beribadah dan sosial, saya merasa pernikahan kami kurang/ tidak bahagia.

PEDOMAN PENILAIAN

  1. Jika anda melingkari angka 1 sampai 6 lebih dari separuh maka mungkin anda masuk dalam kategori: merasa Sangat Puas dalam Pernikahan
  2. Jika anda melingkari nomor 7 sampai 12 lebih dari separuh, maka mungkin Anda masuk dalam kategori: Puas tapi kadang Tidak Puas (lebih banyak puas dari tidak puas).
  3. Jika anda melingkari nomor 13 sampai 22 lebih dari separuh, maka mungkin Anda masuk dalam kategori: Tidak Puas tapi kadang Puas (lebih banyak tidak puasnya dari puasnya).
  4. Jika Anda melingkari nomor 22 sampai 26 lebih separuh, mungkin Anda masuk dalam kategori: Sangat Tidak Puas.

 

Apabila pernikahan Anda dalam kondisi genting, jangan dibiarkan berlarut-larut. Segeralah menghubungi Victory Counseling Ministry agar dapat dilayani oleh Konselor Pernikahan.

Selamatkanlah pernikahan Anda. Tuhan Yesus memberkati !

(Sumber : Ketrampilan Pernikahan)

Leave a Reply