Hidup Berkomunitas?…., Apa masih perlu buat kita??

  • 0

Hidup Berkomunitas?…., Apa masih perlu buat kita??

Category : COMMUNITY LIFE

“Hidup Berkomunitas?….. Apa masih perlu buat kita???”
Mungkin ini pertanyaan yang sering muncul di kalangan Keluarga Muda dan Profesional Muda, mengingat mereka adalah kalangan orang yang tentu saja mengalami keterbatasan waktu dikarenakan : banyaknya tuntutan aktifitas seperti kesibukan yang luar biasa, beban dan tuntutan baik bagi keluarga, anak-anak maupun pekerjaan.

“Tidak baik, jika manusia itu seorang diri saja…” (Kej 2:18)
Pada dasarnya Tuhan menciptakan manusia sebagai Makhluk Sosial.
Hal ini dibuktikan bahwa dalam kehidupannya setiap manusia selalu membutuhkan hubungan dengan orang lain. Bahkan sejak lahir di dunia ini sampai pada akhir dari kehidupannya, manusia selalu membutuhkan sesamanya. Oleh sebab itu sebagai makhluk sosial, setiap kita perlu berkomunitas.

Berikut ini adalah dampak jika TIDAK terlibat di dalam komunitas :

1. Resiko Kejatuhan lebih besar
Kej 3:1-6 = Kisah Hawa yang jatuh dalam dosa.
Jika kita perhatikan kisah ini maka kita dapat melihat suatu kejadian yang janggal. Ketika Hawa berbicara dengan iblis, tidak terlihat keterlibatan Adam di situ. Tetapi pada ayat ke 6, baru muncul keterlibatan Adam. Ini berarti Hawa sedang dalam keadaan sendirian ( tanpa komunitas). Ini yang membuat resiko kejatuhan menjadi lebih besar.
Jika kita sendirian, resiko kejatuhan lebih besar. Sebaliknya jika kita bersama-sama dalam komunitas, resiko kejatuhan menjadi lebih kecil.
Karena dalam komunitas, setiap kita bisa saling menasehati, saling menguatkan, saling berbagi baik suka maupun duka.

2. Tekanan yang dirasakan seolah-olah menjadi lebih berat
I Raja-raja 19:1-4
Ini kisah tentang seorang nabi besar Elia. Saat itu keadaan Elia sedang mengalami masalah yang berat dalam hidupnya. Dan pada ayat ke-3, diceritakan bahwa justru Elia meninggalkan bujangnya (meninggalkan komunitasnya). Apa yang terjadi kemudian ? Akibat kesendiriannya, Elia justru mengalami perasaan yang lebih tertekan sampai muncul sebuah keinginan untuk ‘bunuh diri’ (Ayat 4).
Nah, seringkali pada saat kita mengalami masalah, kita rasanya lebih suka ‘sendirian’. Padahal jika kita tidak berada dalam komunitas, ternyata tekanan yang kita alami karena sebuah masalah akan menjadi lebih berat.
Tetapi sebaliknya jika kita dalam komunitas, maka kekuatan kebersamaan dalam komunitas itu akan menopang kita.

3. Melakukan hanya hal-hal yang terbatas.
Daniel 2:16-19
Pada mulanya Daniel tidak dapat menafsirkan mimpi raja Nebukadnezar, tetapi sejak dia melibatkan komunitasnya (Sadrakh, Messakh, dan Abednego) – (ayat 17-18) maka Daniel akhirnya dapat menafsirkan mimpi itu.
Jika kita sendirian mungkin kita bisa melakukan hal besar, tetapi jika kita bersama-sama dalam komunitas kita jauh lebih dapat melakukan hal-hal yang luar biasa ! Wow !!!!

Jika anda berkata, “KOMUNITAS ITU PERLU BAGI-KU DAN KELUARGA-KU…”, maka carilah komunitas yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan terlibatlah di dalam komunitas tersebut… (Ada banyak komunitas di dalam gereja Tuhan.)
Tuhan Yesus memberkati !


Leave a Reply