SMASH YOUR DEPRESSION!!

  • 0

SMASH YOUR DEPRESSION!!

Tags :

Category : COUNSELING

deppression

Sedih, khawatir, kecewa, frustasi merupakan sesuatu yang wajar dialami siapa pun manusia di muka bumi ini. Namun, bisa berubah menjadi tidak wajar bila membiarkan diri tenggelam atau berlarut-larut di dalam perasaan-perasaan negatif tersebut. Dampak paling ekstrim bisa berujung pada kematian, lho!

Dunia sempat digegerkan dengan kematian salah satu bintang Hollywood ternama, Robin Williams. Tidak ada yang menyangka, aktor sekaligus komedian yang sukses menghibur jutaan penonton di seluruh dunia dengan akting atau lawakan humorisnya ini pergi dengan cara ‘mengerikan’. Seperti yang dilansir beberapa media setempat, aktor peraih Oscar sebagai Pendukung Pemeran Pria Terbaik itu tewas dengan cara gantung diri. Diketahui Robin Williams berjuang melawan kecanduan obat-obatan terlarang selama bertahun-tahun dan beberapa waktu terakhir menjalani perawatan akibat depresi. How come? Orang yang terlihat selalu ceria dan menghibur orang bisa terkena depresi?

Depresi adalah gangguan mood yang menyebabkan timbulnya perasaan sedih atau kehilangan minat akan sesuatu secara berkepanjangan. Depresi yang parah (depresi klinis) bisa mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku, yang pada gilirannya memicu munculnya bermacam masalah fisik maupun emosi. Depresi bisa menghambat pekerjaan sehari-hari, bahkan membuat penderitanya merasa bahwa hidup sudah tak ada artinya lagi, dan menyebabkan timbulnya dorongan untuk melakukan bunuh diri. Menurut data statistik WHO, lebih dari 350 juta orang di dunia menderita depresi dan lebih dari 850.000 jiwa melayang setiap tahun.

Di Alkitab sendiri, meski tidak dikatakan secara langsung, ada beberapa tokoh yang mengalami depresi seperti  Abraham, Yunus, Ayub, Elia, Raja Saul, Yeremia dan  Daud.

Gejala dan penyebab depresi

Pada umumnya depresi menunjukkan beberapa gejala seperti terus menerus sedih, cemas, perasaan putus asa, pesimis, perasaan bersalah, tidak berdaya, tidak berharga, kehilangan minat/gairah, penurunan energi, mudah lelah, insomnia alias susah tidur, nafsu makan turun atau sebaliknya naik secara dratis, gelisah, sering berpikir tentang kematian atau percobaan bunuh diri.

Penyebab depresi sendiri sangat beragam. Mulai dari berkembangnya pola pikir/perasaan negatif, kurang percaya diri (krisis percaya diri), kekerasan fisik/seksual atau emosional di masa lalu, adanya konflik pribadi, keluarga atau teman-teman, kematian atau kehilangan seseorang, pemakaian obat terlarang seperti narkoba, penyakit berat atau kronis, kelelahan yang berkepanjangan, dan masalah genetik (meski hal ini belum diketahui secara pasti).

Sedih, cemas, gelisah, khawatir, frustasi, putus asa, atau perasaan negatif lainnya, merupakan perasaan-perasaan yang umum dirasakan banyak orang. Tetapi bila perasaan-perasaan negatif itu terus menerus muncul dan bertahan dalam jangka waktu lama, serta mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, itu akan sangat berbahaya bila tidak segera ditangani. Bahkan pada berbagai kasus, depresi sering menjadi titik awal keinginan seseorang untuk bunuh diri. Nah, melihat akar permasalahannya, di bawah ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan agar kita terhindar dan terbebas dari masalah depresi.

  1. Belajar menerima diri sendiri (Self Acceptance). Dalam setiap diri manusia ada kekurangan dan kelebihan. Tetapi yang pasti, Tuhan menciptakan setiap orang dengan keunikannya tersendiri. Karena itu, belajarlah menerima keadaan diri kita seutuhnya. Prinsipnya, ubahlah apa yang bisa kita ubah, berkonsentrasi pada hal-hal yang kita mampu lakukan, dan tingkatkan kepercayaan diri dengan memaksimalkan kelebihan (talenta, karunia, kemampuan) yang ada pada kita. Berfokus pada kekurangan diri hanya akan melemahkan rasa percaya diri yang bisa memunculkan perasaan kecewa, frustasi, bahkan depresi.
  1. Pikiran positif versus pikiran negatif. Pikiran adalah medan peperangan, antara pikiran negatif dan pikiran positif. Nah, cobalah kenali pikiran-pikiran seperti apa yang sering bercokol dalam diri kita? Pikiran negatif (daging) atau positif (Roh)? Dari sekian banyak penelitian yang dilakukan berkaitan dengan pikiran ditemukan kesimpulan bahwa pikiran-pikiran negatif banyak menyebabkan kekacauan dan kehancuran dalam hidup, salah satunya depresi. Sebaliknya, pikiran-pikiran positif dan benar akan membuat kita hidup berkemenangan, bahagia dan berhasil. Mulai pikirkanlah hal-hal positif seperti yang tertulis di Filipi 4:8. Ingat, hidup kita tidak akan beres sebelum pikiran kita dibereskan!
  1. Bercerita pada orang lain. Uang boleh ditabung, tetapi masalah, emosi atau perasaan negatif jangan disimpan di hati! Cobalah berbagi dengan orang yang bisa kita percaya seperti keluarga, sahabat, kakak atau orang tua rohani. Saat kita mengeluarkan ‘uneg-uneg’ atau  perasaan yang mengganggu, sebetulnya secara tidak langsung kita sedang mengurai energi negatif yang terjebak di dalam diri kita, dan secara perlahan bisa membuat perasaan kita lebih baik. Ingat, memendam masalah, emosi atau perasaan negatif tanpa usaha untuk menyelesaikannya, sama seperti menyimpan “bom waktu” yang bisa meledak kapan saja dan memporakporandakan hidup kita!
  1. Hati yang gembira adalah obat! Filipi 4:1 memerintahkan pada kita untuk bersukacita di dalam segala situasi! Bersukacita (merasa senang) dan mengucap syukur di saat keadaan sedang baik adalah mudah, tetapi pada saat sulit atau merasa sedang berada di ‘lembah kelam’, bisakah kita tetap bersukacita dan mengucap syukur? Lebih lagi Amsal 17:22 katakan, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” (baca: membuat putus asa bahkan depresi).
  1. Have faith. Beriman artinya percaya kepada Tuhan dan perkataan/firman-Nya. Lebih percaya pada apa yang Tuhan katakan dari pada perasaan kita sendiri merupakan pendekatan yang realistis dalam hidup ini. Tapi faktanya, banyak orang percaya bicara iman tetapi punya harapan yang kecil bahwa Tuhan sanggup menolong mereka keluar dari masalah. Iman dan pikiran/perbuatan tidak bisa kontradiktif, melainkan harus sejalan. Dan tentang iman Firman Tuhan katakan, “… sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil ” (Mat.17:20).
  1. Intimacy with God. Jangan tenggelam dalam masalah, melainkan tenggelamlah di dalam hadirat Allah melalui doa dan pembacaan firman-Nya. Semakin besar intensitas kita berintimasi dengan Tuhan, maka akan semakin besar pula kekuatan kita untuk menghadapi masalah, apapun itu. Mulai detik ini, jadikanlah persekutuan dengan Allah sebagai  prioritas utama. Daud menyadari berintimasi dengan Tuhan merupakan bagian penting dalam kehidupan sehinggga ia berkata, “Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!” (Mazmur 105:4).
  1. Cara lainnya seperti istirahat yang cukup, menghindari penggunaan alkohol dan narkoba, banyak berolah raga, dan mengkonsumsi makan yang sehat secara teratur, dapat menghindarkan kita dari depresi.

BIBLE VERSES for TOUGH TIME ! 

Worried? Mazmur 23:46, Matius 6

Discourage? Mazmur 37, Yakobus 5:7-11

Tired? Yesaya 40, Matius 11:28-30

Lonely dan fearful? Mazmur 91

Feel rejected? Kolese 1:1, 1 Petrus 1

Sick or in pain? Mazmur 6, Yesaya 26

Depressed? Mazmur 34:71, Yesaya 40

Sleepless night? Mazmur 4:56

Family Problem? Efesus 6:1-10

Need courage and strength? Yosua 1:5-9, Mazmur 27:46

Facing a crisis? Job 28:12-28

In doubt? Yeremia 29:11-13

Money problem? Mazmur 37

Losing hope? 2 Tesalonika2:16-17

Alone and scared? Mazmur 23

Hard time? Mazmur 9:9

Bitter dan critical? 1 Korintus 13

Need peace? Matius 11:25-30

Done something wrong? Mazmur 51

(Sumber : Transformers)

Leave a Reply