Raising Kids God’s Way – 1

  • 0

Raising Kids God’s Way – 1

Tags :

Category : PARENTING


Mazmur 127 : 3 – 5“ Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN,
dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan,
demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu,
apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang. “

Apa yang dilakukan seorang pahlawan dengan sejumlah anak panahnya ? Ia akan melesatkan mereka ke arah seorang musuh. Allah telah merencanakan bahwa benih Ilahi akan dibesarkan untuk menghancurkan pekerjaan-pekerjaan musuhNya.
Tuhan berfirman bahwa anak-anak adalah seperti anak-anak panah di tangan seorang pahlawan.

Anak-anak adalah sebuah warisan, sebuah karunia, anak-anak panah atau sejata digunakan untuk melawan musuh di hari mendatang.
Mereka adalah berkat dari Tuhan.

Siapakah pahlawan itu ?

Pahlawan adalah kita sebagai orang tua.
Seorang pahlawan adalah seseorang yang bersedia mengambil tanggung jawab, sekalipun ada harga yang harus dibayar.
Yaitu untuk : membentuk, menajamkan, membidik dan melepaskan anak mereka sebagai anak panah kepada sasaran yang tepat, yaitu panggilan dan rencana Allah di dalam hidupnya dan memuliakan Allah melalui hidupnya.

Oleh karena itu, orang tua perlu menangkap visi Tuhan untuk anaknya dan orang tua harus jelas dengan apa yang diharapkan kepada anaknya.

Mengapa orang tua perlu mendidik anak ?

1. Perintah Tuhan terhadap orang tua (Efesus 6 : 4).

Otoritas untuk mendidik anak diberikan oleh Tuhan kepada orang tua, bukan kepada pembantu, baby sitter, opa-oma, guru sekolah minggu, ataupun guru-guru di sekolah.

2. Anak – anak adalah pusaka daripada Tuhan (Mazmur 127 : 3a).

Karena anak yang telah Tuhan percayakan kepada kita adalah harta yang paling berharga.
Sebagai orang tua, kita harus mendoakan dan bertanggung jawab untuk membawa anak kita mengenal Tuhan dan mendapat tempat dalam Kerajaan Allah.

3. Dalam diri seorang anak sudah berdosa (Mazmur 51 : 7).

Sejak dilahirkan, kita semua sudah dilahirkan dalam dosa.
Dan akibat dosa, setiap manusia dilahirkan dengan kecenderungan alami, yaitu : Mementingkan diri sendiri dan memuaskan diri sendiri.
Sebagai contoh, sejak kecil anak-anak tidak bisa sharing, egois, keinginan selalu harus dituruti, memberontak terhadap orang tua, melawan, berbohong.

Sebagai orang tua, kita perlu menjaga dan mendidik anak kita agar sifat dosa ini tidak menghancurkan mereka.

4. Anak adalah mudah terpengaruh / mudah “dirusakkan” (I Kor 15 : 33)

Kita harus menanamkan prinsip Firman Tuhan kepada anak-anak kita agar mereka memiki dasar yang kuat dan tidak terpengaruh oleh lingkungan yang dapat menghancurkan mereka.

Apa saja yang dapat berdampak buruk bagi anak-anak kita ?
Televisi, internet, temen-temen sekolah, lingkungan.

5. Anak adalah upah (Mazmur 127 : 3b).

Sehingga anak – anak dapat menjadi sukacita bagi orang tuanya dan orang-orang lain, BUKAN MENJADI BEBAN !!

Apabila orang tua berhasil mendidik anaknya , maka anak akan :
– Mendatangkan sukacita ( Amsal 10 : 1 ).
– Menggembirakan ayahnya ( Amsal 15 : 20 ).
– Memberikan ketentraman ( Amsal 29 : 17 ).

Apabila orang tua gagal dalam mendidik anaknya :
– Anak yang bebal menyakiti hati ayahnya ( Amsal 17 : 25 )
– Anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya ( Amsal 29 : 15 )

Mari kita renungkan sebagai orang tua, apakah selama ini anak-anak kita membawa sukacita atau memusingkan kita dan menjadi beban buat kita ???

6. Anak – anak adalah generasi penerus (Kejadian 1 : 28).

Sebagai orang tua, kita mempersiapkan anak-anak kita agar :

Mereka menjadi kebanggaan bagi Kerajaan Allah.
Yaitu memiliki karakter – karakter Kristus.

Mereka dipakai untuk memajukan Kerajaan Allah.
Yaitu menjadi orang-orang yang ‘berpengaruh’.

Tuhan memerintahkan kita untuk mengajar anak-anak kita bahkan cucu cicit kita tentang Dia, sehingga mereka akan mengajar anak-anak mereja untuk juga mengajarkan kepada anak-anak mereka. Dengan membangun mata rantai kebenaran dari generasi ke generasi.

Allah rindu melihat sebuah keluarga yang melayani Dia dengan setia dari generasi ke generasi.

Nasib masyarakat kita tergantung pada apa yang terjadi di dalam keluarga !

 


Leave a Reply