Tidak Tegas kepada Anak

  • 0

Tidak Tegas kepada Anak

Category : PARENTING

”Adapun anak-anak Eli adalah orang-orang dursila, mereka tidak mengindahkan Tuhan.” (1 Samuel 2:12)

Salomo dalam Amsalnya memberi nasihat, ”Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22:6).
Adalah mutlak bagi orangtua mendidik anak-anaknya dengan baik sejak masa kecilnya. Orangtua harus bertindak tegas, ”Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa yang mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.” (Amzal 13:24).

Hajaran bukan berarti bertindak kejam dan tidak sayang kepada anak, tetapi sebagai bentuk pendisiplinan diri. Banyak orangtua bersikap lunak kepada anak, bahkan memanjakannya dengan uang sebagai wujud kasihnya kepada anak. Namun, tindakan itu bukannya mendidik anak, justru akan berakibat fatal di kemudian hari: anak menjadi manja, tidak mandiri, berontak bila keinginannya tidak dipenuhi.

Mari kita lihat anak-anak imam Eli. Mereka berkelakuan sangat kurang ajar terhadap Tuhan. Sebagai anak seorang imam seharusnya mereka bersikap baik dan takut akan Tuhan. Sebaliknya, mereka malah berani mengambil untuk dirinya sendiri daging korban persembahan sebelum dipersembahkan kepada Tuhan. ”Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan Tuhan, sebab mereka memandang rendah korban untuk Tuhan.” (1 Samuel 2:17).
Imam Eli mencintai anak-anaknya (Hofni dan Pinehas) dengan cara yang salah, tidak mendisiplinkan anak-anaknya sedari kecil, tidak berani bersikap keras dan tegas, akibatnya setelah dewasa kelakuan mereka menjadi rusak dan sangat memalukan. Buktinya setelah mendengar kelakuan anak-anaknya, termasuk perbuatan zinahnya dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan, Imam Eli hanya berkata, ”Mengapa kamu melakukan hal-hal yang begitu, sehingga kudengar dari segenap bangsa ini tentang perbuatan-perbuatan mu yang jahat itu? Janganlah begitu, anak-anakku.” (1 Samuel 2:23-24a).

Karena pemberontakannya, Hofni dan Pinehas harus menerima hukuman dari Tuhan (baca 1 Samuel 2:34).

Orangtua yang takut akan Tuhan mendisiplinkan anak-anaknya sesuai firman Tuhan.

( Sumber : WDN )


Leave a Reply