Bunuh Diri

  • 0

Bunuh Diri

Category : COUNSELING

Saya punya teman kuliah yang sedang mengalami masalah. Kelihatannya masalah yang dia hadapi cukup berat. Saya khawatir dengan teman saya ini, karena apabila berbicara dengan dia, dia sering menangis tetapi dia tidak mau menceritakan masalahnya. Belakangan ini dia tambah murung, sering bolos kuliah dan semakin menarik diri dari kegiatan yang ada. Bahkan dia pernah bilang bahwa dia sudah tidak ada semangat hidup. Katanya, percuma dia hidup … lebih baik dia mati saja. Dia pun pernah menulis status di sosial media : Bosan Hidup ! Saya khawatir jika teman saya ini akan nekat… kemudian bunuh diri. Apa yang bisa saya lakukan untuk menolong dia? (Jocelyn, 20 tahun)

Jocelyn,

Terima kasih untuk pertanyaan Anda. Terima kasih juga untuk kejujuran Anda atas perasaan Anda.

Saya bisa memahami perasaan Anda yang khawatir dengan sikap teman Anda yang sedang mengalami masalah dan belakangan ini semakin berubah sikapnya. Apalagi dia mengatakan bahwa dia tidak sudah tidak ada semangat hidup, sehingga Anda mengkhawatirkan jika satu hari dia akan nekat bunuh diri.

Saya melihat bahwa kekhawatiran Anda cukup beralasan untuk mewaspadai kemungkinan bunuh diri yang akan terjadi pada teman Anda. Dari uraian yang Anda ceritakan, nampaknya teman Anda memiliki resiko di mana dia dapat melakukan tindakan bunuh diri di kemudian hari.

Membahas mengenai kejadian bunuh diri, menurut World Health Organization (WHO), lembaga kesehatan dunia, angka kejadian bunuh diri setiap tahun ada 800.000 orang.  Jadi dalam 40 detik ada 1 orang yang melakukan bunuh diri di dunia. Dan angka terbanyak kejadian bunuh diri berada pada rentang usia 15-29 tahun. Kemudian, fakta juga mencatat bahwa 1,4% kematian di seluruh dunia disebabkan oleh bunuh diri.

Jika kita melihat data tersebut, tindakan bunuh diri perlu diwaspadai dan ditolong. Karena sebenarnya seseorang yang melakukan bunuh diri atau mencoba bunuh diri sebenarnya tidak sungguh-sungguh ingin mengakhiri hidupnya. Mereka sebenarnya menginginkan agar penderitaan atau masalah yang dialaminya cepat berakhir. Hanya, sayangnya …. tindakan bunuh diri yang menjadi pilihan karena mereka beranggapan seolah-olah tidak ada bantuan lain lagi yang bisa diharapkan.

Nah, perlu diketahui bahwa ada beberapa tanda dan gejala bunuh diri yang nampak apabila seseorang mulai memiliki keinginan untuk bunuh diri, sebagai berikut :

# Pembicaraan.

Waspadailah apabila seseorang berbicara mengenai hal-hal berikut :

  • Keinginan untuk mati atau ingin bunuh diri
  • Semakin sering berbicara tentang kematian
  • Mengenai perasaan kosong, hampa dan tidak punya alasan untuk hidup / percuma apabila dia hidup
  • Tidak ada jalan keluar lagi
  • Keluarga akan lebih bahagia tanpa dia
  • Mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman dan keluarga

# Tindakan :

  • Menarik diri dari keluarga dan teman-teman
  • Perubahan pada pola tidur dan pola makan
  • Mulai lalai memperhatikan diri sendiri
  • Melakukan perilaku beresiko seperti menyetir mobil dengan ngebut
  • Melepaskan pekerjaan ataupun meninggalkan studi /sekolah atau kuliah
  • Tiba-tiba memberikan barang kesayangannya kepada orang lain
  • Curhat di media sosial mengenai bunuh diri atau kematian
  • Mulai ‘searching’ dan mencari tahu tentang bunuh diri
  • Mulai mencari cara bagaimana melakukan bunuh diri
  • Tindakan yang ekstrim adalah : mempersiapkan perlengkapan untuk bunuh diri, misal membeli obat-obatan, membeli senjata

# Mood /suasana hati :

  • Luapan emosional : kemarahan, kesedihan
  • Kehilangan minat
  • Kecemasan akan sesuatu
  • Perubahan mood yang ekstrim

Adapun tingkatan resiko bunuh diri adalah sebagai berikut :

  1. Resiko Rendah : ada pikiran bunuh diri, tidak ada rencana, tidak mau melakukannya
  2. Resiko Sedang : beberapa kali muncul pikiran bunuh diri, sedikit rencana, tidak mau melakukannya
  3. Resiko Tinggi : sering muncul pikiran bunuh diri, rencana yang jelas, tidak mau melakukannya
  4. Resiko Berat : selalu muncul pikiran bunuh diri, rencana yang jelas dan terus menerus berniat melakukannya

Apabila kita menemukan beberapa dari gejala-gejala di atas, seperti apa yang dialami oleh teman Anda, maka sangat perlu diwaspadai karena teman Anda termasuk dalam kategori : beresiko SEDANG untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Bahkan bunuh diri pun bisa terjadi pada orang-orang yang tidak menampakkan gejala-gejala tersebut.

Oleh sebab itu, pertolongan kita sangat diperlukan, karena berhubungan dengan nyawa seseorang.

Tugas awal kita adalah menolong dia agar tetap hidup, karena bunuh diri dapat ditolong apabila ada yang menolong dia tepat pada waktunya.

BAGAIMANA KITA MENOLONGNYA ?

  1. Dalam pembicaraan dengan dia, jangan menghindar dari topik bunuh diri (seringkali karena sungkan, maka kita tidak berani menanyakan tentang hal tersebut). Justru carilah tahu betapa seriusnya pertimbangan dia untuk bunuh diri. Cari tahu : Apakah dia sudah merencanakannya? Apakah dia mencoba-coba? Apakah dia sudah siap bunuh diri? Apakah dia sudah terpikir apa dampak tindakan dia kepada orang lain? Jika memang serius, maka perlu ditangani lebih lanjut.
  2. Wajib memberitahu keluarganya bahwa yang bersangkutan menunjukkan gejala ingin bunuh diri.
  3. Keluarga wajib menjaganya dan jangan membiarkannya sendirian. Jauhkan dari benda-benda berbahaya di sekelilingnya.
  4. Ajaklah dia untuk menemui bantuan profesional seperti Psikiater, Psikolog atau Konselor Profesional agar segera mendapat pertolongan.
  5. Sebagai teman, kita dapat mendampinginya dengan mendengarkan dia. Jangan mengkhotbahi dia atau menggurui dia, tetapi ajukan pertanyaan supaya dia bisa terbuka dan bercerita lebih jauh. Tidak apa-apa jika dia menangis.
  6. Mintalah dia untuk membayangkan situasi yang sedikit lebih baik dairpada situasi mereka sekarang. Apa yang berbeda atau berubah?
  7. Telusuri apa yang sejauh ini masih mencegah dia untuk bunuh diri. Cobalah membangun harapan dari hal-hal tersebut.
  8. Yakinkanlah bahwa akan ada jalan keluar dan pertolongan dari Tuhan daripada kematian.
  9. Tolonglah dia untuk terus dapat berhubungan dengan orang lain, antara lain bergabung dalam komunitas rohani. Sehingga dapat dia mendapat doa, dukungan dan perhatian dari keluarga rohani.

Leave a Reply