PUBER Kedua

  • 0

PUBER Kedua

1kacow.ai

Usia pernikahan kami sudah 24 tahun. Saya bersyukur dengan kehidupan keluarga kami yang diberkati Tuhan. Suami saya semakin dipromosikan di pekerjaannya. Anak saya sudah selesai kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan. Tetapi saya sangat khawatir dengan tingkah laku suami saya belakangan ini. Suami saya semakin sering memperhatikan penampilannya. Pilihan pakaiannya jadi berselera anak muda. Menurut saya jadi norak. Selain itu dia semakin jarang di rumah. Saya khawatir, apakah dia sedang tertarik dengan wanita lain? Kalau saya berkomentar, suami saya marah. Saya pernah mendengar tentang “puber kedua”… apakah suami saya sedang mengalami “puber kedua”?   (Leni, 49 tahun)

Ibu Leni,

Terima kasih untuk pertanyaan Anda. Terima kasih juga untuk kejujuran Anda atas perasaan Anda terhadap diri sendiri.

Saya bisa memahami kegelisahan Anda saat ini karena melihat perubahan yang terjadi pada suami ibu. Khususnya ibu mengkhawatirkan apakah suami sedang tertarik kepada wanita lain karena belakangan ini dia semakin memperhatikan penampilannya.

Dari apa yang Anda ceritakan, nampaknya suami Anda sedang menunjukkan salah satu gejala di mana seseorang sedang mengalami fase Krisis Tengah Baya, atau Midlife Crisis.

Istilah “puber kedua” secara istilah medis sebenarnya tidak ada. Tetapi fenomena yang kita lihat memang sering terjadi dalam kehidupan ini. Perlu diketahui bahwa hal ini tidak hanya terjadi pada pria, juga bisa dialami oleh wanita.

Nah, lebih tepatnya fase Paruh Baya atau Midlife adalah adalah suatu fase kehidupan yang dialami seseorang pada saat memasuki usia 40 – 60 tahun. Ini adalah masa transisi dalam kehidupan. Karena orang berusia ini sudah tidak dapat disebut lagi muda, tetapi juga belum dapat disebut tua. Jadi seolah-lah berdiri di antara generasi yang lebih muda dan generasi warga senior. Saat memasuki fase ini, apa yang umumnya terjadi ?

#1. Perubahan fisik.

Mulai nampak keriput di wajah, tubuh semakin gemuk, rambut mulai beruban dan ada yang rontok. Wanita mulai memasuki masa Menopause. Mulai mengalami berbagai gejala penyakit yang sebelumnya tidak pernah dihadapi.

Kekuatan fisik dirasakan tidak lagi seperti masa di umur 20-30an. Oleh sebab itu, mulai ada penyesuaian diri terhadap minat dan kegiatan.

#2. Karir

Banyak yang meraih puncak karir dan menikmati kemapanan hidupnya antara umur 40-55 tahun. Peran kepemimpinan umumnya dipegang oleh orang-orang di usia midlife. Namun, tidak sedikit pria di usia midlife sedang bergejolak karena memikirkan masa depan dan kelanjutannya dalam berkarir. Apakah ingin tetap bekerja di tempat yang sama, atau ingin keluar untuk memulai usaha sendiri. Ada yang puas dengan pekerjaannya saat ini, ada yang jenuh dan tidak puas, ada yang merasa gagal, ataupun merasa terjebak dalam pekerjaan sehingga mengalami kegelisahan atau depresi. Ada pula yang terus-menerus bekerja keras tanpa memperhatikan keseimbangan hidup.

#3. Masa sepi.

Setelah bertahun-tahun hidup dalam sebuah rumah yang berpusat pada anak-anak, pada usia midlife … anak-anak tidak lama lagi akan meninggalkan rumah, karena bekerja ataupun menikah. Umumnya orangtua di usia midlife akan mengalami kesepian dan menemui kesulitan dalam menyesuaikan diri di rumah karena hanya tinggal berdua saja dengan pasangannya, apalagi jika hubungan suami istri tidak harmonis. Jika tidak siap, maka akan mengalami gejala “Empty Nest”.

#4. Perasaan khawatir.

Karena terjadi beberapa perubahan di dalam fase kehidupan, maka ada orang-orang yang takut menjadi tua sehingga beberapa rindu menjadi muda kembali. Oleh sebab itu tidak sedikit pria maupun wanita usia paruh baya mulai mengubah penampilannya sebagai upaya untuk terlihat lebih muda. Produk-produk kosmetik yang menunjang supaya awet muda biasanya sangat diminati oleh orang-orang di usia ini.

#5. Masa evaluasi.

Di usia ini, orang-orang mulai mengevaluasi dan merefleksi diri. Mulai mempertanyakan kembali oilihan-pilihan yang telah dibuatnya. Apakah pencapaian saat ini di dalam karir sudah sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, orangtua yang memiliki anak-anak remaja atau dewasa, mulai mengevaluasi dan memikirkan apakah ada kesalahan yang mereka lakukan saat mendidik anak-anak mereka. Ada yang mengalami penyesalan-penyesalan sehingga berangan-angan ingin kembali mengulang masa muda.

#6. Masa jenuh.

Mereka yang berusia midlife juga sedang memasuki masa jenuh. Pria menjadi jenuh dengan pekerjaannya, apalagi jika ekonomi sudah sangat mapan. Wanita yang biasanya menghabiskan waktunya untuk anak-anak, ketika anak sudah dewasa, mulai merasa jenuh dengan kegiatan yang monoton. Tidak sedikit yang jenuh dengan kehidupan pernikahannya dan semakin tidak bergairah lagi dengan pasangan.

#7. Usia yang berbahaya.

Di masa ini, akibat kejenuhan yang dialami oleh suami istri ataupun hubungan pernikahan yang tidak harmonis, sering menjadi salah satu pemicu bagi suami atau istri untuk mencari sesuatu yang lebih menantang, bahkan mungkin menginginkan hubungan baru yang lebih menarik. Inilah yang perlu diwaspadai di dalam kehidupan pernikahan. Oleh sebab itu, di usia ini rawan dengan godaan selingkuh. Kematangan cara berpikir dan kemapanan ekonomi inilah yang justru menjadi daya tarik bagi lawan jenis, baik pria maupun wanita.

Oleh sebab itu, betapa pentingnya seseorang yang memasuki masa midlife mengerti proses yang perlu dilewati sehingga mereka yang berada pada usia tersebut dapat berespon dengan baik.  Jika tidak, maka banyak mengalami depresi, emosi tidak stabil, merasa tidak berharga dan kehilangan makna hidup, mudah tersinggung dan mempengaruhi relasi dengan pasangan sehingga terjadi konflik yang tiada habisnya di dalam pernikahan.

Sejak awal pernikahan, pasangan suami istri perlu terus-menerus menyegarkan relasi dan keintiman untuk mencegah kejenuhan dan membentengi perselingkuhan.

Sadarilah bahwa ada setiap musim dalam kehidupan kita. Setiap manusia pasti akan mengalami transisi dalam kehidupan. Perubahan itu bisa berupa antara lain : perubahan usia, perubahan karir, perubahan tempat tinggal dan juga perubahan dalam keluarga.  Bagian kita adalah bekerjasama dengan Tuhan, agar dalam setiap musim kehidupan, kita tetap berada dalam rencanaNya. Terus mendekatkan diri pada Tuhan.

Seseorang yang bisa melewati midlife crisis biasanya dapat memandang tahun-tahun kehidupannya dengan bersyukur. Dapat melihat hal-hal yang bernilai dan berharga pada dirinya sehingga ia akan menjadi seorang yang amat berarti, produktif, bersimpati, pemurah dalam memberikan waktu, uang dan dirinya sendiri untuk menolong. Mereka dapat mendengarkan dan menasehati orang lain, bahkan menjadi teladan dan mentor bagi mereka yang lebih muda.


Leave a Reply