LIFE is so UNFAIR

  • 0

LIFE is so UNFAIR

Shalom,
Saya seringkali berpikir bahwa hidup ini tidak fair. Teman-teman saya mempunyai orangtua sebagian besar kaya, tetapi saya merasa yang paling tidak beruntung.
Saya merasa tidak cantik seperti adik saya, tidak heran jikalau sampai sekarang ini saya belum punya pacar, sepertinya tidak akan ada yang suka dengan saya.
Saya juga tidak mempunyai kemampuan apa-apa yang dapat saya banggakan, tidak seperti kakak saya yang banyak talentanya dan pandai bergaul.
Mengapa hidup ini tidak fair? Saya tahu Tuhan mengasihi saya, tetapi bagaimana dengan masa depan saya? Apakah saya bisa sukses dalam hidup ini? Apa yang harus saya lakukan?  (Siska, 28 tahun)

JAWAB :
Shalom Siska,
Terima kasih untuk pertanyaan Anda. Terima kasih juga untuk kejujuran Anda atas perasaan Anda terhadap diri sendiri.
Saya bisa memahami kegelisahan Anda saat ini dan merasakan kesedihan Anda. Anda merasa bahwa kehidupan Anda kurang beruntung karena orangtua Anda bukanlah orangtua yang berada, Anda merasa wajah Anda kurang cantik, Anda merasa bahwa Anda tidak memiliki keterampilan yang dapat dibanggakan, sehingga Anda menjadi khawatir apakah nantinya Anda akan sukses dalam hidup ini.  
Apa yang Anda rasakan ini sangat erat kaitannya dengan “bagaimana cara Anda memandang diri Anda sendiri.”  Inilah yang disebut dengan Gambar Diri. Ada dua macam gambar diri, yaitu gambar diri positif dan gambar diri negatif.
Ada beberapa ciri di mana seseorang memiliki gambar diri yang negatif, antara lain :
          Sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
     Cenderung befokus pada kekurangan dirinya, sehingga sulit menemukan kekuatan atau potensi dirinya.
      Sulit menerima diri sendiri, misalnya ada orang yang tidak bisa menerima diri karena merasa tubuhnya pendek.
          Rendah diri atau minder dan tidak percaya diri (tidak pede).
          Merasa tidak berguna dan merasa tidak berarti.
          Merasa tidak pantas, peragu, sulit mengambil keputusan hidup.
          Takut memulai sesuatu, takut gagal dan pesimis.
    Takut salah dan takut dikritik atau sangat terpengaruh dengan komentar orang lain.
          Suka iri hati dengan orang lain.
          Sering mengasihani diri sendiri dan menyalahkan diri sendiri.
          Kurang memiliki semangat dan dorongan hidup.
Biasanya, gambar diri negatif terbentuk sejak kecil dan berhubungan dengan pola asuh orangtua seperti : kurang kasih sayang dari orangtua, sering dibandingkan atau dibeda-bedakan, banyak dikritik oleh orangtua, serta mengalami kekerasan atau trauma hidup.
Gambar diri yang negatif dapat mempengaruhi kemampuan seseorang bergaul, kemampuan memaksimalkan potensi, keberhasilan karir, hingga kepuasan pernikahan kelak.
Oleh karena itu, gambar diri yang negatif perlu diperbaiki. Ada beberapa cara untuk pemulihan gambar diri, namun pemulihan bersifat proses, tak pernah sekali jadi atau dalam waktu singkat.
Berikut adalah beberapa tips untuk memperbaiki gambar diri :
Pertama, SADARILAH bahwa :
       Kita sangat berharga di mata Tuhan dan Tuhan sangat mengasihi kita. Bukti dari keberhargaan kita adalah Tuhan menebus kita dengan darahNya yang mahal.
Yesaya 43 : 4a – “Oleh karena engkau berharga di mataKu dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau”
I Petrus 1 : 19 – “Kamu telah ditebus … bukan dengan emas atau perak … melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus..”
          Setiap kita diciptakan sangat unik dan istimewa, tidak ada yang satu orang pun yang sama seperti kita. Firman Tuhan menuliskan bahwa Tuhan membentuk setiap bagian tubuh kita ketika kita dibentuk sebagai menusia di dalam rahim ibu kita.
        Mazmur 139 : 13-16 – “Betapa dahsyatnya dan ajaibnya kejadianku”
Kedua, JUJUR terhadap diri sendiri dengan mengakui jika selama ini telah memilih gambar diri yang salah. Dengan mengakui, maka kita mulai dapat melakukan perubahan dan pembaharuan pikiran. Mintalah ampun kepada Tuhan.
Ketiga, TERIMALAH bahwa faktanya tidak ada manusia yang sempurna. Setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan. Hidup ini adalah proses untuk terus-menerus menyelaraskan hidup kita sesuai dengan Firman Tuhan. Belajarlah menerima kelemahan diri kita dan berfokuslah untuk menggali kelebihan atau potensi yang Tuhan berikan.
Keempat, mulai melakukan INVENTARISASI kelebihan-kelebihan kita.
Setiap kita dirancang dengan tujuan Allah.  Efesus 2 : 10 – Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Oleh sebab itu, Tuhan memberikan kita talenta dan kelebihan untuk memenuhi panggilan hidup dan berjalan dalam rencanaNya. Nah, sebagian kelebihan itu belum kita sadari dan sebagian talenta itu mungkin masih tersembunyi.
Caranya adalah coba kita ingat-ingat apa yang menarik minat kita? Apa yang membuat kita paling bersemangat?  Steve Job, CEO dari Apple Computer pernah mengatakan, “Kamu harus menemukan apa yang kamu sukai.”
Kelima, bergabunglah dengan KOMUNITAS atau CareCell terdekat agar kita memiliki saudara seiman yang mendukung, membangun hubungan dengan orang lain serta belajar melayani sehingga potensi kita akan terus berkembang.
Keenam, membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, melatih rasa bersyukur. SPIRITUALITAS yang baik membuat kita selalu berpikir positif dan menghargai setiap hal baik yang ada pada kita.
Ingatlah bahwa kita istimewa bukan karena kehebatan kita, kita istimewa karena Tuhan yang menjadikan kita istimewa. Tuhan Yesus memberkati !

Leave a Reply