Monthly Archives: September 2016

  • 0

10 LANGKAH MENGATASI DEPRESI

DEPRESI

Saya bingung apa yang terjadi dengan diri saya. Teman-teman saya mengatakan bahwa saya mengalami depresi dan perlu dikonseling. Yang ingin saya tanyakan adalah apa gejala seseorang mengalami depresi?  Apakah saya perlu konseling?

(Yunita, 23 tahun)

“Read More”


  • 0

Sindrom SARANG KOSONG

Category : COUNSELING , FAMILY

empty nest

Saya memiliki 2 orang anak. Anak saya yang sulung sudah menikah dan yang bungsu juga kuliah di luar kota setahun yang lalu. Sejak anak bungsu kuliah di luar kota, di satu sisi saya merasa senang karena anak-anak saya sudah dewasa, tetapi saya menjadi sering merasa kesepian. Saya sering menangis tanpa sebab, merasa hidup saya diri saya tidak ada artinya dan tidak bersemangat melakukan kegiatan. Keadaan ini sudah berlangsung lama. Saya bingung apa yang terjadi dengan diri saya? Apakah saya stress? Bagaimana saya dapat mengatasinya?

(Dian, 48 tahun)

“Read More”


  • 0

Gaya Belajar Anak

Category : PARENTING

gaya belajar

Lain lubuk lain belalang. Lain anak lain gaya belajarnya. Supaya tidak salah gaya, yuk cari tahu apa gaya belajar yang cocok dengan anak-anak kita. Ini contekannya!

Sama halnya dengan keunikan tiap individu, masing-masing anak ternyata punya gaya belajar tersendiri. Meski bersekolah di sekolah yang sama, duduk di kelas yang sama, gaya belajar tiap anak ternyata tidak sama. Perbedaan itu bahkan ada pada anak-anak dari satu keluarga. Seperti kakak, adik bahkan saudara kembar sekalipun.

Saat mengikuti pelajaran di kelas, ada murid yang begitu tekun menyimak meski sang guru menyampaikan materi pelajaran seperti orang berceramah berjam-jam. Ada yang terkesan hanya memerhatikan sepintas lalu, meski sebetulnya mereka membuat catatan-catatan kecil di bukunya. Namun banyak juga anak yang merasa bosan.

Ada anak yang lebih mudah menangkap isi pelajaran jika disertai praktik. Anak semacam ini lebih suka berkutat di laboratorium ketimbang mendengar penjelasan guru. Sedangkan anak lain, mungkin lebih tertarik mengikuti pelajaran yang disertai berbagai aspek gerak. Contoh, guru yang menerangkan materi pelajaran kesenian sambil sesekali diselingi nyanyian dan tepuk tangan.

Ada juga anak yang harus bersemedi dan menutup pintu kamar rapat agar bisa konsen belajar. Sebaliknya, cukup banyak juga anak yang mengaku justru terbuka pikirannya bila belajar sambil mendengarkan musik.

“Read More”