Monthly Archives: April 2015

  • 0

I’m (Maybe) Broken Home But Not Broken

broken home

Setiap orang (keluarga)  pasti mendambakan kehidupan rumah tangga yang harmonis, bahagia, utuh dan langgeng sepanjang hayat. Tetapi pada kenyataannya, tidak sedikit keluarga, termasuk keluarga-keluarga Kristen yang kehidupan rumah tangganya justru berantakan bahkan hancur (Red-broken home) hingga menimbulkan luka dan kepahitan berkepanjangan bagi pribadi-pribadi yang hidup di dalamnya. Ironis!  Sebab faktanya, tak ada satu pun anak di bawah langit ini yang menginginkan tumbuh di tengah keluarga broken home.

Keluarga kami dibangun bukan atas dasar cinta, melainkan perjodohan yang bapak dan mamaku tidak saling mengasihi satu sama lain. Sejak mereka menikah hingga kami beranjak remaja, jarang sekali mereka akur. Hampir setiap hari mereka bertengkar. Terkadang aku dan adik-adik menjadi pelampiasan kemarahan mama. Dicebur ke dalam got jorok dan bak mandi, dihajar di depan teman-teman sepermainan, dan dipukuli. Begitu juga bapak, selalu memarahi kami tanpa alasan yang tidak bisa dimengerti oleh anak kecil. Dan itu kami rasakan hingga bertahun-tahun. Ketakutan, kepahitan, dan kemarahan tertanam dalam jiwa kami. Kami pun sebagai anak-anak dituntut untuk menjalani hidup yang tidak normal, berbeda dengan orang kebanyakan (aku memilih untuk tidak menuliskan semua, yang pasti sangat menyedihkan dan sama seperti anak-anak korban broken home lain). Aku menjadi orang yang pendiam di rumah, tetapi menjadi sedikit liar di sekolah (bikin konser kecil-kecilan di kelas, gangguin teman, pokoknya menutupi apa yang terjadi di dalam keluargaku), dan ribut di rumah jika orangtua kebetulan tak ada. Aku juga jadi “tukang siksa” bagi adik bungsuku. Aku sering menakut-nakuti dia, memeras uang jajannya dan banyak lagi yang sering menyakiti hatinya sebagai anak kecil. Yang ada di pikiranku saat itu, dia harus merasakan sakit hati yang aku rasakan atas orangtuaku. Tapi aku sebenarnya sangat menyayanginya. Sering  aku nangis setelah “menghajarnya”. Pada pertengahan tahun 1997, orangtuaku sudah tak lagi sekamar. Hancur sudah saat itu, makan pun jadi situasi yang tak enak. Pernah juga timbul niatku untuk bunuh diri. Saat itu aku tak kenal sama yang namanya Tuhan.

“Read More”


  • 0

Special Needs Awareness

Special Needs Awareness-2

Apakah anak anda mengalami gangguan belajar, gangguan emosi dan tumbuh kembang?

Kenali gejalanya dan cara penanganannya dalam seminar ” Special Needs Awareness”

Dengan mengenali dan menangani anak anda se dini mungkin kita akan membantu mereka untuk menemukan destinasi Ilahi yang Tuhan sudah sediakan bagi mereka. Kebutuhan khusus mereka adalah the Unique Gift yang Tuhan sediakan.

HUG Ministry (Hope for the Uniquely Gifted) mengundang para orang tua, guru, dan pemerhati anak untuk menghadiri seminar HUG Ministry dengan tema “Special Needs Awareness”


  • 0

RISING TEENS – Turning Trouble into Blessing

Rising Teens-v1

Memiliki anak yang menginjak usia remaja seringkali menimbulkan banyak ketakutan pada orang tua. Antara lain ketakutan akan dampak pergaulan bagi remaja, kesaksian media massa cetak dan elektronik menunjukkan bahwa setiap hari ada saja berita tentang remaja, seperti tindakan kriminal, tawuran, ng-geng, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, kecanduan narkoba atau minuman keras, dan sebagainya. Kehidupan remaja tampak demikian rentan dari berbagai pengaruh buruk.

Mengingat semua itu sebaiknya sebagai orangtua memahami apa yang sepatutnya dilakukan terhadap remaja. Ada dua sikap ekstrim yang cenderung dilakukan oleh orangtua.

Satu sisi, orangtua yang bersikap terlalu keras atau mengekang, melarang anak dengan ketat dan memberikan hukuman jika terjadi pelanggaran. Tetapi di sisi lain, ada orangtua yang membiarkan atau memberikan kebebasan pada anaknya, tidak ada kontrol dan orangtua tidak peduli dengan apa pun yang dipilih anaknya. Nah, keduanya adalah sikap yang tidak sehat.

Orangtua perlu memahami bahwa kehidupan masa remaja merupakan salah satu fase kehidupan yang penuh dengan masa kritis. Masa remaja menjadi satu masa transisi paling sulit dalam hidup, yakni tahun-tahun paling genting bagi perkembangan mental seseorang. Sikap orangtua yang tepat akan sangat mendukung anak kita menghadapi masa tersulit dalam kehidupannya ini.

“Read More”


  • 0

Siapa Idola Anakku?

Tags :

Category : PARENTING

idol

Pernahkah kita melihat anak remaja berbondong-bondong melihat artis idola mereka menyanyi? Mereka sampai rela mengeluarkan uang ratusan ribu bahkan jutaan, ngantri berjam-jam hanya untuk mendapatkan  tiketnya dan terpesona oleh idola mereka, berjingkrak dan berteriak histeris.

Betapa remaja kagum dan menyukai artis atau atlet tertentu. Mereka tidak segan meniru model rambut, baju atau celana, hingga membeli assesoris yang mirip dengan yang sang idola gunakan, atau sekedar ada nama sang idola tertera di kaos atau topi mereka. Mereka juga suka menceritakan dan mendiskusikan kehebatan idolanya kepada teman-teman.

“Read More”