Monthly Archives: February 2010

  • 0

Penghalang-penghalang Mezbah Keluarga

Tags :

Category : FAMILY

Memasuki tahun 2010, di mana merupakan “Tahun Pemulihan dan Kelimpahan”, kita sangat percaya bahwa Tuhan rindu memulihkan keluarga kita, baik pemulihan hubungan antara suami istri maupun pemulihan hubungan orang tua dan anak. Bahkan kelimpahan akan Tuhan sediakan, baik kelimpahan secara rohani maupun jasmani.

Tuhan pasti sangat rindu untuk memulihkan, memberkati, memberikan pertolongan, perlindungan dan pengarahan bagi rumah tangga kita.
Namun, hal ini sulit terjadi secara instan. Kita membutuhkan Dia sebagai Sumber dari segalanya. Kita perlu menghadirkan Tuhan dalam keluarga kita.

Sayangnya, banyak suami isteri yang rajin ke gereja setiap hari Minggu namun tidak pernah menghadirkan Tuhan dalam rumah tangganya.
Di sinilah penyebab utama sesungguhnya mengapa pemulihan dalam keluarga menjadi sulit. Banyak masalah keluarga yang tidak terselesaikan, bahkan kita merasa bahwa keluarga kita sedang berada dalam kegelapan.
Bayangkan apabila kita sedang berjalan dalam kegelapan dan tidak ada cahaya, kita pasti akan bingung harus berjalan ke arah mana ?


Di dalam Alkitab, seringkali memakai kegelapan sebagai tempat di mana hati kita yang sangat jahat berada, tempat dosa bermanifestasi.
Ketika kita merasa keluarga berjalan tanpa arah, berputar-putar, persoalan datang silih berganti, hubungan suami istri dingin, anak-anak memberontak dan sulit dimengerti, di sinilah salah contoh kegelapan sedang menyelimuti keluarga kita.
Nah, jika Tuhan tidak hadir dalam rumah tangga, jika FirmanNya tidak menjadi pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita, apa jadinya keluarga kita???
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. ”
(Mazmur 119 : 105)

Oleh karena itu, untuk mengalami pemulihan dan menerima kelimpahan dalam keluarga kita, mau tidak mau, tidak bisa dipisahkan dengan mezbah keluarga.
Mezbah keluarga sangat penting !!!
Namun mengapa sedikit keluarga Kristen yang melakukannya?
Bahkan riset menyatakan 90% keluarga Kristen tidak melakukannya.

Ada beberapa hal bisa menjadi penyebab, antara lain :

1. Are you happy with The Word of God ?
Kita tidak suka dengan Firman Tuhan. Mengapa?
Untuk berhadapan dengan Firman Tuhan, maka banyak kenikmatan harus dibuang, dosa harus dibuang.
Banyak keluarga yang hidup dalam kemalasan, terikat dengan dosa pornografi, dan terikat dengan dosa lainnya. Ini membuat kita sulit mencintai Firman Tuhan. Kita tidak mungkin bisa mencintai dua hal yang berseberangan.
“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. ” (Matius 6 : 24)
Kita harus berhati-hati jika kita menikmati kebiasaan buruk dalam keluarga kita, karena apa yang kita tabur, akan kita tuai.

2. Kehidupan yang spirit-nya sekuler. Seperti baut yang tidak pas dengan mur-nya.
Misalnya kita lebih senang nonton TV, lebih senang baca koran, lebih senang berkutat dengan komputer & internet, bahkan kita lebih setia baca majalah dibandingkan membaca Firman Tuhan. Semua waktu habis untuk hal-hal sementara.
Kita lebih tertarik pada peristiwa-peristiwa dalam dunia, daripada dengan apa yang Tuhan katakan.
Waktu kita di rumah, kita tidak memikirkan hal-hal rohani. Tidak ada waktu dan ruangan bagi Firman Tuhan.
Spirit
yang sekuler akan membawa kita kepada hal-hal yang fana dan tidak membangun keluarga.

3. Tidak ada yang cakap memimpin.
Mengapa tidak bisa memimpin? Karena papa dan mamanya tidak bergaul dengan Firman. Sebagai orang tua yang rajin membaca Firman dan rajin merenungkannya, sharing Firman Tuhan akan mengalir dari mulut kita tidak habis-habisnya. Pengalaman rohani yang kaya akan membuat sharing yang hidup bagi anak-anak kita.
Jika kita tidak melekat dengan Tuhan, maka hidup kita akan miskin dengan pengalaman rohani, dan kita tidak bisa membagikan hidup kita kepada keluarga kita.

4. Disiplin !!!
Mengapa ada orang yang berkemauan tetapi sulit menjalankannya?
Karena tidak bisa disiplin.
Membangun mezbah keluarga membutuhkan disiplin !!
Disiplin akan membentuk kebiasaan. Kebiasaan yang sudah terbentuk akan menjadi pola, dan jika pola sudah baki akan menjadi sistem dalam keluarga. Kalau maezbah keluarga sudah menjadi sistem, maka akan menjadi mudah sekali. Sampai akhirnya jika kita tidak melakukan mezbah keluarga, rasanya ada yang kurang dan hilang.

Mazmur 1: 1- 3 : “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Kunci dari segalanya adalah mengasihi Tuhan !!
Jika kita mengasihiNya, segala hambatan pasti dapat diatasi dan kita akan melakukan mezbah keluarga dengan setia !!!

Related to this topic : Mezbah Keluarga Membentuk Rumah Berkat.

(Beberapa tulisan bersumber dari buku Garam & Terang bagi Keluarga – CKF)