Monthly Archives: May 2009

  • 0

Raising Kids God’s Way – 6

Tags :

Category : PARENTING

ORANG TUA BIJAK

Untuk menjadi orang tua bijak, kita perlu menjadi orang tua yang mengasihi Tuhan, orang tua yang berdoa, orang tua yang mengasihi anak, yang menyediakan waktu / terlibat, memiliki otoritas, memberikan pengajaran dan memberikan disiplin.

Berikutnya yang harus kita lakukan adalah :

9. Menjadi orang tua yang memberikan dorongan

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”
( Efesus 4 : 29 )

Berikanlah dorongan dengan menggunakan kata-kata positif.
Kita perlu memberikan dosis yang lumayan banyak kata-kata yang memberikan dorongan.
Hindari kritik, komentar – komentar yang negatif dan kata-kata kasar.

“ Satu komentar negatif yang diterima seseorang, diperlukan 10 kometar positif untuk mengatasi dampak komentar negatif tersebut.”

Ucapkanlah kehidupan bukan kematian kepada anak-anak.
Berpikirlah sebelum berbicara kepada anak kita.
Pastikan bahwa kita mengucapkan kata yang membangun bukan meruntuhkan hidup anak kita.
Apakah perkataan kita yang mengkritik menguras habis kehidupan dalam diri anak kita dan membuatnya kosong, kesepian, terlantar dan mengalami luka batin ?

Mengucapkan kehidupan ke dalam diri seorang anak dimulai dengan menerima dan mendengarkan, membesarkan hati, membagnun, mendukung dan mengucapkan hal-hal yang berarti dalam kehidupan si anak setiap hari.
Daripada terus-menerus menyampaikan kritik, belajarlah untuk menyampaikan dorongan yang positif dan pujian supaya anak dapat bertumbuh.

Berikanlah pujian dan penghargaan atas usaha yang dicapai oleh anak-anak kita.

10. Menjadi orang tua yang memberikan teladan

“ Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dalam kesucianmu.”
( I Timotius 4 : 12b )

“Tindakan kita berbicara lebih keras daripada kata-kata.”
Disukai atau tidak, hidup kita seperti sebuah buku yang terbuka, yang secara terus-menerus dibaca oleh mata-mata kecil yang ada di dalam rumah kita.
Pelajaran yang kita berikan kepada anak-anak mungkin bagus dan bijaksana, namun pelajaran yang akan teringat dengan jelas adalah pelajaran yang mereka lihat.

Anak kita mengamati setiap gerakan kita dan mendengarkan setiap perkataan kita sehari-hari. Kita bisa saja lupa bahwa anak kita berada di sekitar kita. Namun kehidupan seorang anak diam-diam merekam kehidupan orang tuanya.
Kemudian di saat yang paling tidak diharapkan, seorang anak akan berbicara atau bertindak persis seperti kita.
Apakah kita mau anak kita mengulangi apa pun yang ktia katakan sehari-hari ?
Apakah kita mau anak kita mencontoh kelakukan kita yang mana pun juga ?
Mau tidak mau, anak-anak akan menjadi seperti kita yang sebenarnya !

Apakah kita yang sebenarnya mencerminkan karakter Kristus atau seperti dunia di sekitar kita ?

Orang tua adalah gambar pertama Allah yang dilihat oleh anak-anak.
Apakah anak-anak melihat Tuhan bersinar melalui hidup kita ?
Apakah kita merupakan refleksi dari kemuliaanNya ?
Atau apakah jendela kehidupan kita begitu kotor ?

Jika kita ingin anak-anak kita berubah memiliki sikap yang baik, memiliki perkataan yang baik, memiliki karakter yang baik, mulailah dari kita sebagai orang tua yang berubah terlebih dulu.