Monthly Archives: December 2007

  • 0

Anggur Manis Pernikahan

Category : FAMILY , MARRIAGE


Yohanes 2 : 1-11Perkawinan adalah lembaga yang begitu menarik buat Tuhan, sehingga Dia membuat Mujizat Pertama Kalinya dalam sebuah Pesta Perkawinan (ayat 11).

Dalam sebuah Pesta Perkawinan SELALU ada Anggur.
‘Anggur’ adalah lambang SUKACITA dalam Penikahan dan keluarga.
Kerinduan Tuhan “Anggur Pernikahan” selalu ada setiap waktu dalam keluarga kita…

Ada 3 Pengertian tentang “Anggur Pernikahan” :
1. Sukacita dan Kebahagiaan Pernikahan
.
Pernikahan yang penuh dengan sukacita dan kebahagiaan, bukan dukacita dan air mata.
2. Kehangatan Hubungan dalam Pernikahan.
Hubungan antar suami – istri yang harmonis dan terus bertumbuh, komunikasi yang sehat, saling mengerti dan mengampuni.
3. Kesehatan Rumah Tangga.
Pernikahan yang sehat adalah dimana tidak adanya campur tangan pihak ke-tiga. Bahkan mampu menangkis setiap serangan dari kuasa si Jahat yang selalu ingin menghancurkan pernikahan.

Bagaimana membuat sebuah Keluarga TIDAK kekurangan Anggur Pernikahan ?

1. Sebuah Keluarga yang MENGUNDANG Yesus
“Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.” (Ayat 2)
Undang Yesus dalam kehidupan Pribadi kita maka dengan demikian kita juga menghadirkan Yesus dalam keluarga/pernikahan kita Yesus adalah Tuhan atas keluarga kita. Selama kita jadikan Dia Tuhan, maka Anggur Pernikahan itu senantiasa mengalir dalam keluarga kita.

2. Sebuah Keluarga yang MELIBATKAN Yesus bekerja didalamnya
“Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” (Ayat 3)
Libatkan Tuhan Yesus dalam seluruh aspek kehidupan kita termasuk dalam keluarga kita.
Melibatkan Yesus memiliki arti sebagai berikut :
a. HUBUNGAN dengan Tuhan secara rutin rmelalui Mezbah keluarga
b. KETERLIBATAN Tuhan dalam Masalah yang dihadapi oleh keluarga.

3. Sebuah Keluarga yang MENGERTI dan MENTAATI Hukum Tuhan dalam Pernikahan
Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” (ayat5 )
Tuhan sudah memberikan HukumNya kepada kita, untuk kita lakukan dangan taat. Jika kita melakukannya, yang datang adalah berkat. Jika Hukum Pernikahan dari Tuhan kita lakukan maka Berkat Anggur Penikahan itu akan senantiasa diberikan dalam keluarga kita.
Oleh sebab itu kita harus belajar apa saja Hukum Tuhan bagi Pernikahan yang harus kita mengerti dan lakukan.

Beberapa Hukum Tuhan dalam sebuah Pernikahan :
4. 1. Efesus 5 :22 – 33 : Hubungan Suami – Istri
Suami Harus MENGASIHI ISTRI.
Istri Harus TUNDUK PADA SUAMI
4. 2. Mat 19 :6 : Kesatuan Pernikahan
Pernikahan TIDAK boleh DICERAIKAN.
4. 3. Ef 5: 31 : Kemandirian Pernikahan
Pernikahan HARUS MANDIRI
4. 4. Ulangan 6:6 : Mendidik anak-anak
Pendidikan Anak adalah Tugas & Tanggungjawab ORANG TUA

Marilah kita lakukan 3 Prinsip ini agar Keluarga kita, Pernikahan kita mendapat “Anggur yang Baru”….

 


  • 0

Waktu bagi Keluarga, Sebuah Investasi bagi Keluarga

Tags :

Category : FAMILY


“Time is Money” demikianlah kata dunia tentang waktu. Dan sering kali kita juga mendengar banyak orang “kekurangan waktu” untuk banyaknya kegiatan mereka.
Bahkan tidak jarang kita mendengar ada yang mengatakan “wah… saya sudah tidak punya waktu lagi untuk keluarga…”, “saya tidak sempet lagi bermain2 lagi dengan anak-anak….”, “ istri dan anak2 compalin nih…saya jarang bersama-sama keluarga…”, dll. Intinya adalah ada yang kekurangan waktu untuk keluarga atau bahkan tidak memiliki waktu yang cukup untuk keluarga lagi.
Jika memang ini, problem yang kita hadapi, kita perlu memperbaiki keadaaan ini supaya tidak mengganggu kebahagiaan dalam keluarga kita.Kenapa kita harus memiliki waktu untuk keluarga?
Belajarlah dari Tuhan Yesus, Dia datang dengan misi menyelamatkan seluruh umat manusia, tetapi Dia masih mau memberikan waktu untuk keluarganya yang ada di bumi.
Luk 2:51 : Yesus menyediakan waktu untuk keluarga di bumi.

Ada 5 Alasan kenapa waktu untuk Keluarga itu PENTING…

1. Waktu untuk keluarga itu TERBATAS.
Pengkotbah 3 : 1 : “Untuk segala sesuatu ada masanya (waktunya) ….”
Waktu berbicara kesempatan yang terbatas (moment waktu selalu ada batas akhirnya). Pakailah waktu yang ada sebaik-baiknya untuk bersama keluarga selama Tuhan masih berikan kesempatan.

2. Waktu untuk keluarga itu berharga Mahal
Prioritas waktu dalam hidup kita harus benar. Prioritas yang benar adalah demikian :
Nomor 1 : Tuhan
Nomor 2 : Keluarga
Nomor 3 : Pekerjaan / Karier / Bisnis
Nomor 4 : Pelayanan
Keluarga ada dalam prioritas nomor 2 setelah Tuhan!!! Jadi waktu untuk keluarga itu penting dimata Tuhan.

3. Waktu untuk keluarga adalah Investasi bagi pertumbuhan keluarga
Sebuah ilustrasi : Sebuah benih menjadi pohon yang besar memerlukan waktu. Tidak mungkin langsung/instant menjadi pohon yang besar, harus ada proses waktu yang dilewati.
Demikian pula dengan keluarga kita, jiak ingin bertumbuh semakin berkualitas, harus ada WAKTU yang Di-INVESTASIKAN. Semakin banyak waktu untunk keluarga berarti semakin banyak peluang keluarga untuk bertumbuh.

4. Waktu untuk keluarga akan membuat kenangan (sejarah)
Kenangan terbentuk karena proses waktu !! Biarlah kita membuat kenangan indah dalam keluarga kita melalui waktu bersama keluarga. Kenangan tidak akan hilang selamanya, bahkan sampai kita tidak di bumi ini sekalipun kenangan akan menjadi sebuah sejarah.

5. Waktu untuk keluarga adalah sarana untuk membangun hubungan semakin erat.
Salah satu hal terpenting dalam membangun keluarga adalah HUBUNGAN, Hubungan hanya bisa terbangun oleh waktu kebersamaan.
“Tidak ada Waktu = Tidak ada Hubungan”

3 Prinsip Utama Manajemen Waktu untuk Keluarga :
1. Perencanaan Waktu
Buatlah perencanaan proyek istimewa untuk waktu keluarga.
– Rencanakan Acara : Liburan keluarga, makan bersama, proyek yang dilakukan bersama-sama di dalam rumah, dll
– Buatlah schedule waktunya & catat dalam agenda pribadi
– Persiapkan apa yang diperlukan untuk merealisasikan (Contoh : dana, kendaraan, perlengkapan, dll)

2. Berani berkata TIDAK untuk apa yang buka prioritas
Buatlah prioritas dan beranilah berkata “TIDAK” jika itu bukan hal yang menjadi prioritas.
Belajarlah menetapkan prioritas : Keluarga adalah Prioritas Nomor 2

3. Temukan PELUANG untuk waktu bersama keluarga
Terkadang kita tidak memiliki waktu keluarga karena kita tidak melihat peluang yang ada. Sebenarnya banyak peluang yang tercipta dari kegiatan rutin kita, untuk kita bisa bersama-sama dengan keluarga.

Inilah waktunya kita memperbaiki management waktu untuk keluarga kita..

Bangunlah keluarga yang berkualitas dengan waktu untuk keluarga yang seimbang.

 


  • 1

Mentoring, Gaya Hidup Orang-orang Luar Biasa

Category : COMMUNITY LIFE


Orang-orang ini diakui kehebatan & keberhasilannya oleh dunia, tetapi dibalik itu mereka adalah orang-orang yang menerapkan gaya hidup pemuridan/mentoring dalam kehidupannya. Mereka menyediakan diri dimuridkan dan memuridkan orang lain.Helen Keller dan sang mentor Annie Sullivan (Pengasuh & Guru)
Christopher Columbus dan sang mentor Juan Perez (Biarawan / Penasehat rohani)
Smith Wigglesworth dan sang mentor Polly (Istri)
John Maxwell dan sang mentor Melvin Maxwell (Papa)
Marthin Luther dan sang mentor Johann Von Staupitz (Pembina Rohani)
DR. Marthin Luther King, JR dan sang mentor Rev. Marthin Luther King Sr.(Papa)
Billy Graham dan sang mentor John Minder (Hamba Tuhan / Pendeta)
Abraham Lincoln dan sang mentor Sarah Bush Johnston (Mama Tiri)
Thomas Alfa Edison dan sang mentor Nancy Elliot (Mama & Guru pribadi)

Di Alkitab juga terdapat :
– Yosua dan sang mentor Musa (Pemimpin)
– Elisa dan sang mentor Elia (Pembina Rohani)
– Paulus dan sang mentor Barnabas (Teman & pembina rohani)

Mat 28:18-20 : Amanat Agung untuk memuridkan (mementor)
Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

SEPERTI APA MENTORING ITU ?

MENTORING BUKANLAH …..

Mentoring BUKAN “CLASSROOM”
Secara umuam, banyak system pendidikan saat ini menggunakan Model Yunani (Tipe Kelas) dan biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
– Sifatnya Akademis
– Pasif / Satu Arah / Monolog
– Menekankan pada Teori
Mentoring lebih sekedar ‘Kelas Pendidikan Alkitab’!

Mentoring BUKAN “CAFÉ”
Sebuah café adalah tempat orang bersantai menikmati fellowship dengan orang lain, menikmati snack & coffee, melepas lelah, menghilangkan stress, dll.
Mentoring lebih dari sekedar ‘Fellowship tanpa Tujuan’!

Mentoring BUKAN “ACTIVITY or EVENT…”
“Perlu kegiatan/aktivitas Kristen?…” Banyak orang yang rasanya tidak nyaman jika tidak mengikuti aktivitas Kristen. Mereka suka sibuk dengan aktivitas2, tanpa tujuan dan arah yang akan dicapai.
Mentoring lebih dari sekedar ‘Aktivitas Kristen’!

Mentoring BUKAN “EXCLUSIVE CLUB”
Bila dalam kelompok pemuridan semakin dekat hubungannya, dan makin hari makin ekslusif sehingga menjadi “Klub Eklusif” dimana orang lain sulit untuk masuk didalamnya.
Hati-hati, ini bukan spririt dari Mentoring!
Mentoring lebih dari sekedar ‘Klub Eklusif’!

Kalau begitu, apa sebenarnya Mentoring yang SESUNGGUHNYA ??

MENTORING adalah ………

1. “Pelatihan Kehidupan”
Sebuah pelatihan memiliki ciri :
o Adanya Hubungan / Relationship
o Pengajaran dari Pengalaman
o Proses “Magang”
Mentoring bukan kelas, tapi sebuah proses pelatihan kehidupan! Dalam proses ini, sebuha kegagalan dalam kehidupan adalah hal yang wajar yang perlu dipelajari dan diambil makna positif untuk kemajuan lebih lagi di waktu mendatang.

2. “Gaya Hidup Sebuah Keluarga Rohani”
Hal yang dikembangkan dalam mentoring bukan sekedar pertemanan/fellowship, tapi lebih dalam dari itu. Mentoring harus menciptakan suasana dan hubungan seperti sebuah “keluarga”, inilah yang membuat mentoring membentuk“suatu keluarga rohani”.

3. “PROSES Perubahan & Pertumbuhan ”
Mentoring memiliki tujuan yang jelas yaitu PROSES PERUBAHAN KEHIDUPAN.
Jadi bukan sekedar aktivitas/event saja. Dan sebuah proses tentunya memerlukan tenggang waktu tertentu yang mungkin bisa pendek atau panjang waktunya.
Setiap anggota harus siap dengan “proses” dan rindu mengalami “perubahan”.

4. “Berbagi sebagai Garam & Terang”
Mentoring adalah menerapkan pola multiplikasi. Waktu Yesus mementor 12 orang murid, maka murid2 tersebut akhirnya mementor orang lain lagi. Inilah waktunya kita sadari bahwa hidup kita harus jadi berkat untuk orang lain… Satu kali waktu kita harus mementor orang lain…

Aplikasi apa yang bisa kita lakukan?
1. Carilah Kelompok yang dapat mementor kehidupan rohani dan keluarga kita. ..
2. Bayarlah harganya untuk bergabung dalam kelompok itu…
3. Alamilah Proses Pertumbuhan bersama-sama dalam kelompok mentoring anda.
4. Bawalah keluarga/pribadi lain untuk mengalami berkat dalam kelompok mentoring anda.

Note : Sebagian bahan diambil dari sumber Dr. Tim Elmor (Growing leaders).

 


  • 0

Keluarga Itu Sangat Berarti

Category : FAMILY , MARRIAGE


Bagi Allah kehadiran sebuah keluarga itu sangat penting, ini terbukti dari campur tangan Allah secara langsung kepada terbentuknya keluarga yang pertama di bumi ini yaitu : keluarga AdamKejadian 1 : 27 – 28

5 Alasan Keluarga itu Sangat Berarti dimata Allah :

1. Tuhan menciptakan manusia pertama dalam sebuah Lembaga Keluarga (ayat 27)
Pada saat Tuhan menciptakan manusia, Dia telah merancangkannya dalam sebuah lembaga keluarga
Tuhan menyukai lembaga keluarga, maka Dia menyatakan diriNya dalam “konteks keluarga” (Bapa, Anak, dan Roh Kudus)
Kej 2:24 – Lembaga keluarga pertama yang diciptakan oleh Allah sendiri di taman Eden.

2. Tuhan menaruh TujuanNya dalam Keluarga (ayat 26)
Banyak keluarga yang dibangun tanpa dasar Tujuan Allah, mereka membangun keluarga dengan tujuan sendiri.
Tuhan memberikan Tujuan Allah pada sebuah keluarga. Tujuan ini yang membuat keluarga bertumbuh dan memiliki arah “menjadi lebih baik”dan menggenapi setiap rencana Allah dalam kehidupan kita dan keluarga.

3. Tuhan memberikan Berkat pertamaNya kepada Keluarga (ayat 28)
Ternyata berkat pertama yang diberikan kepada manusia, diberikan dalam lembaga keluarga.
Ada berkat khusus yang Tuhan siapkan bagi keluarga.
DalamYohanes 2 diceritakan bahwa Tuhan Yesus membuat mujizat pertamanya di sebuah pesta pernikahan (awal sebuah lembaga pernikahan)

4. Tuhan membangkitkan Generasi Penerus melalui sebuah Keluarga (ayat 28)
Kerinduan Tuhan adalah bangkitnya generasi penerus yang lebih baik, yang akan menguasai dunia bagi kerajaan Allah.
Keluarga adalah wadah untuk melahirkan, membangun, mempersiapkan para Pemimpin masa depan yang takut akan Allah.

5. Tuhan memberikan Kuasa/Otoritas atas dunia kepada Keluarga (ayat 28)
Otoritas atas dunia ini diberikan kepada Keluarga.
Jika keluarga kuat, maka gereja akan kuat, dan mampu menaklukkan dunia bagi Kristus.

Iblispun mengerti bahwa Keluarga itu Sangat berarti sehingga dia juga berusaha menghancurkan keluarga dengan berbagai cara.
Contoh : Disfungsi Peran Suami – Istri, Kekacauan Komunikasi, Konflik, Tujuan yang tidak jelas dalam menikah, permasalahan anak-anak, bahkan sampai Perceraian pernikahan…

Pertanyaan sekarang kepada kita……..

===Apakah Keluarga itu Sangat Berarti bagi Anda ??? ===