Monthly Archives: May 2007

  • 1

Mezbah Keluarga Membentuk Rumah Berkat

Tags :

Category : FAMILY


“Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu.
Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.
Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita “
2 Sam 6:10-12
Sebuah keluarga yang diberkati ditentukan oleh ada atau tidaknya Kehadiran Tuhan didalamnya. Jika Tuhan hadir dan tinggal didalamnya, maka pasti keluarga akan diberkati secara luarbiasa. Hal ini dibuktikan ketika Obed Edom membuka pintu rumahnya untuk kehadiran Tabut Allah (yang merupakan gambaran Kehadiran Tuhan – hadirat Tuhan) didalam rumahnya selama 3 bulan, dan itu membuat keluarganya diberkati secara luar biasa.

Bagaimana supaya kehadiran Tuhan nyata dalam keluarga?Yosua 24:15 : ‘….Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!‘
BANGUNLAH MEZBAH KELUARGA
Apa itu mezbah keluarga ?
Mezbah keluarga adalah suatu moment perjumpaan dengan Tuhan secara bersama-sama satu keluarga yang dilakukan sebagai sebuah gaya hidup setiap hari.

Sebuah mezbah tidak berdiri dengan sendirinya, tetapi harus “dibangun”. Contoh :
– Nuh membangun mezbah (Kej 8:20)
– Abraham membangun mezbah (Kej 12;7, Kej 13:18)
– Ishak membangun mezbah (Kej 26:25)
– Yakub mendirikan mezbah (Kej 33:20)
– Musa mendirikan mezbah (Kej 17:15)
– Daud mendirikan mezbah (2 Sam 24:25 )

Prinsip membangun mezbah keluarga :

1. Suami adalah “Inisiator Pembangun Mezbah”Setiap orang yang membangun mezbah adalah seorang laki-laki (kepala keluarga). Banyak tokoh wanita di Alkitab tapi yang membangun mezbah selalu pria.
Inilah waktunya para Pria untuk berinisiatif membangun mezbah keluarga.
Ef 5 : 23 = Suami adalah Kepala

2. Komitmen Bersama adalah awal berdirinya sebuah mezbah
Perlu kesepakatan dan komitmen Suami, Istri dan Anak-anak untuk bersama-sama membangun mezbah keluarga setiap pagi. Dengan kesepakatan maka suami atau istri bisa saling mengingatkan dan saling menguatkan.
Mat 18:19-20 = kesepakatan membawa kuasa besar.

3. Perlu Korban dalam membangun mezbahSetiap mezbah hanya akan disebut mezbah jika ada korban diatasnya. Tanpa korban mezbah tidak berarti apa-apa.
Kej 8 : 20 = Nuh mempersembahkan korban diatas mezbah yang dibuatnya.

Korban memiliki arti sebagai berikut :

a. Waktu yang diprioritaskan
Jika Tuhan Yesus sudah memberikan yang terbaik, adalah hal yang seharusnya jika kita berikan waktu yang terbaik bagi Tuhan.
Waktu terbaik adalah pagi hari ( Maz 5:4, Mark 1:35 )

b. Tenaga yang maksimalHarus memiliki manajemen waktu yang baik untuk menghindari kelelahan fisik yang mengganggu untuk membangun mezbah.

c. Pikiran & Hati yang tertuju pada Tuhan
Pikiran dan hati jangan terfokus pada masalah-masalah kehidupan kita sendiri.

4. Membangun Mezbah adalah sebuah ‘Gaya Hidup’ bukan suatu ‘Event’Abraham membangun mezbah beberapa kali, contoh :
Kej 12:7, Kej 12:8, Kej 13:18, Kej 22:9
Ini artinya Abraham membangun mezbah tidak sekali-sekali (kadang-kadang), tapi dia membangun mezbah sebagai GAYA HIDUP!

5. Gunakan Sarana-sarana yang mendukung / membantu
Mezbah didirikan dengan bahan-bahan pembuatnya seperti : batu, kayu, dll. Perlu bahan-bahan yang mendukung.
Gunakan sarana yang membantu seperti :
o Buku saat teduh
o Bahan-bahan Pendalaman alkitab, dll

2 Pilar keseimbangan dalam Mezbah keluarga :Perlu 2 pilar mezbah yang harus dibangun dengan sebuah KESEIMBANGAN. Kedua-duanya adalah PENTING!
Pilar 1 : Mezbah pribadi
Pilar 2 : Mezbah Bersama

60 MENIT SETIAP HARI YANG MENGUBAHKAN HIDUP :10 menit : Penyembahan pribadi & doa pribadi
15 menit : Membaca & merenungkan Alkitab secara pribadi
10 menit : Penyembahan bersama-sama
15 menit : Membaca dan sharing Firman bersama-sama
10 menit : Saling mendoakan dan berdoa bersama-sama.

Dampak Mezbah Keluarga bagi hidup pribadi dan keluarga?
Kejadian 8:20 – Kej 9 :16

1. Hadirat Allah nyata dalam Keluarga : Ada kasih, sukacita, damai sejahtera dalam keluarga
Kej 8:21 = Ada hubungan manis antara Nuh dengan Tuhan

2. Berkat Allah nyataKej 9:1 = Allah memberkati Nuh

3. Hikmat dan Tuntunan Allah bagi kehidupan
Kej 9 : 1-9 = Allah memberikan tuntunannya kepada Nuh

4. Perlindungan dari serangan kuasa gelapKej 9:5 = Allah yang melindungi dan menjaga Nuh

5. Janji Allah nyata dalam kehidupan kita.Kej 9:9-11 = Allah menyatakan perjanjiannya dengan Nuh, sejak saat itu Nuh hidup dalam janji-janji Allah.

6. Keturunan akan hidup dalam berkat perjanjian Allah
Kej 9:9

7. Hidup dalam kekuatan anugrah Tuhan yang luar biasa.o Kekuatan Ekstra diwaktu menghadapi situasi buruko Kekuatan untuk melakukan perkara-perkara besar bersama Tuhan
Nuh adalah orang yang pernah mengalami kekuatan Anugrah Tuhan yang luar biasa.


  • 0

Pernikahan di Taman

Category : FAMILY , MARRIAGE


Pernikahan “di dalam taman” vs “di luar taman”Tahukah Anda, bahwa upacara pernikahan pertama di dunia terjadi di Taman Eden ( Kej 1 – 2 ). Satu-satunya tempat untuk mengalami pernikahan-Nya Allah adalah “di dalam taman”, di mana Allah mempunyai “rencana yang indah dalam keluarga”.

Namun, sejak Adam & Hawa jatuh dalam dosa, dosa menyebabkan hilangnya gambar & rupa Allah dalam diri manusia dan diusirnya manusia dari taman Eden. Hal ini memberi dampak negatif bagi keluarga pertama ini yaitu keluarga menjadi berada “di luar taman”.

Keluarga “di luar taman” ini berbicara keluarga yang tidak lagi berjalan dalam rencana Allah yang indah. Keluarga yang tidak berjalan rencana Allah , akan menyebabkan banyak masalah yang timbul dan terjadi dalam keluarga tersebut.

Berikut ini masalah–masalah keluarga yang terjadi bila keluarga tidak berjalan dalam rencana Allah :

1. Masalah dalam hubungan suami – isteri.
a. Disfungsi di dalam keluarga : isteri mengambil otoritas suami & suami lalai dalam tanggung jawabnya ( Ribka, tanpa sepengetahuan Ishak membuat Yakub menjadi seperti Esau ).
b. Isteri & suami tidak mempunyai visi yang sama ( Ishak & Ribka ).
c. Ketidak jujuran & komunikasi yang buruk ( Abraham berbohong untuk kepentingan dirinya ).
d. Ketidak setiaan dalam keluarga ( Isteri Potifar ).

2. Masalah dalam hubungan orang tua – anak.
a. Anak memberontak terhadap orang tua ( Rahel memberontak kepada Laban )
b. Orang tua kurang mengasihi & menghargai anak ( Lot menawarkan anaknya kepada Sodom ).
c. Orang tua kurang mendisiplin anak ( Imam Eli ).

3. Masalah dalam hubungan antara saudara.
a. Membenci dan cemburu dalam keluarga ( Kain membunuh Habel ).

Bagaimana mengembalikan Keluarga pada rencana Allah yang Indah ?

1. Keluarga harus dibangun di atas dasar yang kokoh ( Mzm 127 : 1 – 3 ).
“Jikalau bukan Tuhan yg membangun rumah, sia-sialah usaha orang yg membangunnya ” (ay1). Apa pun yang kita lakukan dalam membangun keluarga, harus melibatkan Tuhan.
Bagaimana membangun keluarga di atas dasar yang kokoh ?
a. Mezbah Pribadi.
b. Mezbah Keluarga.

2. Keluarga harus memiliki Pengetahuan ( Hosea 4 : 6a ).
“ Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah ( NIV, lack of knowledge – tidak berpengetahuan )

Cinta memang memang sangat penting bagi kebahagiaan keluarga, tetapi cinta saja tidak dapat membuat pernikahan berhasil.
Walaupun sudah lahir baru, banyak orang percaya mengalami kesulitan dalam pernikahan mereka karena tanpa sadar menganut nilai-nilai dan pandangan dunia daripada nilai-nilai & pandangan Allah.
Contoh : banyak orang menikah karena saling mengasihi, tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana berkomunikasi secara efektif sehingga banyak konflik terjadi dalam keluarga.

Bahkan Gereja Tuhan, yang seharusnya mempunyai otoritas mengenai topik keluarga, tetapi banyak keluarga yang berada “di luar taman” karena banyak orang percaya termasuk pemimpin, tidak memiliki standar-standar Ilahi mengenai keluarga.

Bagaimana kita dapat memperoleh pengetahuan tersebut ?
a. Membaca buku, mengikuti seminar tentang keluarga, konseling keluarga.
b. Komunitas adalah salah satu tempat di mana kita belajar untuk mendapat pengetahuan.

3. Keluarga harus membuat Perencanaan ( Lukas 14 : 28 – 30 )
Membangun Keluarga Ilahi bukanlah kebetulan, tetapi adalah suatu usaha yang dilakukan dengan terencana dan konsisten.
Salah satu rahasia sukses adalah perencanaan, dan perencanaan yang sukses bergantung pada pengetahuan.

Sama seperti membangun rumah, keluarga yang sukses adalah produk dari perencanaan yang cermat dan rancangan yang serius, bahan yang benar, nasihat yang baik, dan kontraktor yang memenuhi syarat.

Bagaimana membuat perencanaan di dalam keluarga ?
Suami adalah visioner, yaitu menentukan arah, tujuan dan sasaran untuk pertumbuhan dan perkembangan keluarga.
Isteri menolong untuk merincikan, mempersiapkan bagaimana mencapai visi tersebut.

Mari mulailah setiap keluarga menentukan visi dan nilai-nilai sebagai dasar & fondasi keluarga kita saat ini !