Category Archives: FATHERHOOD

  • 0

Father & Son

Father & son

Pada umumnya, ibu memiliki porsi pengasuhan lebih besar terhadap anak dibandingkan ayah. Namun, bagi yang memiliki anak laki-laki, coba biarkan ayah menambah porsi dalam mengasuh anak laki-laki karena PENGASUHAN AYAH MEMILIKI PENGARUH BESAR DARIPADA IBU DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK LAKI-LAKI.

Para ayah perlu berinteraksi dengan anak-anaknya sedikitnya 2 jam sehari dan 6 jam saat week end. Dengan bertambahnya usia anak, jumlah waktu bisa saja berkurang. Namun kebutuhan anak laki-laki untuk berinteraksi dengan ayah, DUA KALI MELEBIHI kebutuhan anak perempuan.

“Hubungan ayah dan anak laki-lakinya memiliki pengaruh yang luar biasa dalam hidup seseorang. Bila hubungan itu sehat, pengaruhnya akan sangat positif pada si anak,” kata Melanie Mallers, peneliti dari California State University, AS.

Tim peneliti juga menemukan bahwa pria yang memiliki hubungan kurang hangat dengan ayahnya cenderung lebih sulit dalam menghadapi stress sehari-hari. Mereka juga relatif lebih mudah tertekan, mudah marah, dan gampang sakit akibat stress yang mereka hadapi.

Lantas, jika demikian pentingnya, apa yang dibutuhkan anak laki-laki dari sosok ayah?

“Read More”

  • 0

Father & Daughter

Father Daughter

Beberapa tahun yang lalu, sebuah harian Nasional mencantumkan berita mengenai seorang remaja yang gagal mengikuti Ujian Negara karena hamil di luar pernikahan.

Bagaimana pun sang remaja menangis dan memohon, panitia ujian tetap pada keputusannya: peraturan pemerintah tidak mengizinkan remaja putri ini ujian.

Dunianya pun runtuh. Masa depannya hancur !!

Kasus-kasus seks pranikah makin banyak. Selain mengindikasikan adanya masalah dalam sistem keluarga, khusus untuk remaja, seks pranikah menunjukkan miskinnya informasi yang didapat anak dari orangtuanya.

Nah, penelitian Ilmu Psikologi menemukan bahwa peran ayah sangat besar dalam pertumbuhan anak perempuan. Salah satu sisi pengaman anak perempuan kita agar tidak mudah terjebak dalam seks pranikah adalah kedekatan dengan sang Ayah, karena dia membutuhkan figur seorang pria yang mengasihinya pada masa pertumbuhannya.

Ada perbedaan antara peran ayah dan peran ibu dalam membesarkan anak-anak berdasarkan jenis kelamin. Mungkin kita berpikir bahwa ibu lebih bisa mengurus anak daripada ayah, namun sebenarnya, ayah memiliki peran besar dalam perkembangan anak perempuannya.

“Read More”

  • 0

Absent Fathers, Lost Children

FB_IMG_1435544383813

Peran ayah sangat penting dalam perkembangan anak-anak mereka, namun banyak ayah merasa ragu dengan tanggung jawab dan keistimewaan yang terkait dengan peran ini. Anak-anak membutuhkan ayah yang mencintai dan peduli kepada mereka secara konsisten.

Penelitian menunjukkan bahwa ayah yang terlibat secara aktif dalam membesarkan anak-anak mereka memberikan hasil yang positif dalam kehidupan mereka. Sebaliknya, ayah yang tidak terlibat secara aktif, anak-anaknya berkembang secara negatif. Seorang dosen di University of Southern California School of Medicine, menemukan kaitan yang sangat kuat antara gejala yang nampak pada orang-orang yang cenderung suka menganiaya dengan masa kanak-kanak yang sangat menderita.

63% anak remaja yang bunuh diri berasa dari keluarga tanpa ayah,  5 kali lebih tinggi dari angka rata-rata nasional (US Department of Health).

90% anak-anak yang lari dari rumah dan tak ada tempat tinggal, berasal dari keluarga tanpa ayah, 32 kali lebih tinggi dari angka rata-rata nasional (Journal of Justice & Behaviour).

80% pemerkosa yang dilatarbelakangi kemarahan berasal dari keluarga tanpa ayah, 20 kali lebih tinggi dari angka rata-rata nasional (US Department of Justice).

TAPI ….

Keluarga yang tinggal di lingkungan kriminal, namun dalam keluarga dengan peran orangtua stabil & AYAH berperan dalam keluarga tersebut, maka 90% anak dari keluarga tersebut TIDAK mengalami kenakalan remaja (Development & Pscychopathology, 1993)

“Read More”


  • 0

Good Dad vs Bad Dad

Good Dad1

Peran Ayah Membentuk Identitas dan Karakter Seks Anak 

Penelitian Ilmu Psikologi menemukan bahwa peran ayah sangat besar dalam menumbuhkan rasa keberhargaan dalam diri anak, baik pria maupun wanita.

Salah satu sisi pengaman anak perempuan kita agar tidak mudah terjebak dalam seks pranikah adalah kedekatan dengan sang Ayah.

Dia membutuhkan figur seorang pria yang baik, pengasih dan penyayang. Dia pertama-tama mengenal “dunia” pria dari sang ayah. Dia mendapatkan identitas seksual sebagai perempuan dari sang Ayah yang memperlakukan dia sebagai anak putri dengan baik. Dia bangga menjadi seorang wanita karena ayahnya menekankan itu di rumah. Karena itu dia berusaha menjaga kesucian dirinya sebagai perempuan, dan tidak ingin mengecewakan ayahnya hanya karena kesenangan pergaulan dengan temannya.

“Read More”


  • 0

Tidak ingin seperti PAPA

Bad DaddyTerus terang pernikahan orangtua saya tidak patut dicontoh. Papa mama selalu bertengkar dan mereka bercerai saat saya remaja. Papa sering mabuk-mabukan, papa sering bicara kasar dan membentak mama serta anak-anak, papa juga suka menyalahkan mama. Saya sedih sekali dengan perceraian mereka, saya tidak ingin hal itu terjadi dalam pernikahan saya.

Nah, saat menikah 3 tahun yang lalu, saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa saya tidak ingin seperti papa. Saya tidak ingin menjadi suami yang suka bicara kasar. Tapi saya sering konflik dengan istri dan tanpa saya sadari saya kog kasar seperti papa? Kemudian jika saya stress, pelarian saya adalah hang out dengan teman-teman dan saya mulai mencicipi minuman beralkohol.

Saya khawatir jika apa yang terjadi dengan papa mama akan terulang kembali dalam pernikahan saya. Apa yang harus saya lakukan? (Elvin, 36 tahun)

“Read More”


  • 0

Membentuk Anak Laki menjadi Pria Dewasa


Seorang ayah memikul tanggungjawab untuk membesarkan dan secara khusus memberikan bekal kepada anak laki-laki agar mereka bertumbuh besar menjadi seorang pria dewasa yang memang kita harapkan, khususnya yang Tuhan harapkan.

Seorang ayah memiliki peranan yang sangat besar bagi anak laki-laki. Anak laki-laki perlu menyerap sifat kelaki-lakiaan dari ayahnya. Ini disebut proses identifikasi.
Proses identifikasi adalah proses memasukkan sifat-sifat, perilaku, pola tingkah laku, pola pikir atau pengungkapan emosi dari ayah atau orang tua ke dalam diri anak laki-laki. Oleh sebab itu kehadiran seorang ayah dan waktu kebersamaan begitu penting.
Anak laki-laki akan menyerap yang baik maupun yang buruk dari sifat-sifat dan tingkah laku ayahnya sebagai pria dewasa.

Persiapan yang harus dilakukan seorang ayah adalah :
1. Seorang ayah harus hadir dan terlibat dalam kehidupan si anak.
2. Seorang ayah harus rajin berkomunikasi dengan anaknya.
Jika anak sudah menyerap hal-hal yang positif dan negatif karena mencontoh ayahnya, itu tidak akan membuat dia kesulitan dalam terjun ke masyarakat.
Ada beberapa hal yang secara TERENCANA perlu ayah ajarkan kepada anak laki-laki :
1. Mengajar anak mengambil keputusan.
Seorang pria sebaiknya menjadi orang yang mengambil inisiatif.
Doronglah anak untuk mulai mengambil keputusan bagi dirinya sendiri.
Penting bagi ayah untuk tidak mempermalukan atau melecehkan si anak sewaktu ia tidak bisa mengambil keputusan.  Adakalanya ayah perlu membiarkan anak mengambil keputusan yang memang terasa kurang pas, tetapi selama tidak berkaitan dengan dosa dan tidak membahayakan jiwanya, maka sekali-kali biarkanlah. Dengan cara ini maka dia akan belajar lebih berani mengambil inisiatif dalam sebuah keputusan, dan tidak tergantung terus dengan keputusan orang tuanya.
Sekali-kali ayah harus merentangkan anak untuk berani mengambil keputusan yang berbeda. Orang tua harus mengikuti perkembangan anak, supaya jangan sampai anak terjerumus dalam hal yang negatif, karena  kebebasannya tanpa dikontrol oleh orang tua.
Satu tindakan orang tua yang paling umum dan yang paling membuat anak tidak mau berbicara pada orang tua adalah celaan dan teguran.
2. Ada anak laki-laki yang sering kali mencoba bereksperimen, dalam hal ini dukungan orang tua khususnya ayah sangat diperlukan.
Keberanian mengambil resiko adalah sifat pria yang baik dan yang dihormati. Anak harus didorong untuk berani mengambil resiko dan mencoba, supaya dia tidak takut pada kegagalan. Waktu anak mengambil resiko melakukan sesuatu, sang ayah harus hati-hati : jangan terlalu cepat mengevaluasi, mengkritik, mencela atau menjatuhkan anak.
Salah satu kualitas pria yang dihargai oleh lingkungan adalah stabil, kestabilan emosi adalah suatu ciri pria yang baik.
3. Dalam menghadapi tugas, seorang anak laki-laki menjadi orang yang sigap.
Seorang pria , dalam melaksanakan tugasnya diharapkan bersifat sigap, bukan malas-malasan dan lamban, ini hal yang harus ditanamkan kepada anak.
Seorang anak laki-laki harus diberi tugas tanggungjawab, misalnya meletakkan sepatu di rak sepatu, membereskan piring setelah selesai makan. Ini adalah bagian dalam mendidik anak kita.
Yang sulit disini adalah memberi teladan pada anak, anak ingin lihat perbuatan daripada perkataan.
4. Anak harus dipersiapkan untuk bersosialisasi.
Seorang ayah juga harus mengajarkan kepada anak laki-laki untuk melindungi wanita. Jadi ajarkan anak laki-laki untuk mempunyai sikap atau persepsi yang tepat terhadap wanita, yaitu melindunginya bukan memanfaatkannya.
Seorang ayah perlu mengajarkan, tugasnya-lah melindungi wanita dari serangan orang, dari ancaman orang, dari eksploitasi orang, dari pemanfaatan orang lain, dan terutama jangan sampai dia menjadi seorang pria yang memanfaatkan wanita.
Dalam hubungan dengan pria lain, sang ayah harus mengajarkan bahwa dia setara denga pria lainnya.
Anak laki-laki yang menganggap dirinya hebat dan bisa atau paling kuat biasanya akan mempunyai masalah dengan teman-temannya, dia harus belajar merendahkan diri dan tidak sombong.
Namun apabila anak laki-laki yang merasa tidak bisa apa-apa, merasa teman-temannya lebih hebat dari dia, mungkin dia akan merasa rendah diri.
Oleh karena itu kita ajarkan bahwa dia sejajar dengan teman-temannya.
Dalam memberi bimbingan terhadap anak laki-laki, maka ada tiga hal yang harus diwaspadai  :
1. Jangan sampai kita terlalu terjebak dalam perbedaan antara feminin dan maskulin.
2. Jangan menghina anak laki-laki karena pria peka terhadap penghinaan.
3. Jangan mengharuskan anak laki-laki menyukai hobby kita.
Amsal 20:18 :  Sekalipun ada emas dan permata banyak tetapi yang paling berharga adalah bibir yang berpengetahuan.
Dalam hal ini….. hikmat menjadi seorang pria adalah :  menjadi seorang yang takut Tuhan, mengenal Tuhan dan bisa hidup di tengah-tengah lingkungannya.
(Sumber :  Paul Gunadi)

  • 0

Peran Ayah dalam Mendidik Anak

Seminar Peran Ayah - 2

63% anak remaja yang bunuh diri berasa dari keluarga tanpa ayah, 5 kali lebih tinggi dari angka rata-rata nasional (US Department of Health)
90% anak-anak yang lari dari rumah dan tak ada tempat tinggal, berasal dari keluarga tanpa ayah, 32 kali lebih tinggi dari angka rata-rata nasional (Journal of Justice & Behaviour)
80% pemerkosa yang dilatarbelakangi kemarahan berasal dari keluarga tanpa ayah, 20 kali lebih tinggi dari angka rata-rata nasional (US Department of Justice)
TAPI ….
Keluarga yang tinggal di lingkungan kriminal, namun dalam keluarga dengan peran orangtua stabil &
AYAH berperan dalam keluarga tersebut,  maka 90% anak dari keluarga tersebut TIDAK mengalami kenakalan remaja (Development & Pscychopathology, 1993)
Bagaimana PERAN AYAH dalam mendidik anak ?
Hadirilah :
MINI SEMINAR
Sabtu, 12 Juli 2014
Jam 3.30 – 5.00
 
@WTC Serpong

  • 0

Apa yang Perlu Ayah Ketahui tentang Anak Perempuan

Tags :

Category : FATHERHOOD , MEN , PARENTING

Ternyata ada perbedaan antara peran ayah dan peran ibu dalam membesarkan anak-anak mereka berdasarkan jenis kelamin. Mungkin kita berpikir bahwa ibu lebih bisa mengurus anak daripada ayah, namun sebenarnya, ayah memiliki peran besar dalam perkembangan anak perempuannya.
Kita perlu mengetahui bahwa anak-anak perempuan kecil bertumbuh di dalam suatu dunia hubungan. Rasa berharga mereka dan bagaimana mereka menilai dirinya itu ditentukan melalui hubungan-hubungan yang mereka miliki. Anak perempuan perlu menerima rasa aman, kestabilan dan penerimaan dari ayah. Mereka perlu menerima pengertian dan rasa dihargai dari ayahnya. 
Jadi, para ayah memegang kunci hubungan-hubungan yang akan anak perempuan miliki di masa mendatang.
Sedangkan peran ibu adalah sebagai teladan di mana anak perempuan perlu melihat karakter dan kefeminiman wanita.
Anak-anak perempuan kecil diciptakan berbeda dengan anak-anak laki kecil. Allah menciptakan mereka berbeda untuk suatu maksud.  Allah membentuk Hawa dari rusuk Adam, yaitu sesuatu yang dikeluarkan Allah dari Adam. Sebagai akibatnya, Adam akan mencari “sesuatu”  dan Hawa memiliki kerinduan untuk melengkapi Adam.
Nah, jadi kerinduan seorang wanita adalah untuk melengkapi pria, dan….. pria dalam kehidupan seorang anak perempuan kecil adalah ayahnya !
Ia mau menjadi “permaisuri” yang mengisi hati ayahnya !

Hadiah yang paling berharga yang dapat diberikan oleh seorang ayah kepada anak perempuannya adalah waktunya dan hatinya yang diinvestasikan melalui komunikasi antara ayah dengan anak perempuan.
Hal yang dapat dilakukan Ayah terhadap anak perempuan :
1.      Kencan dengan anak perempuan.
Pada saat membangun hubungan, berkencan dengan anak perempuan, maka ayah sedang membangun visi tentang bagaimana seharusnya pria memperlakukan mereka, belajar seperti apakah diperlakukan dengan hormat dan tidak mengijinkan standar yang kurang dari itu di masa depan mereka.
Anak-anak kita belajar tentang penerimaan, nilai-nilai, dan rasa berharga dari orang tua mereka.
Penerimaan seorang ayah sangat penting dalam kehidupan seorang anak perempuan. Supaya merasa diterima, anak perlu dimengerti. Untuk bisa mengerti dan memahami, maka… waktu kencan adalah kunci untuk masuk ke dunia anak perempuan.
Kencan dapat dilakukan dengan pergi ke tempat yang netral, seperti restoran.
Aturan dalam berkencan : menjadi teman mereka, berbicara dalam tingkat mereka, bersenang-senang.
2.      Melipatgandakan sentuhan.
        Kebutuhan anak perempuan akan sentuhan pria.
     Ketika anak perempuan menginjak masa puber, ia memiliki kebutuhan psikologi untuk tertarik kepada seorang pria hanya melalui sentuhan yang sederhana, sehat dan penuh kasih sayang. Bila ia tidak memperolehnya dari ayah, maka ia akan mencoba menemukannya di tempat lain.
    Anak perempuan pada umumnya tidak mencari seks, tetapi mencari kasih sayang, tetapi mereka seringkali dimanipulasi untuk memberikan seks untuk memperoleh kasih sayang. Di pihak lain, anak laki belajar memberikan kasih sayang supaya beroleh seks.
        Melindungi anak perempuan dari seks pranikah.
    Pelukan ayah membuat anak perempuan tidak lagi mencari kasih sayang pria di tempat-tempat lain.
   Jadi, solusi agar anak perempuan kita agar terlindung dari seks pranikah adalah : “melipatgandakan sentuhan.”
        Sentuhan adalah keajaiban.
   Sentuhan adalah cara yang dahsyat untuk mengkomunikasikan kasih, penerimaan dan keamanan. Ketika ada banyak sentuhan yang penuh kasih di dalam hubungan keluarga, maka kesembuhan, kesehatan dan keberhasilan akan menyertai.
   Ketika kurang ada sentuhan penuh kasih, maka penyakit, depresi dan kegagalan akan menyertai.
     Memeluk itu sangat sehat. Pelukan menolong sistem kekebalan tubuh. Pelukan menjaga kita tetap sehat, menyembuhkan depresi dan mengurangi stress. Pelukan mempengaruhi tidur, menguatkan, memperbaharui kesegaran. Pelukan tidak memiliki dampak-dampak sampingan yang tidak menyenangkan. Memeluk adalah tidak lebih daripada sebuah obat yang ajaib. Pelukan semua terbuat dari bahan yang alamiah, berasalah dari alam dan manis secara alami. Tidak mengandung pestisida, bahan pengawet atau pemanis buatan dan 100% baik untuk kesehatan. Pelukan tidak bersifat boros energi namun menghasilkan energi yang besar,
Sudahkah anda memeluk anak anda hari ini  ??
(Sumber : John Burns)


  • 0

Aku Ingin Seperti Ayah

Tags :

Category : FATHERHOOD , REFLECTION

Berikut ini adalah sharing dari Facebook seorang teman, yang dapat menjadi sebuah refleksi bagi kita semua  :

Suatu hari ada percakapan para kakek yang sudah mendekati usia 60 tahun dan dikaruniai beberapa orang cucu. Di sela-sela pembicaraan serius tentang bisnis, para kakek yang masih aktif itu sempat juga berbagi pengalaman tentang kehidupan keluarga di masa usia senja.  

Inilah kira-kira kisah mereka…….

Salah satu dari mereka kebetulan akan ke Bali untuk urusan bisnis, dan minta tolong diatur tiket kepulangannya melalui Surabaya karena akan singgah ke rumah anaknya yang bekerja di sana. Di situlah awal pembicaraan dimulai.

Ia mengeluh, “Susah anak saya ini, masak sih untuk bertemu bapaknya saja sulitnya bukan main.” “Kalau saya telepon dulu, pasti nanti dia akan berkata jangan datang sekarang karena masih banyak urusan. Lebih baik datang saja tiba-tiba, yang penting saya bisa lihat cucu.”

Kemudian itu ditimpali oleh rekan yang lain. “Kalau anda jarang bertemu dengan anak karena beda kota, itu masih dapat dimengerti,” katanya. “Anak saya yang tinggal satu kota saja, harus pakai perjanjian segala kalau ingin bertemu.”

“Saya dan istri kadang-kadang merasa begitu kesepian, karena kedua anak saya jarang berkunjung, paling-paling hanya telepon.”

Ada lagi yang berbagi kesedihannya, ketika ia dan istrinya mengengok anak laki-lakinya, yang istrinya baru melahirkan di salah satu kota di Amerika.

Ketika sampai dan baru saja memasuki rumah anaknya, sang anak sudah bertanya, “Kapan Ayah dan Ibu kembali ke Indonesia?” “Bayangkan! Kami menempuh perjalanan hampir dua hari, belum sempat istirahat sudah ditanya kapan pulang.”

Apa yang digambarkan adalah rasa kegetiran dan kesepian yang tengah melanda mereka di hari tua. Padahal mereka adalah para profesional yang begitu berhasil dalam kariernya.

Marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri, “Apakah suatu saat kita juga akan mengalami hidup seperti mereka?”

Untuk menjawab itu, marilah kita melihat syair lagu berjudul Cat’s In the Cradle karya Harry Chapin.
Beberapa cuplikan syair tersebut diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia agar relevan untuk konteks Indonesia.
“Read More”