Category Archives: FAMILY

  • 0

Family Therapy Workshop

Category : EVENT , FAMILY , SEMINAR

family-therapy-v2
.
FAMILY THERAPY WORKSHOP
 
Hari : Sabtu, 25 Juni 2016
Pkl   : 09.00 – 16.00
 
Tempat : Hotel Olive, Karawaci
 
Narasumber : DR. VIJI SAM
  • Director Peniel Counseling Center, Kottayam
  • www.penielcounsellingcentre.in
  • Pastor, Assemblies of God
  • Professor, Ebenezer Theological College, Vengoor
 
Materi :
  • Keluarga menurut pandangan Alkitab
  • Tipe-tipe keluarga
  • Mengapa pernikahan tidak berfungsi
  • Teknik & Proses Family Therapy (komponen, karakteristik, konsep, tujuan, kriteria seorang Terapis, perlengkapan, teknik, dll)
  • Praktek Family Therapy
 
Kontribusi peserta (snacks, lunch, makalah, sertifikat) :
Rp 100.000,-  (Early Bird, s/d tgl 15 Juni 2016)
Rp 150.000,-  (Harga Normal)

  • 0

CHILD ABDUCTION ALERT

Category : FAMILY , PARENTING

child abduction

Anak Anda berangkat dan pulang sekolah sendiri tanpa jemputan? Coba luangkan waktu Anda untuk membaca artikel singkat ini sebentar saja demi mengantisipasi kasus kejahatan penculikan anak yang belakangan ini marak terjadi.

FYI, sebagian besar penculikan yang terjadi pada anak dilakukan oleh orang yang tak dikenal. Karena itu, penting bagi para orantua mengajarkan anak mereka cara bagaimana tetap aman dalam perjalanan pergi dan pulang sekolah.  Fakta lain berbicara, 73 persen penculikan anak dilakukan oleh pelaku yang menggunakan kendaraan.

“Read More”


  • 0

Menghindari Perselingkuhan

043922200_1420597719-selingkuh2

Saya baru menjalani pernikahan selama satu tahun. Saya khawatir karena saya dibesarkan dalam keluarga di mana papa saya pernah berselingkuh dan bercerai. Saya sedih dan kecewa dengan papa, saya kasihan dengan mama. Saya bertekad tidak ingin mengalami kegagalan pernikahan seperti orangtua saya. Saya ingin membangun pernikahan yang bahagia. Adakah tips-tips agar pernikahan kami bisa aman dari perselingkuhan? (Handi, 33 tahun)

“Read More”

  • 0

Healing Your Family Tree

Tags :

Category : FAMILY

Setelah pasangan memasuki pernikahan, maka hubungan pernikahan  dengan sendirinya menuntut agar pasangan suami-isteri memiliki kekuatan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk mewujudkan pernikahan bahagia.
Dengan kata lain, pernikahan bahagia tidak terjadi secara otomatis.
Biasanya, masalah-masalah yang dihadapi oleh pasangan antara lain :
  • Pasangan akan menghadapi tekanan-tekanan baru, yang bisa berasal dari luar pernikahan, dari dalam pernikahan, atau bahkan dari hal-hal yang sudah lama terpendam jauh di dalam diri mereka masing-masing. Ditambah tuntutan untuk penyesuaian diri agar hidup harmonis, untuk memberi dukungan satu sama lain, menyeimbangkan tugas-tugas karier, membesarkan anak-anak, semuanya itu menjadi kompleks.
  • Banyak pasangan terkejut ketika mereka mendapati bahwa konflik lama yang belum terselesaikan dengan orangtua atau saudara kandung akan muncul ke permukaan dalam hubungan pernikahan.
  • Pola-pola perilaku yang negatif dari orangtua tanpa sadar diwariskan dan terulang pada kehidupan keluarga pasangan baru.
Jika kita tidak melihat pola warisan keluarga asal kita, pola-pola keturunan tersebut akan mudah berulang.
“Read More”

  • 0

Ada Apa dengan LGBT??

Tags :

Category : FAMILY

Kupas Tuntas Pernikahan Sesama Jenis

Kalau mereka terhilang, tugas siapakah membawa mereka kembali menemukan jalan kebenaran yang membebaskan dan menghidupkan? Jangan acungkan jari telunjuk kita pada orang lain, sebab sejatinya tugas itu milik setiap kita!

LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender)  dilegalkan! Kaget? Surprise? Syok?! Tetapi itu fakta, 26 Juni 2015, Mahkamah Agung Amerika Serikat secara resmi melegalkan pernikahan sesama jenis yang berlaku di 50 negara bagian AS. Dengan dikeluarkannya jaminan konstitusi tersebut, maka AS menjadi negara ke-21 yang melegalkan pernikahan sesama jenis ini. Dan seperti dilansir beberapa sumber berita, keputusan pemerintah AS tersebut dinilai banyak pihak akan berpengaruh terhadap perkembangan legalitas perkawinan sejenis di berbagai belahan negara.

Sejumlah prediksi pun bermunculan. Di antaranya,  jika UU pernikahan sejenis disetujui, gereja akan dipaksa (demi hukum) untuk melangsungkan pernikahan gay dan lesbian; demikian juga sekolah-sekolah akan memperkenalkan dan mengajarkan pernikahan sesama jenis sebagai suatu pilihan yang wajar. Masyarakat diedukasi untuk menerima homoseksualitas sebagai variasi seksual yang normal. Usaha mereka antara lain mencabut license konselor/therapist  yang melayani re-orientasi seksual (conversion therapy), serta memberi label pada kelompok yang menentang homoseksualitas sebagai “homophobia (takut, tidak suka, atau kebencian terhadap kaum homoseksual).

Sesaat pemerintah AS meresmikan UU tersebut, para pendukung pernikahan sejenis di seluruh belahan dunia menggunakan hashtag #LGBT untuk meluapkan kegembiraan. Dukungan pada hashtag #LGBT mencapai 172.931 tweet! Sementara perbincangan tentang LGBT sempat menjadi trending topic dunia. Jumlah perbincangan tentang LGBT pada lini massa twitter dari berbagai onliner di belahan bumi mencapai 377.633 tweet. Di Indonesia sendiri, mayoritas netizen (sebutan untuk pengguna internet) menolak pernikahan sesama jenis dengan dukungan mencapai 15.958 tweet. Tapi meski begitu, kita tak lantas bisa menutup mata dan menafikan bahwa belakangan semakin banyak gay dan lesbian yang ‘come from the closet’ dan secara terang-terangan menyebutkan identitas diri mereka. Ini bisa diartikan, pada sebagian besar masyarakat kita, anggapan homoseksualitas sebagai ketidaknormalan sedikit demi sedikit mulai terkikis dan menganggap homoseksualitas sekadar salah satu gaya hidup alternatif.

Waspada, dunia terus digiring untuk sepaham dengan apa yang sedang digelontorkan iblis ke permukaan. Terlebih, berbagai klaim sepihak penuh dusta digembar-gemborkan sebagai fakta. Di antaranya penelitian Kinsey yang menyatakan bahwa 1 dari 10 pria adalah homoseksual sejati, manusia menjadi homoseksual (gay atau lesbian) karena masalah genetika (gay gene), dan homoseksual tidak bisa disembuhkan. Anak-anak muda Kristen, jangan termakan dengan kebohongan besar semacam ini!

Bagaimana orang Kristen bersikap?

Setuju! Kita memang tidak boleh membenci, menyudutkan atau pun menghakimi mereka yang memilih jalan hidup sebagai lesbian, gay, bisexual, transgender. Namun di sisi lain, base on Bible, kekristenan melarang keras hubungan sejenis, baik itu dilakukan kaum pria atau wanita. Tak satu pun kalimat yang mendukung homoseksualitas di dalam Alkitab, apapun konteksnya.

“Read More”

  • 0

5 Family’s Failures on Bible

Tags :

Category : FAMILY , MARRIAGE

FAMILY FAILURES

Membangun keluarga bahagia memang bukan proses mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan, bahkan diwaspadai. Alkitab menceritakan begitu banyak kisah tentang keluarga baik dari sisi keberhasilan maupun kegagalannya, sehingga kita bisa belajar dari pengalaman itu. Khusus untuk kisah yang gagal, tentu saja bukan untuk ditiru tetapi agar setiap keluarga sadar dan mewaspadai sehingga hal serupa tidak akan menimpa keluarga kita.

Berikut 5 KEGAGALAN KELUARGA di Alkitab yang perlu diwaspadai:

“Read More”

  • 0

What’s Wrong with Our Marriage?

WRONG IN OUR MARRIAGE

Kami sudah menikah selama 5 tahun, kami sama-sama melayani di gereja. Saya bingung dengan kondisi pernikahan kami. Kadang-kadang saya merasa bahwa kami baik-baik saja, tetapi seringkali saya tertekan dalam pernikahan kami. Kadangkala kami bisa ngobrol dengan enak, tapi kami juga sering bertengkar. Kadangkala rumah seperti surga, tapi juga seperti neraka. Saya merasa ada yang perlu ditingkatkan dalam pernikahan kami, tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Sebenarnya bagaimana ya kondisi pernikahan kami ini ? (Yunita, 37 tahun)

“Read More”

  • 0

Absent Fathers, Lost Children

FB_IMG_1435544383813

Peran ayah sangat penting dalam perkembangan anak-anak mereka, namun banyak ayah merasa ragu dengan tanggung jawab dan keistimewaan yang terkait dengan peran ini. Anak-anak membutuhkan ayah yang mencintai dan peduli kepada mereka secara konsisten.

Penelitian menunjukkan bahwa ayah yang terlibat secara aktif dalam membesarkan anak-anak mereka memberikan hasil yang positif dalam kehidupan mereka. Sebaliknya, ayah yang tidak terlibat secara aktif, anak-anaknya berkembang secara negatif. Seorang dosen di University of Southern California School of Medicine, menemukan kaitan yang sangat kuat antara gejala yang nampak pada orang-orang yang cenderung suka menganiaya dengan masa kanak-kanak yang sangat menderita.

63% anak remaja yang bunuh diri berasa dari keluarga tanpa ayah,  5 kali lebih tinggi dari angka rata-rata nasional (US Department of Health).

90% anak-anak yang lari dari rumah dan tak ada tempat tinggal, berasal dari keluarga tanpa ayah, 32 kali lebih tinggi dari angka rata-rata nasional (Journal of Justice & Behaviour).

80% pemerkosa yang dilatarbelakangi kemarahan berasal dari keluarga tanpa ayah, 20 kali lebih tinggi dari angka rata-rata nasional (US Department of Justice).

TAPI ….

Keluarga yang tinggal di lingkungan kriminal, namun dalam keluarga dengan peran orangtua stabil & AYAH berperan dalam keluarga tersebut, maka 90% anak dari keluarga tersebut TIDAK mengalami kenakalan remaja (Development & Pscychopathology, 1993)

“Read More”


  • 0

Istri Korban KDRT

Category : COUNSELING , FAMILY


KDRT

Saya sudah menikah 3 tahun. Suami saya melakukan KDRT terhadap saya. Jika saya bertengkar hebat dengan dengan suami, dia suka memukul saya.  Lalu suami minta maaf dan katanya menyesal, tidak akan melakukannya lagi. Tetapi kejadian itu terjadi lagi, saya berulang-ulang dipukul. Sekarang, saya menjadi tidak tenang, karena takut dipukul oleh suami.

Apa yang harus saya lakukan untuk menghadapi suami saya? Bagaimana supaya suami bisa berubah? (Sintya, 34  tahun)

“Read More”


  • 0

Pelaku KDRT

Category : COUNSELING , FAMILY

KDRT

Saya sudah menikah lebih dari 5 tahun. Saya mengalami masalah dalam keluarga. Ada sifat jelek yang sulit saya ubah. Kalau saya ribut dengan istri, berantem, lama-kelamaan kami jadi saling memaki. Semakin lama saya semakin emosi dan saya ga tahan kalau istri saya sudah menghina saya. Kemudian saya  ga bisa mengendalikan diri lagi dan saya memukul istri. Saya menyesal sekali karena sudah menyakiti istri, dan saya segera maaf kepada istri saya lalu berjanji untuk tidak melakukan lagi. Saya tahu bahwa itu salah, tapi kejadian ini berulang beberapa kali dan semakin sering.  Saya benar-benar ingin berubah.

Apa yang terjadi pada saya? Bagaimana saya bisa berubah? Saya tidak mau rumah tangga saya hancur karena sifat jelek saya ini!  (Handoko, 34  tahun)

“Read More”